Ferdy dan yang lainnya.

mau share sedikit ttg unconformity (sorry melebar
dikit)

Kalau mau lebih gampang memetakan unconformity coba
pakai relative P-impedance, atau output dari color
inversion.  Kalau punya shear impedance nya, coba
hitung K-rho nya.
Logikanya gini, karena perbedaan kekerasan batuan maka
K (incompressibility nya) akan berbeda.  biasanya yang
paling dominan adalah compaction yang sudah dialami
batuan tersebut.

Saya lagi memetakan unconformity yang umur dari batuan
yang di-eroded dengan yang menutupnya tidak terlalu
jauh (menurut data dari sumur), tetapi P-impedance
contrast nya sangat significant. dan kalau dilihat di
seismic display biasa, reflectornya ambur-adul. 

Silahkan coba juga untuk petakan synrift deposit,
batas2 parasequence nya bisa kelihatan lebih jelas.

Saya bikin joke ke teman2 disini, bahwa Galloway dan
Vail bisa duduk sama2 di P-impedance cubic(le); karena
erosion surface nya bisa kelihatan lebih jelas dan
shale(dari MFS) juga bisa dipetakan.  Ada yang punya
photo Vail dan Galloway nggak? minta dong,  saya lagi
mau bikin kartunnya untuk pembukaan presentasi saya.
thanks sebelumnya. 

San, kalau berkunjung ke KL di warung mu ada dataku.
besok mau kesana nge-run K-rho, dan K, soalnya
softwareku tidak ada functionmod nya.


fbs


--- [EMAIL PROTECTED] wrote:

> Oom Ferdi, 
> 
> Hubungan antara kenaikan/penurunan muka air laut
> dengan endapan laut dalam 
> sampai saat ini masih menjadi kontroversi. Salah
> satu yang pernah 
> mengemukakan teori ini adalah Henry Posamentier
> dengan mengambil model 
> dari beberapa endapan Pliostecene-Recent dengan
> bantuan seismic 3D. Saya 
> juga pernah menggunakan model yang dikembangkan oleh
> Henry untuk 
> membandingkan dengan tipe endapan Pliocene-Recent di
> North Sumatera Basin 
> dan ternyata tipe endapan mempunyai siklus yang
> mirip, yang dimulai dan 
> diakhiri oleh debris flow deposit. Untuk detailnya
> ada di IPA Deepwater 
> Conference proceeding 2003. 
> 
> Masalah utama untuk mengkarakterisasi endapan
> sediment laut dalam, ialah 
> accomodation space yang jauh lebih besar daripada
> sediment influx, 
> (kondisi yang jauh berbeda dengan daerah delta/shelf
> yang menjadi daerah 
> acuan untuk konsep sequence stratigraphy). Besarnya
> accomodation space 
> menyebabkan lokasi sedimentasi dan pola yang lebih
> random, sehingga 
> jangankan menemukan siklus yang lengkap,
> kadang-kadang untuk mengetahui 
> urutan vertikal sedimentasinya yang benar juga
> sangat sulit, apalagi hanya 
> berdasarkan beberapa data log.
> 
> Saran saya, pola yang Oom Ferdi liat di log tersebut
> coba di korelasikan 
> secara regional lalu diintegrasikan dengan data
> seismic. Mudah2an resolusi 
> seismiknya mencukupi. Atau mungkin Total butuh
> sumber daya manusia yang 
> lain untuk membantu Oom Ferdi  ;)??
> 
> Semoga membantu,
> Deddy
> 
> 
> 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED]
> 13/10/2005 01.54
> Per favore, rispondere a iagi-net
> 
>  
>         Per:    <[email protected]>
>         Cc: 
>         Oggetto:        RE: RE: [iagi-net-l]
> unconformity
> 
> 
> 
> Mas Hasan
> Yang dimaksud dengan submarine channel ini apakah
> erosi yang terjadi pada
> saat muka laut lagi naik...?..jadi erosi di bawah
> muka air laut.....?
> kira - kira apa yang mendorong adannya submarine
> channel ini ya...?
> saya pernah ketemu beberapa case (di log) , di mana
> pola yang ada
> menunjukan pola fining upward yang kemudian langsung
> terpotong dengan
> channel....
> 
> Regards
> 
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
> 
> 
> 
> |---------+---------------------------->
> |         |           "Hasan Sidi"     |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           n.com>           |
> |         |                            |
> |         |           12/10/2005 05:02 |
> |         |           PM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
>  
>
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
>   |                                                 
>    |
>   |       To:       <[email protected]>           
>          |
>   |       cc:                                       
>              |
>   |       Subject:  RE: RE: [iagi-net-l]
> unconformity              |
>  
>
>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
> 
> 
> 
> 
> Kalau anda percaya adanya submarine channel,
> tentunya tidak sulit untuk
> menerima adanya submarine unconformity. Submarine
> channel juga menggerus
> (erosive).
> 
> Balik ke pertanyaan awal tentang membedakan
> unconformity karena tectonism
> vs
> eustatic, selain untuk kepentingan akademik, ada
> implikasi ekonomis nya 
> gak
> yach? Ada bukti perbedaan reservoir quality yang
> berarti gitu?
> 
> FHS
> 
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Wednesday, October 12, 2005 3:40 PM
> > To: [email protected]
> > Subject: Rif: RE: [iagi-net-l] unconformity
> >
> > Mumpung lagi membahas ketidakselarasan,
> >
> > Pada beberapa penampang seismik di laut dalam
> seringkali saya
> > melihat ketidak selarasan pada puncak-puncak
> thrust faults
> > meskipun sejarah geologinya menunjukkan bahwa
> bagian tersebut
> > tidak pernah terangkat melebihi muka air laut.
> Nampaknya,
> > untuk menciptakan ketidakselarasan tidak harus
> selalu
> > terangkat melebihi muka air laut, mungkin karena
> di laut
> > dalam ada arus bawah laut yang bisa menjadi agen
> erosi. Tapi
> > ini hanya hipotesa saya, ada yang bisa menjelaskan
> lebih detail?
> >
> > Deddy
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1:
> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2:
> http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)
> -http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy
> Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang
> Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M.
> Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan
> Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi
> Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
>
---------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> This e-mail (including any attached documents) is
> intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain
> confidential or legally
> privileged information and should not be copied or
> disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not
> a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from
> your system.
> 
> 
> 
>
---------------------------------------------------------------------
> 
=== message truncated ===


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke