Pak Miko, tahun 90-an, kita pernah fieldtrip yg dipimpin Pak Suyono ke daerah sekitar Pelabuhan Ratu-Ujung Genteng-Tareje, namanya juga Ujung Genteng serasa ujung dunia, karena masih di P.Jawa sendiri harus pakai Speed Boat. Lokaksi pinggiran pantai yg berhadapan dengan samudra Hindia tsb, begitu banyak mineral berukuran kerikil yg tarayak oleh ombak. Tak terpikir sama saya untuk mengkoleksinya, mineral apa saja yg bisa dijumpai di daerah tersebut..mungkin suatu saat saya akan kesana lagi. Fossil kayu juga banyak di daerah P.Ratu ya pak.
On 17/11/05, Achmad Luthfi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bulan lalu saya melihat cincin pria dengan mata dari opal banten sangat > indah warna-warninya dengan sinar lampu etalase di Bandara > Sukarno-Hatta, ternyata Opal Banten keindahannya tidak kalah dengan opal > Australia yang sangat terkenal dan mahal. Kenapa Opal Banten yang begitu > indah dan kaya warna kalah popular sama opal Australia? Tolong Pak Miko > brief kami. Trims > > Salam, > Luthfi > > -----Original Message----- > From: miko [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, November 17, 2005 10:11 AM > To: [email protected] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Subject: Re: [iagi-net-l] SEPUTAR BATU GIOK > > Pak Ade Kadarusman, > Terima kasih atas pencerahannya. Mang Okim menih bangga pisan kalau ada > > rekan yang sudah menginternasional, apalagi diberi kepercayaan ngajar > tingkat PhD.....di Jerman lagi ! Bener-bener membanggakan. Semoga saja > masalah intan dan precious stones lainnya di Indonesia tidak dilupakan > ya > agar kita suatu hari bisa nemukan yang benar-benar bonanzanya batumulia > Indonesia. Pernahkah berkunjung ke Iedar Oberstein ? Ada satu dua > penggemar > batumulia di Indonesia yang pernah ambil training gemmology di sana. > Mang > Okim ada juga teman, seorang PhD dan Graduate Gemmologist, yang bersama > mang > Okim nulis tentang Opal Banten, Hans Christophe Einfalt ( anggota > Deutchen > Gemmologischen Gesellschaft ). > Mengenai jadeite jade, sangat menarik kalau memang pernah ditemukan di > Karang Sambung . Nanti mang Okim mohon bantuan rekan-rekan IAGI untuk > nemukan tulisan Miyazaki ( Island Arc 1998 ). Semoga ada di perpustakaan > ITB > dan dapat menjadi perhatian Pak Yatno atau Pak Andri untuk dikembangkan > ( > kalau udah dapat, mang Okim kabarin ya ). Atau, apa Pak Munasri / Mang > Aci > di KARSAM tak ingin menulisnya seperti halnya Pak Chusni Ansori yang > nulis > tentang Java Jade ? Bisa nggak dapet secuwil serpihannya ? > Sekian dulu ya Pak Ade kadarusman, terima kasih atas pencerahannya, > Salam > batumulia, mang Okim > > ----- Original Message ----- > From: "ade kadarusman" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Tuesday, November 15, 2005 7:59 PM > Subject: Re: [iagi-net-l] SEPUTAR BATU GIOK > > > > > > Pak Miko, > > Apa kabar masih ingat dengan saya?, terakhir ketemu ketika Pak Miko > > menghadiri > > presentasi saya di Jurusan Geologi ITB tahun 2003 tentang konsep baru > > pembentukan Intan di kuliahnya Mas Andri Subandrio. > > Masih ingat juga ketika tahun 90-91?, saya sempat ikut ekskursinya Pak > > > Miko di > > Bungbulang Garut dgn mahasiswa Geologi ITB pada saat itu, pertama kali > > > saya > > belajar gemstone dari Pak Miko sambil keluar masuk gua. > > Oh..ya akhir tahun lalu saya sempat ke Bungbulang lagi, memang > potensinya > > masih besar, saya lihat ada gemstone dgn panjang 6 meter diameter 50 > cm > > yang > > masih tertanam di gua, sudah ditawar oleh pengusaha Jakarta 80 juta > > rupiah. > > Saya tidak tahu persis berapa konsentrasi gemstone yg berkualitas > dalam > > batuan > > tsb. > > Saya sendiri hampir 15 tahun menggeluti ilmu batuan metamorf memang > belum > > melirik kearah potensi ekonominya, masih berkutat ke scientific > interest, > > terutama basement geology/tectonic. Salah satu potensi ekonomi batuan > > metamorf > > memang gemstone, seperti yg digeluti oleh Pak Miko. > > > > Saya hanya ingin share pengetahuan saja dengan anggota IAGI milis > lainnya, > > saya hanya menambahkan apa yang sudah dikatakan Pak Miko. Jade adalah > nama > > gemstone dari mineral Jadeite. > > Mineral Jadeite (berkomposisi 100% NaAlSi2O6) adalah salah satu > mineral > > dari > > kelompok piroksen [(M1)(M2)(Si,Al)2O6] dgn M1 dan M2 komponen dari > Na,Ca, > > Mg,Fe, Al, Li, Cr. > > > > Jadeite banyak ditemukan dalam batuan metamorf tekanan tinggi dan > sangat > > tinggi, biasanya merupakan hasil "breakdown" dari mineral albite ( > > Albite=jadeite+quartz). Tingginya kualitas suatu jadeite jade > berhubungan > > dengan prosentasi kandungan jadeite komponen dalam jadeite jade tsb, > yang > > tentu saja berhubungan dengan warna. Mineral piroksen yang lain > seperti > > ompachite (ompasit) mengandung komponen jadeite antara 40-60%, ompasit > ini > > mineral pembentuk eklogit. Jadi bisa ompasit ini dikatakan jade > > berkualitas > > rendah > > > > Di Uni Stuttgart saya memang mengajar pengetahuan "rock-forming > mineral" > > atau > > mineral2 pembentuk batuan beku dan metamorf untuk dua mahasiswa PhD > dari > > China > > dan Burma/Myanmar. PhD student dari Myanmar mengambil penelitain > Burmase > > Jadeite atau dikenal dipasaran mungkin sebagai Siamese Jade. Komponen > > jadeite > > dalam jade giok tersebut mencapai 90-95%, suatu kualitas jade yang > > tinggi. > > Jadeite ditemukan di Burma umumnya sebagai vein atau lapisan tipis di > > Marble > > di Zona Suture. > > > > Sebenarnya Pure Jadeite pernah dilaporkan ditemukan di Karangsambung > > menurut > > laporan Miyazaki et al (Island Arc, 1998) yang dikenal sebagai > > Jadeite-quartz- > > glaucophane rock yang memiliki kandungan mineral jadeite berkompenon > > 85-95% > > jadeite dan sisanya acmite dan diopside. Sayang batuan tsb sudah tidak > ada > > lagi di sekitar Lok-Ulo, tetapi mungkin beberapa pecahannya sudah > disimpan > > oleh Bos Karangsambung (Pak Munasri/Bang Aci) untuk koleksi museum. > Salut > > dengan Bang Aci dengan effort-nya untuk menyelamatkan keanekaragaman > > batuan di > > Karsam dari tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. > > > > salam > > ade kadarusman > > Institut fuer Mineralogie und Kristallchemie, > > Universitaet Stuttgart, Azenbergstr. 18 D-70174, Stuttgart, Germany > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina > (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina > [at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > > -- OK TAUFIK

