>
  BRAVO LEMIGAS .
  Sekedar mengingatkan saja , Alm Ibnu Sutowo bercita cita (pada
  awal 1970-an) bahwa Lemigas  (dan plus Cepu) itu akan menjadi suatu
  institusi pendidikan minyak yang mengemuka paling tidak di Asia.
  Hal ini dimulai dengan pendirian Akademi Perminyakan Pertamina di
  Bandung , AKAMIGAS  di Cepu dst .
  Pernah dalam kurun waktu singkat Lemigas menjadi bagian dari Pertamina
  lho.
  Pada saat itu Pertamina membantu hampir seluruh pendidikan perminya-
  kan di Indonesia.
  Apakah ini masih menjadi cita cita para petinggi Pemerintah SBY.

  Mungkin sekarang sudah waktunya DISAMPING meneliti bidang perminyakan
  Lemigas memfokuskan dirinya untuk mencari energi alternatif migas.

  Si Abah.

___________________________________________________________________________

  Sebenarnya SDM kita tidak kalah dengan yang lain apalagi dengan terobosan
> energi alternatif seperti Biodesel ini. Tidak hanya BPPT yang telah
> menggunakan Biodesel sebagai "test case" penggunaan energi alternative ini
> sebagai bahan baker mobil kantor untuk mobil antar jemput karyawanya,
> namun sudah mulai meluas di LEMIGAS, LIPI dan Insya Allah kantor2
> pemerintah yang lain.
>
> Sebagai informasi saja, saat ini LEMIGAS dalam hal ini tentu saja dengan
> bantuan pemerintah dalam hal dana sedang melakukan pembangunan pabrik
> pengolahan Biodesel di daerah Cipulir Jaksel (komplek kantor LEMIGAS
> maksud saya). Diharapkan dari pabrik ini bisa memproduksi lebih besar dari
> produksi yang biasanya dihasilkan dari lab2 seperti selama ini dilakukan.
> Selain itu proyek pengembangan energi alternatif lain seperi Coal Bed
> Methane juga masih terus dijalankan oleh LEMIGAS bekerjasama dengan pihak2
> terkait.
>
> Semoga hal ini bisa terus berjalan dan kebijakan ini memang terus haus
> diupayakan, kalo tidak tentu saja akan hilang dan bahkan lenyap seiring
> dengan hingar-bingar pentas politik dan royokan "kue" jabatan politik di
> negeri ini yang terus berjalan untuk kepentingan perut partai mereka
> sendiri2.
>
> Salam,
>
> Trisakti Kurniawan
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: Santoso, Hendro (hendroh) [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Monday, November 21, 2005 3:56 PM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Re: Malaysia govt vehicles to switch to bio-diesel
> 2006
>
>
> Membaca beberapa artikel dalam negeri tampaknya Indonesia juga sudah
> mengarah kesana kok. Nggak tau dengan biodisel, paling nggak Gasohol
> BE10 (asal singkong) telah diproyeksikan untuk menggantikan 10% peran
> BBM di tahun 2010 nanti.
>
> Apakah leletnya respon Indonesia atas potensi energi altenatif ini
> disebabkan oleh kemampuan SDM? Kendala teknologi? or miskinnya dukungan
> pemerintah semata? bagaimana dengan politik energi global? adakah negara
> besar di dunia ini yang dirugikan perekonomiaan jangka
> menengah-panjangnya jika terjadi revolusi energi sehingga mereka
> menghambat growth dari sumber2x energi alternatif ini?
>
>
> -----Original Message-----
> From: Yosef Khairil Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, November 18, 2005 8:52 AM
> To: [email protected]
> Subject: [iagi-net-l] Malaysia govt vehicles to switch to bio-diesel
> 2006
>
> Sepertinya Pemerintah RI belum "menasionalkan" kebijakan serupa ya,
> padahal BPPT kelihatannya udah memakai Biodiesel ini sejak lama untuk
> mobil-2 antar-jemput karyawan.
>
> YKA
>
> ==================Malaysia will switch to bio-diesel next year - one year
> ahead of
> schedule - with government vehicles slated to start using the palm
> oil-laced fuel to cushion the impact of rising fuel prices, a news
> report said Wednesday.
>
> Diesel-powered vehicles belonging to the ministries of transport,
> defense and plantations, industries and commodities, will begin using
> bio-diesel next year before the alternative fuel is introduced to the
> public, the Star cited Peter Chin, a minister as saying.
>
> The government had planned to start using bio-diesel only in 2007, "but
> because our plans are going very well, it seems that we can start way
> ahead of schedule," Chin, the plantations, industries and commodities
> minister, told the daily.
>
> Chin said the government expected to save "hundreds of millions of
> ringgit"
> through cutbacks in oil subsidies by convincing Malaysians to switch to
> bio-diesel, a mixture of 5% palm oil and 95% diesel. Chin said
> eventually bio-diesel will have 20% palm oil and 80% diesel.
>
> Malaysia imports most of its diesel fuel, but it's the world's biggest
> producer of palm oil. The government says that adding palm oil to diesel
> fuel would reduce consumption by about 418,000 liters a year.
>
> Industries used 2.8 billion liters of diesel last year, while others who
> qualified for subsidized diesel, like public transport operators,
> consumed
> 5.56 billion liters.
>
> The government has said it cannot maintain the subsidies, which keep
> gasoline prices in Malaysia among the lowest in the region.
>
> Palm oil is used mostly for cooking, but plantation owners sometimes use
> a mix of palm oil and diesel fuel to power their tractors and trucks,
> and many say it doesn't affect the performance of the vehicles.
>
> Source : Dow Jones 16 Nov 2005
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke