Cara lain yang bisa disumbangkan oleh Geologist dengan memberikan 
informasi data-data air tanah yang dangkal/agak dalam tergantung 
daerahnya kepada pihak yang berkepentingan. Misalnya untuk lapangan atau 
daerah tertentu dimana data-data lognya sudah ada. Informasi kedalaman 
zona-zona/reservoar yang mengandung air dapat kita interpretasi dengan 
mudah. Kalau perlu dibuat korelasinya dan mapnya.

Bagi pihak yang berkepentingan dapat melakukan pemboran sumur air tanah 
untuk membuktikannya.

Demikian, sumber sarannya.
Salam,
Irzal

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
To: <[email protected]>
Cc: [email protected]
Date: Mon, 21 Nov 2005 10:35:08 +0800
Subject: RE: [iagi-net-l] Balasan: [iagi-net-l] Krisis air

> Mas Sugeng
> 
> Saya pribadi tidak mengangap ide anda "gila "
> Mungkin yang perlu dilakukan adalah study ekonomisnya...dengan
> membandingkan dengan sistem lain (tadah hujan, sumur biasa dsb).
> Setelah study ekonomisnya dilakukan mungkin kita baru bisa katakan mana
> sistem yang cocok untuk kita pakai.
> saya kira teman - teman yang bekerja di PDAM / Hydrogeologist  bisa
> memberikan masukan lebih mengenai hal ini ...
> Ada enggak ya anggota IAGI yang kerja / bekerja sama dengan PDAM dalam
> masalah air ini...?
> 
> Regards
> 
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
> 
> 
> 
> |---------+--------------------------------->
> |         |           "Sugeng Hartono"      |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           hina.co.id>           |
> |         |                                 |
> |         |           18/11/2005 11:13 PM   |
> |         |           Please respond to     |
> |         |           iagi-net              |
> |         |                                 |
> |---------+--------------------------------->
>  
> >----------------------------------------------------------------------
> -------------------------------------------|
>   |                                                                    
>                                             |
>   |       To:       <[email protected]>, <[email protected]>       
>                                             |
>   |       cc:       <[email protected]>                              
>                                             |
>   |       Subject:  RE: [iagi-net-l] Balasan: [iagi-net-l] Krisis air  
>                                             |
>  
> >----------------------------------------------------------------------
> -------------------------------------------|
> 
> 
> 
> 
> Mas Ferdi...
> Belum lama saya mendapat ide "gila" dari mantan boss di LN. Kenapa saya
> namakan "gila" karena beliau melihat peluang untuk mengolah air yang
> diproduksi dari sumur-2 tua yang watercutnya sudah mencapai 99.2%.
> Daripada
> air ini hanya dibuang percuma (setelah di-treat) maka perlu diolah
> menjadi
> air bersih. Dalam hati saya katakan: Alangkah mahalnya untuk mengolah
> air
> formasi yang sebelumnya bercampur minyak mentah menjadi air bersih.
> Untuk meyakinkan idenya, sampai beliau mengirimi saya sebuah buku
> berjudul
> : WATER, the fate of our most precious resource. Penulis: Marq De
> Villiers.
> Apakah ide ini nanti bisa terlaksana? Mohon tanggapan rekan-rekan.
> Wassalam,
> Sugeng
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thu 11/17/2005 7:26 AM
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Balasan: [iagi-net-l] Krisis air
> 
> Mas Agus....
> 
> water cut...kalau sumurnya sudah tidak berproduksi (no hc )  dan
> fieldnya
> sudah ditinggalkan , mungkin  ya...bisa dipakai....
> tapi apa lalu punya biaya untuk perforasi (karena umumnya fresh water
> zone
> itu ditutup) , maintain well, water treatment  ..lalu penyaluran air ke
> lingkungan sekitarnya...
> kalau ngebor khusus untuk air dengan kedalaman 3000 m kayaknya enggak
> ada
> yang mau deh...
> 
> problem air di balikpapan cenderung karena pemanfaatan air tadah hujan
> sebagai sumber pdam....jadi kalau enggak hujan ya enggak ada air...
> sedang air tanah cenderung banyak Fenya sehingga pemrosesannya butuh
> biaya
> yang lebih besar....
> 
> Sekarang ada aturan tidak langsung bahwa perumahan harus punya
> instalasi
> water treatment sendiri karena pdam tidak mampu menyediakannya
> 
> Kalau emang punya duit dan "mau"..kaltim kan dipinggir laut....bikin
> aja
> instalasi kayak di arab sana....
> 
> emang balikpapan itu kaya minyak tapi miskin air...
> 
> Regards
> 
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
> 
> 
> 
> |---------+---------------------------->
> |         |           Agus Mochamad    |
> |         |           Ramdhan          |
> |         |           <[EMAIL PROTECTED]|
> |         |           o.co.id>         |
> |         |                            |
> |         |           16/11/2005 07:36 |
> |         |           PM               |
> |         |           Please respond to|
> |         |           iagi-net         |
> |         |                            |
> |---------+---------------------------->
> 
> >----------------------------------------------------------------------
> -------------------------------------------|
> 
>   |
> |
>   |       To:       [email protected]
> |
>   |       cc:
> |
>   |       Subject:  [iagi-net-l] Balasan: [iagi-net-l] Krisis air
> |
> 
> >----------------------------------------------------------------------
> -------------------------------------------|
> 
> 
> 
> 
> 
>     Ikut nimbrung,
> 
>       Dari potongan artikel yang dikirimkan Pak Taufik:  "Kalimantan
> Timur,
> yang memiliki pasokan air bersih relatif banyak, mengalami  ancaman
> krisis
> air".
> 
>       Waktu saya mempelajari  kemungkinan adanya perangkap hidrodinamik
> di
> Cekungan Kutai, saya baca paper Paterson dkk. (1997) yang menyatakan
> bahwa
> di  lapangan Sanga-Sanga, Nilam, dan Tunu, s/d kedalaman 6000 ft
> ditemukan
> fresh  water zone. Di Lapangan Semberah, fresh water zone ini ditemukan
> sampai dengan kedalaman 3000 ft (IPA, 1994). Kalau fresh water ini
> terproduksi  sebagai water cut, perlu dipikirkan pemanfaatannya sebagai
> sumber air bersih. Waktu  tahun 2003/(2004?) ada ceramah ilmiah dari
> hydrogeologist dari Texas di GL-ITB  yang menjelaskan bahwa di Texas,
> air
> formasi dengan kandungan total  dissolved solid yang relatif tinggi
> (brackish - saline), telah dimanfaatkan sebagai sumber air  bersih
> dengan
> treatment terlebih dahulu.
> 
>       Buat rekan-rekan yang bekerja di  Kutai Basin mungkin bisa
> memberikan
> informasi rinci mengenai kualitas dan  barrel water per day yang
> terproduksi sebagai water cut . Mungkin data ini  dapat dianalisis
> untuk
> pemikiran pemanfaatan water cut ini sebagai cara  menghadapi krisis air
> di
> Kaltim.
> 
>       Salam,
> 
>       Agus MR
> 
> 
> OK Taufik <[EMAIL PROTECTED]> menulis:  Seingat saya RDP beberapa
> waktu
> lalu pernah menyinggung pemetaan/pendataan
> cadangan air (untuk subsurface?), apakah ada informasi lanjutannya?
> Menariknya kasus susah air di kaltim adalah karena prilaku masyarakt yg
> suka
> membuang limbah beracun ke sungai (masyarakat: mungkin terkait industri
> pertambangan )
> Susah Bensin Ya Jalan kaki, Susah air Ya Jalan di tempat
> 
> 
> 
> 
> 
> __________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik
> terhadap
> spam
> http://id.mail.yahoo.com
> 
> 
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
> 
> 
> 
> 
> 
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
> 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A.
> Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
> 



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke