Dear Pak Deddi & Gemstone Lovers IAGI, 
Sebelumnya mang Okim mohon izin kepada Pak Deddi untuk meneruskan postingnya ke 
rekan-rekan gemstone lovers yang lain, karena selain menarik, hal-hal 
supranatural seperti yang dialami oleh Pak Deddi ini cukup sering diceritakan 
oleh orang lain dan pernah terjadi juga siih ke mang Okim.  Lima belasan tahun 
yang lalu, tahun 1990, pada awal-awal sebagai rock-hound, mang Okim berada di 
sebuah losmen kecil di Kebumen ( tarifnya waktu itu kurang dari 5.000 rupiah 
per kamar /per malam : untuk 2 orang lagi ). Usai sholat subuh, contact person 
mang Okim ngetok pintu dan menunjukkan contoh batuan berwarna hijau daun. Hati 
mang Okim langsung terkesiap karena batuan tersebut adalah yang mang Okim 
cari-cari selama ini ( katanya siih Pak Benny Wahyu pernah nyebut-nyebut 
tentang batu hijau ini yang diperkirakan sebagai giok ! ). Mang Okim mulai 
berhipotesa tentang hubungan temuan tersebut dengan mimpi mang Okim sebelumnya. 
Tidak seperti Pak Deddi, mimpi mang Okim berkaitan dengan ikan emas. Biasanya 
sewaktu kecil, kalau sudah mimpi melihat / ketemu ikan, apapun jenisnya, pasti 
ada saja kejadian menyenangkan, entah dikasi uang oleh tamunya ayah, terima 
raport yang nilainya aduhai, nemu sesuatu di jalan ( eeh, waktu itu mang Okim 
masih anggap sebagai rezeki dari Allah, he-he ), diisinkan oleh ayah nonton 
filem Tarzan atau Robinhood, atau dapat kiriman sesuatu dari kakak di Jakarta 
atau di Bandung ( mang Okim bungsu siih ). Dan alhamdulilah, berkat temuan batu 
hijau itulah semangat mang Okim tumbuh lagi untuk nerusin ngulik batumulia, dan 
bertambah pulalah rezeki mang Okim sehingga bisa muncul di milis IAGI ini tanpa 
terlalu pusing memikirkan tarif listrik. Mengenai kisah ilmiah batu hijau ini 
bisa dilihat di Proceeding IAGI 2-3 tahun yang lalu ( ditulis oleh Pak Chusni 
Ansori dan mang Okim ). 

Last but not least, mang Okim tak ingat lagi apakah mang Okim mimpi  ketemu 
ikan juga sewaktu pertama kali ketemu dan kepincut dengan neng Ai yang asli 
Garut. Tetapi yang jelas, berkat ketemu dan mempersunting mojang Garut inilah 
mang Okim menjadi tidak malas pergi berburu batu ke wilayah Garut Selatan yang 
akhirnya dapat menemukan batu mulia agak berkualitas yang  membantu lagi 
kelancaran kehidupan mang Okim .

Oh ya, apa bedanya mimpi Pad Deddi dengan mimpi mang Okim yaa ?  Yang jelas, 
mimpinya Pak Deddi terjadi setelah mendapatkan sesuatu, sedangkan mimpi mang 
Okim  sebelum mendapatkan sesuatu. Barangkali mimpi Pak Deddi itulah yang ada 
kaitannya dengan khodam-khodam yang diyakini khasiatnya oleh kalangan tertentu, 
entah di Medunten atau di tempat-tempat lain. Any comment ? Thanks untuk Pad 
Deddi atas perkenannya meneruskan pengalamannya, Salam batumulia, mang Okim
----- Original Message ----- 
  From: Handiko, Deddi Putranto (KPC) 
  To: miko 
  Sent: Monday, November 28, 2005 3:31 PM
  Subject: RE: Info Alamat 


  Pak Miko,

  Maaf sekali karena kami sekeluarga tidak sempat mampir ke Pusat Promosi 
Batumulia. Disamping karena waktunya sempit juga karena kami hrs menyesuaikan 
jadwal jalan - jalan dng jadwal tidur si kecil yg ternyata tidak pas dng waktu 
jalan - jalan J

  Saya sebenarnya ke Bandung  krn diutus oleh perusahaan untuk bertemu dng Prof 
Iwan dan Dr Wawan (Geofisika ITB, Bapak kenal?) untuk urusan pekerjaan tetapi 
sekalian saya ajak keluarga untuk liburan.

  Sekali lagi mohon maaf mungkin lain waktu, kami langsung mampir bgt ada 
kesempatan.

  Omong - omong soal batu mulia saya sewaktu skripsi S1 di formasi Dukuh, 
Kulonprogo (OAF) menemukan silicified wood berwarna coklat muda - ungu (dimensi 
20lbx20pjx30tg) yg masih utuh dan membentuk 'bonggol'. Penduduk menamakannya 
Batu Kenconowungu yg katanya jarang. Dan malamnya saya bermimpi ada kakek tua 
berjenggot berjubah putih menangis nangis sambil pergi dan menitip batu tsb 
kepada saya (he .. he .. he ..). Saya juga sempat mengalami beberapa mimpi yg 
berhubungan dengan batu mulia yg saya miliki. Sulit dipercaya ttp begitu.

  Tetapi istri saya sangat tertarik dng keindahannya dan sdg berusaha untuk 
membuat dan mendesain sendiri perhiasan batu mulia, meskipun hingga sekarang 
belum sempat krn ada si kecil. Sewaktu belum ada si kecil, kami suka sekali 
jalan jalan ke pusat batu Martapura, Kebun Sayur Balikpapan, Pasar Batu 
Jatinegara Jakarta, Samarinda, Tenggarong hanya untuk belajar keaslian batu 
mulia. Sempat juga tertipu (maklum jam terbang masih sedikit) Giok Putih tetapi 
ternyata hanya marmer biasa, tidak mahal sih tapi kesel juga. Kami juga suka 
sekali mengoleksi Martavan (antang, tempayan) Cina yg masih lumayan banyak di 
Kaltim. Wah kok ngelantur, ya.

  Sekali lagi mohon maaf karena kami tidak sempat mampir.

  D



  -----Original Message-----
  From: miko [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, November 15, 2005 9:58 AM
  To: Handiko, Deddi Putranto (KPC)
  Subject: Re: Info Alamat 



  Pak Deddi dan keluarga,

  Silahkan singgah di Jln. Pajajaran No. 145 ( Pusat Promosi Batumulia 
Indonesia ) atau di Jln. Pajajaran 128 ( rumah ). Lokasinya 
seberang-seberangan, sebelum masuk bandara Husein. Bisa nelpon ke 022.6038712 
atau 6075855. Hp 08122010582. Ditunggu ya, Salam, mang Okim 

Kirim email ke