Pak Awang

Apa zone lemah bogor trough ini berhubungan juga dengan sesar lembang yang
ditulis oleh Mas Harry Kusna...?
kalau iya apakah sesar lembang ini menerus sampai G.Halimun, G salak
G.Pangrango , G.Gede dsb...?
Dan kalau melihat kemenerusannya setelah  G Pangrango /G.Gede ada danau
Cirata dan Jatiluhur yang merupakan zona rendah sebelum G.Tangkuban
Perahu..
Melihat posisi barisan G.Tangkuban perahu yang sedikit ke utara dibanding
barisan G.Gede ...apa sebenarnya ada sesar mendatar yang tegak lurus (arah
utara selatan)  dengan sesar lembang (barat timur)  yang menggeser
G.Tangkuban Perahu ke utara dan menjadi bidang pembuka untuk  D.Cirata dan
D.Jatiluhur...
Kelurusan ke utara  juga sepertinya yang membatasi antara GHalimun, GSalak
dengan G.Gede dan Pangrango sehingga G.Gede dan Pangrango bergeser sedikit
ke utara di bandingkan G.Halimun dan G.Salak.

Kemudian di bagian selatannya G.Patuha, G Papandayan dsb...
Kalau kita tarik garis ke kiri dan ke kanan maka tidak ada kemenerusan yang
jelas ....sepertinya kompleks sendiri di tanah jabar yang agak menonjol ke
selatan..(bandingkan  dengan banten dan jawa tengah)
Apakah ada kelurusan barat timur yang juga mengontrol bagian selatan....?
dan kemanakah berhentinya kelurusan barat timur di selatan tersebut....? di
bawah laut Banten..?

Ada yang menarik tentang keaktifan G.Api, yaitu keaktifan G.Papandayan
G.Galunggung dan G Gede Pangrango. Menurut info Mas Ferry bahwa G.Gede
adalah G yang aktif..sama dengan G.Papandayan  yang mungkin menunjukkan
bahwa sesar mendatar arah utara selatan memang telah membawa jalur
kelurusan barat timur di selatan bandung (GPatuha ,Pengalengan,Galunggung)
menyatu atau berdekatan dengan kelurusan barat timur dari G.Gede  dan G.
Pangrango sehingga menjadi satu bidang lemah yang memanjang dari G.Gede dan
Pangrango sampai Patuha dan Papandayan, yang menyebabkan G.Apinya jadi
aktif.

Yang perlu dicek apakah memang kelurusan Utara selatan ini lebih muda dari
pada pola barat timur sehingga pergeseran gunung dan keaktifannya dapat
terjadi....?



Regards

Kartiko-Samodro
Telp : 3852




----- Forwarded by Ferdinandus KARTIKO-SAMODRO/BPN/ID/EP/Corp on 06/12/2005
08:47 AM -----
                                                                                
                                                                
                      "Awang Harun                                              
                                                                
                      Satyana"                 To:       <[email protected]>  
                                                                
                      <[EMAIL PROTECTED]        cc:                             
                                                                 
                      om>                      Subject:  RE: [iagi-net-l] 
G.Cereme lagi ( was pola gunung di jawa tengah dan jatim)             
                                                                                
                                                                
                      05/12/2005 06:19                                          
                                                                
                      PM                                                        
                                                                
                      Please respond to                                         
                                                                
                      iagi-net                                                  
                                                                
                                                                                
                                                                
                                                                                
                                                                




Ferdi,

Di Indonesia, khususnya di Jawa-Sumatra, pola penyebaran gunungapi erat
terkait dengan sistem retakan di kerak Bumi atau konfigurasi basement-nya.
Untuk Jawa Barat, kita bisa golongkan tiga pengelompokan.

(1) kompleks Krakatau-Karang-Pulasari di barat Banten sampai Selat Sunda.
Ini terkait dengan sistem retakan kompleks (lebih dari satu retakan) di
sekitar Banten-Lampung, yang merupakan relic (bekas) saat Banten dan
Lampung terpisah.

