tinggal political will ya, kalau dulu zaman Bung karno mau berdikari==kaki
tak kuat sekarang situasi sudah zaman SBY-JK (Susah Bensin Ya-Jalan kaki),
kalu hanya untuk satu komiditi saja di patok sendiri..kan tidak secara penuh
menganut siistem Ekonomi dan politik yg tertutup, Cina dan malaysia mungkin
melakukan hal yg sama untuk mata uangnya. mereka patok sendiri dengan tak
mengambangkan mata uangnya terhadap kurs asing, tapi untuk hal produk
lainnya mereka melakukan perdagangan dan ekonomi yg terbuka dengan negara
lainnya. Sederhananya, saya tanam pisang di cianjur, jual di Puncak dengan
harga yg saya patok sendiri, tentunya dengan memperhitungkan ongkos produksi
lainnya, mungkin pakai pupuk NPK dari India dan cost komponen lainnya, yang
menurut kang Ariadi ada perhitungannya yg rumit. dengan segala respek
bisakan harga crude oil saya tak usah mengikuti harga pasar dunia??...coba
saja kalau mau!?

On 15/11/05, Santoso, Hendro (hendroh) <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Secara teknis hal tsb mungkin saja dilakukan namun demikian secara
> eknomis tidak memungkinkan selama Indonesia masih menganut sitem ekonomi
> terbuka. Cash flow perekonomian Indonesia tidak lepas dari aktivitas
> ekonomi Dunia; ada devisa masuk dan keluar. Jika Indonesia secara
> eksklusif memberlakukan patokan harga lokal (tentu harapannya adalah
> lebih murah dari harga international) maka kondisi real yang terjadi
> adalah salah satu pihak di Indonesia harus mensubsidi delta harga lokal
> dengan harga international tsb. Why? Ya karena minyak bumi memiliki
> nilai ekonomis di pasar dunia.
>
> Lain halnya jika sistem ekonomi Indonesia adalah sistem tertutup. Pada
> sistem tertutup ini tidak ada interaksi ekonomi antara Indonesia dengan
> negara lain sehingga segala sesuatunya (jasa, perdagangan, produksi, dan
> lain sebaginya1 aktivitas perekonomian) dilakukan, dihasilkan dan
> digunakan didalam negeri Indonesia sendiri. So kalau mo matok harga
> dalam negeri sendiri tanpa perlu ada subsidi, tidak bisa melulu hanya
> fokus di harga minyak melainkan secara terintegrasi mencakup berbagai
> aspek ekonomi Indonesia harus mampu mandiri. Sejauh pengetahuan saya,
> ndak ada satupun negara didunia ini yang sepenuhnya menganut sistem
> ekonomi tertutup (ini membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yg
> selalu membutuhkan keberadaan pihak lain)
>
> Salam,
> Hendro HS
>
> -----Original Message-----
> From: OK Taufik [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, November 15, 2005 9:23 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] harga lokal
>
> >
> > Bapak/Ibu,
>
>
> Kalau seandainya kita tak ekspor minyak ke LN, dan semua produksi kita
> diolah dan dimanfaatkan di Dalam negeri. Mungkin tidak harga minyak
> dipatok sendiri dengan harga lokal dan rupiah? jadi takperlu dipatok
> berdasar harga minyak dunia di NY atau Singapore..mohon pencerahannya?
>
> Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
> >
>
>
>
> --
> OK TAUFIK
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina
> [at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
OK TAUFIK

Kirim email ke