Rekan2 G&G ysh.,
Beberapa tahun yang lalu, perusahaan kami mencari data/peta bathymetry suatu
wilayah di Kalimantan, dan kami kesulitan. Kami mencari sampai ke Dishidros
Angkatan Laut di Ancol, juga tidak berhasil, karena katanya mereka tidak
mempunyainya. Klasifikasi data tsb disana, kalau tidak salah bukan rahasia
(tidak boleh untuk umum), tetapi mungkin terbatas (perlu ijin).
Masalahnya yg saya lihat dari kasus ini adalah, banyak daerah di Indonesia yg
peta/data bathymetry-nya tidak tersedia, terlihat dari peta ketersediaan data
disana.
Setahu saya, berbagai perusahaan minyak sudah melakukan survey seismic di
banyak daerah di laut Indonesia. Hampir seluruh laut jawa pernah di seismic,
laut disekitar selat Makassar, Kalimantan juga pernah di survey seismic, tetapi
mengapa peta bathymetry-nya banyak yg tidak tersedia. Padahal, data bathymetry
bisa diturunkan dari data survey seismik. Apakah karena data seismik dipegang
Migas, dan data bathymetry dipegang DISHIDROS, dan tidak ada koordinasi
diantara keduanya sehingga hal ini bisa terjadi? Padahal sewaktu mengurus
perijinan survey seismic di laut, salah satu ijinnya juga ke Angkatan Laut, dan
menurut peraturan, 3 bulan setelah survey selesai, satu copy dari data hasil
survey harus diserahkan ke pemerintah. Apakah nanti DISHIDROC atau siapapun
harus melakukan survey lagi jika hendak mendapatkan data tsb? Kan sayang
uang-nya dipergunakan untuk suatu pekerjaan yg sudah pernah dilakukan.
Mungkin ini peluang bagi perusahaan penyedia data untuk menurunkan peta
bathymetry dari survey seismic yg ada dan sudah open. Kasian kapal selam
Angkatan Laut kita, karena sewaktu merencanakan route pelayaran selamnya, pasti
akan lebih baik jika sudah mengetahui tinggi rendahnya permukaan dasar laut
dijalur rencana pelayaran selamnya.
Mohon koreksinya jika saya salah.
Terimakasih.
Wassalam,
Harry Kusna
---------------------------------
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.