Pak Johnson, thx update-nya.
   
  Dari Yogya, mas Agus Hendratno mengabarkan peringatan i tahun tsunami 
NAD-Nias dipusatkan di UPN Veteran dengan melakukan diskusi intens yang 
melakukan provokasi kampanye SADAR BENCANA diantara mahasiswa, dosen dan 
kawan-kawan pers. Beritanya dimuat di koran lokal.
   
  Dari Bengkulu, mas Bambang mengabarkan  

From: Bambang Purbiyantoro [mailto:[EMAIL PROTECTED]

Sent: 28 Desember 2005 23:35

To: [EMAIL PROTECTED]

Subject: Laporan peringatan 1 thn tsunami Aceh di Bengkulu

 

Kepada pak ketum dan mas ariadi(mas sekjen) serta pak mantan ketum(adb)

Lapor :

1. Pelaksanaan peringatan 1 tahun tsunami aceh di bengkulu telah  

dilaksanakan pada hari selasa 27 Des 2005 (sori terlambat sehari)

2. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Dinas ESDM Prop Bengkulu

3. Topik yang diangkat adalah "Peringatan 1 tahun bencana gempa bumi 

dan tsunami aceh sebagai momentum untuk meningkatkan kewaspadaan publik

bengkulu"

4. Acara diisi dengan materi : review gempabumi dan tsunami aceh, 

potensi gempabumi dan tsunami di bengkulu, upaya mitigasi.

5. Acara dimulai jam 8.30 tapi molor 1/2 jam dan selesai jam 12.30 

(agak ditutup cepat habis panitia gak nyiapin makan siang .....)

6. Antusias peserta peringatan sebanyak +  70 orang yang datang dari

berbagai golongan seperi ketua dprd, rektor, dosen, polda, polresta, 

lsm, bem perguruan tinggi, tokoh masyarakat dll sangat  tinggi

7. Bersama dengan Dinas ESDM dikeluarkan beberapa rekomendasi

8. Berita pelaksanaan peringatan 1 tahun ini talah dimuat di harian 

Rakyat Bengkulu pada hari rabu 28 des 05

Sekian terimakasih


johnson achmad paju <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  pak ar

ini yang sempat saya kutip dari media lokal makassar www.fajar.co.id

http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=14633

Makassar dan Parepare Rawan Tsunami( 26 Dec 2005)

IAGI: Pemerintah Kurang Serius Antisipasi Bencana

MALANG -- Sejumlah daerah di Indonesia rawan terjadi bencana geologi, yang
dapat mengakibatkan gelombang tsunami. Daerah tersebut antara lain, Padang,
Medan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Bandung, Bali, Palu, Gorontalo, Makassar,
dan Parepare.

"Tapi kami tidak tahu kapan persisnya terjadi tsunami di daerah-daerah itu
dan seberapa kekuatannya. Berbeda dengan gunung api yang dapat dideteksi
dengan seismograf. Tapi daerah-daerah tersebut sangat rawan tsunami dan
pemerintah sepertinya kurang serius mengantisipasi bencana itu sejak dini,"
kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Dr Andang Bachtiar, di
Malang, kemarin.
Ia menyebutkan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias, cukuplah
menjadi pelajaran. Karena pelajaran lainnya, seperti pada 1815 di Tambora
dengan korban sebanyak 90 ribu jiwa, 1977 di Sumba, 1979 di Flores, dan 1992
di Banyuwangi sepertinya dilupakan pemerintah.
Dalam pandangan IAGI, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai saat
ini belum mengeluarkan kebijakan tegas untuk mengantisipasi ancaman bencana
alam seperti itu.
"Indonesia merupakan daerah rawan bencana geologi, seperti tsunami, gempa,
dan gunung meletus. Sayangnya, belum diimbangi dengan kebijakan pemerintah
untuk mengantisipasi ancaman bencana itu," katanya.
Menurut dia, keseriusan pemerintah mengantisipasi bencana itu agar tidak
terulang, hingga kini belum terlihat. Apalagi penanganan bencana bukan saja
dilakukan setelah bencana terjadi, tapi jauh hari sebelumnya.
Caranya, harus ada kebijakan pemerintah terkait dengan penanganan
prabencana. "Bencana geologi semisal gempa, gunung meletus, tsunami, dan
banjir, memang tidak dapat dihindari. Tapi pemerintah dapat mengurangi
dampak sosialnya dengan kebijakan yang tepat," kata pakar geologi ITB ini.
Ditambahkan, bencana tsunami merupakan kejadian alam dengan siklus ratusan
tahun. Berdasarkan penelitian ahli geologi, diketahui bahwa tsunami akan
berulang dalam 200-300 tahun di lokasi yang sama. "Berdasarkan pengamatan
terhadap batuan, sedimen, dan pinggir laut, kami dapat mengetahui suatu
lokasi pernah mengalami tsunami," tandasnya.


Peringatan Setahun Tsunami

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan utusan perwakilan 37 negara sahabat
dipastikan akan hadir untuk peringatan setahun tsunami yang dipusatkandi
Kota Banda Aceh, hari ini. Peringatan setahun tsunami akan diisi dengan
kegiatan doa bersama danmelakukan ziarah ke kuburan massal korban tsunami.
Utusan dan perwakilan dari negara sahabat yang akan hadir di antaranya
berasal dari Malaysia, Thailand, Amerika Serikat, dan Timor Leste.
Peringatan setahun tsunami ini dilakukan di Mesjid Jamiek Baiturrahim, Ulhee
Lheu, Banda Aceh. Demikan disampaikan oleh Adlai Goldberg, Manager Media
CenterBRR dalam media briefing bersama wartawan di Media Center BRR, Banda
Aceh, Sabtu sore, kemarin.
"Presiden akan tiba di Mesjid Ulhee Lheu dan kemudian melakukan ziarah ke
kuburan massal yang ada di sana, di sana presiden juga akan mengunjungi
fasilitaspenyulingan air bersih yang didanai oleh Kuwait," ujarnya.
Selain di Ulhee Lheu, presiden dan rombongan tamu negara itu juga akan
melakukan ziarah ke kuburan massal korban tsunami yang berlokasi di Lampuuk,
Aceh Besar. Rombongan presiden juga kan meninjau proyek pembangunan jalan
lintas pantai barat Aceh yang dibangun dengan bantuan dana dari USAID.
Sore harinya, presiden juga akan mengunjungi pabrik pengolahan limbah di
Kampung Jawa, Banda Aceh. Puncak perayaan pada malam harinya juga diadakan
di Masjid Raya Baiturrahman usai salat Isya. Di sana, SBY juga akan bertemu
dengan masyarakat Aceh, sekitar 10.000 warga diperkirakan akan hadir di
masjid tersebut mengadakan salat dan doa bersama.
Deputy Bidang Pendidikan dan Kesehatan BRR, Said Faisal, mengatakan kegiatan
peringatan setahun tsunami ini dilakukan untuk mengenang kembali semua warga
Aceh yang sudah menjadi korban saat musibah gelombang besar itu melanda
Aceh, tahun lalu.
"Mengenang itu mungkin memang sebuah hal yang perlu kita lakukan, tapi
mengenang bukan artinya untuk kembali ke masa lalu, tapi harus
menjadikannyasebagai sebuah pelajaran agar kita bisa bangkit kembali untuk
membangun ke arah yang lebih baik," ujarnya.
Selain perwakilan 37 negara sahabat yang mejadi tamu undangan langsung
presiden Susilo Bambang Yudhoyono, departemen luar negeri juga mengundang
sekitar 87 negara yang selama ini sudah menjadi donor dan membantu
masyarakat Aceh dalam mengatasi musibah berat ini.

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




                
---------------------------------
Yahoo! Photos
 Ring in the New Year with Photo Calendars. Add photos, events, holidays, 
whatever.

Kirim email ke