(2) deretan gunung yang membentuk kelurusan barat-timur di utara Bandung.
Ke dalam deretan ini tergabung Gunung
Halimun-Salak-Gede-Pangrango-Tangkuban Perahu-Bukit Tunggul-Ciremai. Ini
terkait dengan penerobosan magma pada zone lemah Bogor Trough yang punya
kerak intermediate.

(3) deretan gunung selatan Bandung, yaitu dari Patuha-Galunggung. Ini
terkait dengan penerobosan magma di tepi Jampang Plateau dan zone depresi
tengah Jawa.

Saya yakin, semua gunungapi ini lebih-kurang berhubungan dengan partial
melting 100-200 km di zone subduksi. Hanya, saat magma naik, ia akan keluar
di permukaan pada zone2 lemah yang telah ada di kerak Bumi. Zone lemah di
kerak Bumi adalah retakan2 sesar besar, dan zone pertemuan antar
konfigurasi basement. Tepi2 jalur fisiografis yang dibuat van Bemmelen
adalah zone2 lemah, sebab di situlah terjadi pertemuan dua konfigurasi
basement.

Legenda Bandung tentu masuk akal didekati dari manapun (sejarah, arkeologi,
geologi, atau dongeng). Terlalu banyak bukti yang menguatkannya. Banyak
publikasi ilmiah dan populer bisa dibaca tentang ini. Pak Koesoemadinata
tentu bisa bercerita banyak tentang ini. Danau Bandung pernah ada. Bandung
dikepung oleh banyak daerah dengan sebutan Ujung, Bojong, atau Ranca. Itu
hanya toponim, tetapi punya arti. Hubungkan saja dulu semua daerah2 itu
oleh garis yang membentuk kurva dan begitulah kira2 bentuk danau Bandung
dulu. Ujung dan Bojong adalah tanjung (dari danau, daratan yang menjorok
masuk ke danau), sedangkan Ranca adalah rawa, sisa2 penenggelaman. Nah,
kita bisa bahas panjang lebar bahwa memang pernah ada Gunung Sunda yang
tinggi di utara Bandung yang meletus dan kawah2 Burangrang, Bukit Tunggul
dan Tangkuban Perahu adalah sisa2-nya.

Gunung Ciremai terjadi menerobos tepi antara Bogor Trough dan Paparan
Utara. Gunung ini memang relatif paling utara di banding anggota-anggota
lain di deretannya. Bisa jadi paling tinggi karena relatif tak aktif.
Mengapa tak aktif, salah satunya karena ia punya zone Benioff paling dalam
di Jawa Barat, sekitar 250 km. Seperti juga gempa, semakin dalam
hiposentrumnya semakin tak aktif, begitulah Ciremai. Sumber magmanya dalam,
relatif lebih dalam dari yang lain, maka tak terlalu berulah seperti
gunungapi2 di selatan yang Benioff zone-nya bisa 100 km saja.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, December 05, 2005 3:38 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] G.Cereme lagi ( was pola gunung di jawa tengah dan
jatim)

Salam Pak Awang


seperti biasa, saya ketinggalan lagi tulisan Pak Awang yang datang dari
yahoo...Enggak tahu kenapa semua email dengan yahoo tidak bisa nyampai ..


Kalau kita kembali ke Jawa Barat...apa yang mengontrol pola gunung api di
jawa barat..?                        kalau secara kasar saya lihat ada 3
pola yaitu di barat bandung, di utara bandung dan selatan bandung.


Dan "dongeng" bahwa Bandung dulu merupakan kawah dari gunung raksasa di
jawa barat yang kemudian meletus..dan jadi danau dan gunung - gunung di
sekitar bandung merupakan anak dari gunung raksasa sebelumnnya...apa masuk
akal secara geologi...?


Untuk G.Cereme lebih menarik lagi karena Cereme adalah Gunung tertinggi di
jawa barat, terletak paling utara dan relatively  lebih sedikit aktif
dibandingkan gunung yang lain di jawa barat


Apakah ada kontrol khusus untuk G.Cereme ini..?



--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.362 / Virus Database: 267.13.11/191 - Release Date: 12/2/2005


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------





This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke