Saya senang membaca tulisan Bang Bats, walau di negeri sendiri bolehlah kita berpaling ke Roma, kata orang banyak jalan menuju Roma, menurut hemat saya semua ahli geologi ingin IAGI menjadi hebat dengan jati dirinya, kalau kehebatan ini kita metamorfosakan menjadi Roma, kiranya kita ingin menuju Roma, tentunya jalan untuk menuju Roma bisa dan boleh berbeda. Saya akan menuju Roma melalui jalan dengan mengakomodasi jalan yang telah ditempuh oleh para pelatih sepakbola yang telah berhasil membawa timnya mencapai Roma. Sebut saja Luis Cecar Menotti, itu pelatih sepak bola yang dulu berambut gondrong dan tdk pernah lepas dari rokoknya, dia berhasil membawa tim Argentina yunior dan senior menjadi juara dunia di th 1978. Bang Menotti ini juga dijuluki seorang filsuf praktis, Bang Menotti bilang kalo seorang ingin menjadi master (dia contohkan Maradona, Daniel Pasarella dan Mario Kempes tentunya dalam dunia geologi: V. Bemellen, Tod Harding, Mutti, dsb) maka harus ditumbuhkan Locura (bahasa latin: mencintai pekerjaan dan lingkungannya) kalau locura sudah tumbuh maka harus dibangun intuisinya melalui latihan2 dan pertandingan (di kita bisa training, field trip, buat paper utk IAGI, AAPG, dsb). Waktu debat terbuka ada penanya yang menanyakan bagimana upaya calon ketua agar para geologiawan muda peduli pada IAGI. Memang jawabnya tidak mudah, tapi dasarnya adalah bagaimana menumbuhkan kecintaan para ahli geologi akan profesinya dan kepada lingkungannya (termasuk asosiasi profesinya/IAGI), Jelas harus tumbuh "Locura", kalo kawan2 ahli geologi baru mau mencintai IAGI kalau IAGI bisa memberikan benefit kepada mereka, maka saya teringat ucapan J.F. Kenedi "jangan bertanya apa yang akan kau dapat dari Negara tapi bertanyalah apa yang kau bisa sumbangkan/kontribusikan kepada Negara". Analog dengan pesan JFK kalo kawan2 baru merespon/peduli IAGI kalo IAGI memberikan benefit, saya yakin siapapun yang memimpin IAGI, IAGI tidak akan maju. Apa yang dikemukakan oleh Bang Menotti tersebut disambung oleh sang kaisar dari Jerman "Franz Bekenbower" yang mengakomodasi pesan seniornya "Helmut Fisher", Bang Franz bilang kalau Locura sudah tumbuh dan intuisi sudah terbangun dalam bertanding (saya terjemahkan berjuang) tidak boleh ada perasaan takut kalah (gagal berjuang), Bang Franz kita harus bisa tersenyum dan tertawa gembira dari lubuk hati yang dalam. Kata Bang Franz, didalam tim kita tidak boleh ada intrik, tidak boleh saling curiga dan semua usaha harus dadasri saling percaya dan saling menghormati. Kalo tim ini kita similar-kan dengan IAGI maka para Anggota IAGI harus difasilitasi kemudahan2 khususnya dalam hal mereka ingin mengkontribusikan segala hal yang terkait dengan IAGI baik langsung maupun tidak langsung sehingga kita merasa nyaman, ajang IAGI harus menjadi kegembiraan kita semua. Ini semua dapat dilakukan dengan mensinergikan segala kekuatan kita dengan didasari kemitraan bukan perselisihan. Kemitraan hanya bisa ditumbuhkan melalui saling percaya dan menghormati, kiranya ini bermuara dari Locura - Intuisi - Nyaman/Gembira untuk berbagai pihak. Kemitraan ini sudah menjadi dasar budaya kita, kalo kita menengok sejarah; "pada jaman hindu kita kenal dengan kata BUDIPEKERTI DAN SUSILA, pada saat Islam masuk ke negeri kita, kita berkenalan dengan kata AKHLAK dan TAQWA, pada saat Nasrani masuk negeri kita, kita berkenalan dengan kata MORAL dan ETIKA". Kalau semua yang normatif ini kita artikulasikan subtansinya maka kemitraan kita akan tumbuh dengan sendirinya karena dapat dipastikan kita akan saling percaya dan menghormati dari lubuk hati yang dalam. Karena itu sumbangan/kontribusi para anggota IAGI sangat berarti bagi kemajuan IAGI. Itulah salah satu jalan menuju ke Roma, semoga kita bisa sampai kesana dengan selamat dan gembira...amii..iinn...
Salam, LTH -----Original Message----- From: Batara Sakti Simanjuntak [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, November 24, 2005 11:22 AM To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Menjadi berisi dinegeri sendiri Kawans, Pada setiap pertandingan (seperti pada pemilihan Ketum IAGI sekarang), selalu ada saat dimana seorang peserta tanding mempertanyakan ulang dan merenungkan motif dan komitmen dirinya pribadi. Saat itu datang pada saya semalam. Lalu saya membaca sebuah poster glossy mengkilap dari salah satu kawan kandidat, beliau menekankan bahwa ia akan mengembangkan organisasi ini menjadi mitra pemerintah, pelaku bisnis dst. Saya pikir bukan itu yang mau saya utamakan, bukan soal kerjasama mentereng, ia hanya alat, sama seperti uang, walau itu memang diperlukan juga. Kemudian saya ingat pidato kawan kandidat lain yang ingin agar ilmu geologinya orang-orang di iagi menjadi maju dan hebat. Lagi, saya merasa hati saya tidak terutama tergerak oleh soal kemajuan ilmu, meski inipun diperlukan juga. Selanjutnya, saya membaca ulang tulisan seorang kawan anggota muda dari IAGI nun jauh terpencil di Sumatra. Katanya: "Sebenarnya ada yang minta untuk menyukseskan "salah satu kandidat", tapi kedekatan moril dan kebersamaan kita dulu membuat kita2 disini tidak bisa memalingkan muka. Tanpa kampanye-pun sudah dapat kita ketahui bersama bagaimana visi dan misi Bang BAT semasa KASUK DUBES*..yang selalu melihat ke BAWAH dan bukan melongok ke atas. Saya dan kawan-kawan akan berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan bang BAT ke kursi itu...mudah2han dapat terwujud". Sekali ini hati saya merespon. Tahulah saya bahwa yang terutama hendak saya pedulikan adalah sesama kawan, sang manusia, orang-orang anggota IAGI. Mereka lah yang mesti secara bersama saling menarik dan mendorong maju, sampai tercapai kemajuan bersama. Kawan yang lebih senior membimbing adiknya dengan ilmu dan dengan nasehat agar karier & kemampuan keilmuannya maju, kawan yang muda berbagi ilmu komputer yang dipunyainya agar sang senior tidak gaptek, dst..dst. Apapun programnya, ujungnya mestilah agar anggota (apalagi yang muda) maju dengan ilmu dan jiwa, agar kita paham harga diri kita. Agar kita trengginas sekaligus bijak berpendapat. Agar kita hidup dalam kemerdekaan berpikir dan berkarya !. Tidak sombong, tetapi menjadi berisi, di negeri sendiri. bat * Kasuk Dubes = Kepala Suku Duri - Bekasap Earth Scientists, alias ketua organisasi gabungan geologists & geophysicists dari Caltex yang ada di SBU Duri dan Bekasap, anggota sekitar 90 orang. Kegiatan: fieldtrip strat & struct, bakar ikan dan diskusi geologi atau urusan karier kantor, sepedahan, buka puasa, mendorong diadakannya program S2 Geologi di kantor....dst. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

