Minggu, 01 Januari 2006 20:53:00 Pengelolaan Sumur Minyak Sukowati Diambil Alih Pertamina
Bojonegoro-RoL -- Pengelolaan sumur minyak Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur masuk Blok Tuban yang semula 80 persen wilayahnya dikuasai ExxonMobil, kini diambil alih PT Pertamina. Kemal Nazar, Public Relations Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java, kepada Antara , Minggu, mengakui adanya penyerahan wilayah pengelolaan sumur Sukowati yang semula 80 persen haknya dikuasai ExxonMobil dan 20 persen PT Pertamina dan Petro China itu kepada Pertamina. "Bukan dijual, tapi hak atau wilayahnya sekarang dikuasai PT Pertamina yang penyerahannya dilakukan baru baru ini. Jadi bukan diakuisisi, ya namanya masih tetap yang mengelola JOB Pertamina-Petro China East Java," kata Kemal Nazar. Di dalam ladang sumur Sukowati, ExxonMobil yang memiliki hak wilayah 80 persen hanya sebatas melaksanakan studi dan penelitian seismik. Sedangkan Petro China, kata Kemal Nazar, selain melaksanakan penelitan seismik juga bertindak sebagai operator lapangan. Kemal enggan merinci alasan penyerahan ladang sumur minyak Sukowati itu, apakah ada kaitannya dengan bargaining PT Pertamina dengan ExxonMobil menyangkut operator lapangan di sumur Migas Blok Cepu di Bojonegoro yang hingga sekarang JOA ( Joint Operation Agreement) nya belum ditandatangani. "Kita juga masih menunggu JOA ( Joint Operating Agrement ) sumur Sukowati untuk bisa membagi hasil yang sudah diperoleh," jelas Kemal Nazar. Eksploitasi sumur minyak Sukowati yang dimulai sejak Juni 2005 lalu, telah menghasilkan minyak 2,2 juta barrel lebih dan diperoleh hasil sebesar 150 Juta dolar AS. Menurut Kemal Nazar, uang hasil eksploitasi tersebut masih disimpan di sebuah Bank di Hongkong dan belum bisa dibagi karena masih menunggu proses penandatanganan JOA. Syarif Usman, Direktur Winner Centre, kepada Antara, menyatakan, di dalam pengelolaan sumur Sukowati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sama sekali tidak bisa memonitor hasil eksploitasi, karena tidak masuk di dalam PI (participating Interest). Pemerintah Kabupaten Bojonegoro hanya sebatas sebagai penonton, dengan demikian berdasarkan UU Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah yang bagi hasilnya enam persen belum bisa diperoleh. "Masyarakat sekitar lapangan Sukowati hanya sebatas mendapatkan CD ( Comunity development ) yang besarnya Rp 1,3 miliar, padahal hasil yang sudah berhasil dikeduk dari perut bumi di Bojonegoro mencapai trilyunan rupiah," kata Syarif Usman. Ia mengaku akan mempermasalahkan bagi hasil sumur minyak Sukowati termasuk kemungkinan Kabupaten Bojonegoro bisa mendapatkan PI 10 persen. ant/pur -- --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

