Sambil menunggu para Empu Gunungnya  turun gunung..

ada cerita menarik tentang gunung galunggung dan cerita proses
penyelamatannya...
(ini cerita dari teman saya yang orang tasik lho...tapi waktu kejadian
dianya masih 5 tahun jadi kalau salah mohon dikoreksi)

Dari tanda - tanda awal gunung itu mau meletus sampai benar - benar meletus
butuh waktu 9 bulan..
Dalam waktu 9 bulan itulah orang sudah membuat tanggul dari batu batu besar
yang diikat dengan kawat , dengan harapan bahwa lahar yang datang bisa
dibelokkan
dan dialirkan ke sungai yang tidak melewati kota Tasik.
Selain itu juga sudah dibuat terowongan - terowongan injeksi untuk
mengurangi jumlah air yang ada di kawahnya...

Latihan - latihan penanganan bencana sudah dilakukan...masyarakat sudah
diajarkan untuk menuju muster point begitu tanda evakuasi
dibunyikan...masyarakat pun dengan
antusias mengikuti latihan - latihan tersebut....

Hari makin dekat, aktivitas gunung makin tinggi , para petugas pengawas
gunung api yang harus memberi tanda evakuasi makin tegang..karena mereka
harus memastikan
kapan sebaiknya mengungsikan penduduk....
Pada saat hampir kejadiannya,  para petugas itu masih ragu untuk
mengungsikan penduduk sampai akhirnya ada pak tua yang ukluk-ukluk datang
ke para petugas itu dan
menceritakan tentang mimpinya...setelah mendengar cerita dari pak tua itu,
segeralah tanda evakuasi dibunyikan dan semua penduduk kecuali pak tua itu
diungsikan...
Pak tua itu kembali ke rumahnya dan tidak ikut mengungsi....dan menurut
cerita ketika lahar menyapu rumah penduduk di kaki gunung, cuma rumah pak
tua itu yang selamat
dan tidak hancur sementara semua rumah penduduk lainnya sudah tersapu lahar
dan pak tua itu tetap selamat dan segar bugar....

Ada beberapa hal menarik tentang cerita di atas  dan relasinya dengan
G.Ciremai

1. Sistem pencegahan bencana yang dilakukan dengan membangun tanggul dan
terowongan.
Penentuan posisi tanggul itu dimungkinkan karena bentuk dari puncak kawah
dari Gunung Galunggung yang mempunyai slope failure yang jelas mengarah ke
arah kota Tasik.
Sehingga dengan adanya tanggul tersebut aliran lahar dapat dibelokkan
keluar kota Tasik .

Nah hubungannya dengan G.Ciremai bagaimana bila kita tidak tahu kira - kira
ke arah mana aliran lahar yang akan datang ,yang disebabkan bentuk kawah
yang cone dan simetri di berbagai sisi. Padahal kalau melihat posisi
G.Ciremai  di apit oleh Majalengka di NW, Cirebon NE, Kuningan SE.
Apakah dengan pemasangan GPS di sekeliling G.Ciremai tersebut bisa
memperkirakan di arah mana G.Ciremai tersebut akan jebol dengan mengukur
dilatasi di masing 2 GPS tersebut....?, dan kira - kira berapa lama
waktunya untuk bisa mengetahui arah kemungkinan jebolnya dari GPS...?

2. Menurut cerita kawan saya ..hanya penduduk disekitar gunung saja yang
diungsikan...
Nah berdasarkan kejadian yang sudah - sudah,  seberapa jauh sebenarnya
lahar  bisa mengalir (tentu berhubungan juga dengan viscosity dari lahar
tersebut)..?




Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



|---------+---------------------------->
|         |           Ferdinandus      |
|         |           KARTIKO-SAMODRO  |
|         |                            |
|         |           01/12/2005 09:46 |
|         |           AM               |
|         |                            |
|---------+---------------------------->
  
>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
  |                                                                             
                                 |
  |       To:      <[email protected]>                                        
                                 |
  |       cc:                                                                   
                                 |
  |       Subject: Re: [iagi-net-l] gunung ceremai(Document link: Ferdinandus 
KARTIKO-SAMODRO)                   |
  
>--------------------------------------------------------------------------------------------------------------|



Kemarin saya lihat - lihat lagi malah sebenarnya  ada 3 barisan yang
berbeda
di barat  dan sejajar bandung G.Halimun,G Salak,G Pangrango,G gede
di selatan Bandung G.Patuha, G Papandayan ,G Cikuray.
di utara Bandung G Tangkuban perahu dan G Ciremai.

Yang saya ingin tahu adalah apakah keaktifan gunung api itu bersifat acak
atau tidak ...?
Misalnya begini : G Ciremai adalah gunung tertinggi di jawa barat sampai
3076 m...
simple saja  saya mengatakan berarti yang paling lama tidak meletus adalah
gunung Ciremai...
karena kalau sering meletus maka akan jadi makin rendah...
Kemudian saya lihat lagi G.Gede dan Pangrango tinggi juga ...jadi juga
sudah lama juga tidak meletus....

Nah kalau terjadi gerakan subduksi yang terus menerus dan magma itu
terdistribusi ke atas ...
tentu magma  akan mencari daerah yang paling mudah untuk naik dan keluar ke
atas (bidang retakan , jalur magma yang sudah ada dsb)

Nah lalu apakah kita bisa memprediksi kemanakah kemungkinan magma itu akan
keluar sehingga memperkirakan gunung mana yang akan aktif... dari pola
gunung gunung tersebut...? kalau memang melalui bidang lemah tentunya bisa
diprediksi tapi kalau acak sifatnya ya sulit...
Apa mungkin magma keluar tidak melalui gunung tapi tahu - tahu ditengah
kota bandung..?


Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852



|---------+------------------------------>
|         |           [EMAIL PROTECTED]|
|         |           nesia.co.id        |
|         |                              |
|         |           01/12/2005 09:18 AM|
|         |           Please respond to  |
|         |           iagi-net           |
|         |                              |
|---------+------------------------------>
  
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
  |                                                                             
                                  |
  |       To:       <[email protected]>                                       
                                  |
  |       cc:                                                                   
                                  |
  |       Subject:  Re: [iagi-net-l] gunung ceremai                             
                                  |
  
>---------------------------------------------------------------------------------------------------------------|





Fer, menurut saya dari keaktifannya meraka tidak berbeda. Sebab, Gn. Gede
termasuk gunung api aktif, seperti bisa kita lihat dari Alun2 Suryakencana.
Juga G. Salak dg Kawah Ratu-nya, dan Tangkuban Perahu dg tiga kawah-nya.

Juga dari elevasi-nya tidak ada suatu yg membedakan keduanya.  Sebab
Halimun hanya 1700-an, Tangkuban hanya 2100 an. Sedangkan barisan "selatan"
versinya Ferdi spt Cikuray (2800-an), Patuha (2400-an) mdpl.

Salak, Gede, Tangkuban, Ciremai, Patuha, dll berada dalam busur vulkanik
yang sama seperti juga Slamet, Merapi-Merbabu, Welirang-Arjuna,
Sindoro-Sumbing, Lawu, Semeru, Raung dll. Mereka terbentuk sbg akibat dari
kelanjutan zona subduksi sekarang di selatan Jawa.

Satu2nya vulkanisme yang berbeda di Jawa hanyalah Gn. Muria di dekat
Jepara, Jawa Tengah. Sebab vulkanisme-nya terbentuk karena subduksi Miosen
dg Zona Benioff yg lebih dalam dan komposisi magma yg lebih potasik.

Para "volcano-lovers" mungkin bisa mengkoreksi/menambahkan.

semoga bermanfaat,

Ferry




                    Ferdinandus.KARTIKO-SAMODRO

                    @total.com                        To:
<[email protected]>
                                                      cc:

                    11/30/2005 04:31 PM               Subject:
[iagi-net-l] gunung ceremai
                    Please respond to iagi-net







Rekan - rekan

Kalau kita lihat peta jawa barat dan melihat gunung - gunungnya maka
seperti ada dua barisan gunung api di jabar
mulai dari barisan utara Bandung : G.Halimun,G salak,G.Pangrango,G.Gede, G
Tangkubanprahu dan lalu G.Ceremai
Barisan lainnya di selatan Bandung  adalah :
G.Patuha,G.Papandayan,G.Cikuray dan mantan G Galunggung.
Kalau diukur ketinggiannya G.Ciremai adalah yang paling tinggi :3076 m
diikuti G.Pangrango (3017 M), G Gede  (2958) m semuanya di bagian utara
dan kalau cerita tentang keaktifan sepertinya selatan lebih aktive daripada
utara (G.Galunggung,Papandayan etc) dibandingkan dengan bagian utara..

Kira - kira faktor geologi apa yang mengontrol sehingga ada 2 barisan
tersebut, dan apa yang mengontrol perbedaan keaktifan kedua barisan gunung
tersebut..?
subduksi..?


Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852


This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)
-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------






---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------






This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke