Setahu saya persamaan Helmholtz biasanya dipakai untuk merepresentasikan penjalaran gelombang dalam bentuk "spherical wave", jadi berbeda dengan ray theory dimana penjalaran gelombang dalam bentuk "plane wave". Dampaknya adalah pada ray theory, gelombang seolah dipantulkan pada satu titik pantul, sedang pada spherical wave, gelombang yang terekam merupakan superposisi dari berbagai titik pantul, jadi lebih realistik dalam menggambarkan efek 3D di bawah permukaan bumi. Persamaan Helmholtz dengan kata lain dekat dengan apa yang dikenal efek "Fresnel zone". Persamaan Helmholtz sangat bagus dalam menjelaskan efek topogragi pada penjalaran gelombang seismik, misalnya "bow tie", efek penguatan amplitudo pada syncline dan efek pelemahan amplitudo pada anticline.
Kelemahan persamaan Helmholtz adalah mahal dalam urusan kecepatan perhitungan, apalagi kalau berurusan dengan 3D multi interfaces. Ada beberapa yang mencoba mengatasi ini dengan misalnya menggunakan metode Gaussian beam, dimana "spherical wave" diganti dengan "cone wave" yang datang dari titik-titik pantul utama tapi dugaan saya tetap tidak sebagus jika kita menerapkan Helmholtz. Dugaan saya, formula Pak Yogi ini adalah untuk menyelesaikan hambatan komputasi numeriknya. LL -----Original Message----- From: Yosef Khairil Amin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, December 30, 2005 10:36 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Formula Yogi Permudah Pencarian Minyak Sepemahaman saya iya, ini adalah salahsatu kekurangannya (maklum bagian imajiner itu kan secara matematis adalah mencari angka dari akar-pangkat-dua negatif 1), dan kemudian harus di-"tie-in" ke dalam bentuk fisik sehingga memiliki arti secara geo-logic. Belum lagi asumsi yg mengatakan bahwa gelombang-datang dianggap selalu tegak lurus bidang yg didatanginya, padahal kan tidak seperti itu. Belum lagi kalau media yg didatanginya tidak datar. Ini menjadi tantangan tersendiri untuk para pakar matematika terapan. CMIIW. Yosef KA On 12/30/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Apa yang dimaksud kekurangan ini adalah bagian imaginernya? Yosef Khairil > Amin To: [email protected] > <[EMAIL PROTECTED] cc: > .com> Subject: Re: [iagi-net-l] > Formula Yogi Permudah > Pencarian Minyak > 12/30/2005 > 09:59 AM > Please respond > to iagi-net > > Abah, > Sepengetahuan saya relasi kekuatan energi akustik gelombang dengan > medium yang dilaluinya selalu (harus) bisa dihitung, dan ini sudah > menjadi salahsatu paket basic untuk aplikasi seismik yg ada di pasaran > sekarang ini (biasanya dimasukkan ke dalam atribut seismik "kuat > energi"/energy strength), karena karakter ini selalu membuat > geophysicist penasaran tentang jenis litology-nya (berdasarkan > response nya terhadap gelombang akustik). > Padahal sekarang yg lebih penting lagi adalah mengetahui isi dari > litologi yg dilewati tadi, apakah hydrocarbon-bearing atau kosong saja. > > Gelombang akustik secara matematik mempunyai 2 konten: bagian real dan > bagian imajiner. Umumnya hanya bagian real yg diambil untuk > mengkarakterkan gelombang tadi, itu pun tidak sepenuhnya mendekati > karakter aslinya (karena keterbatasan kemampuan komputasi), sekalipun > sudah memakai aneka Transformasi Fourier (FT): fast FT, discret FT, > dll. > > Nah "kekurangan" inilah yang kelihatannya - untuk saat ini - bisa > diisi oleh pemecahan "Helmholtz equation". > > Demikian. CMIIW. > Yosef KA > > On 12/30/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Yosef > > > > Apakag "Helhmholtz Eq" itu juga mencoba mencari hubungan kekuatan > > getaran asal dalam ray pathnya dan pada saat berbenturan dengan > lapisan > > lapisan batuan yang dilaluinya ? > > > > Wah , sorry ini pertanyaan yang sangat elementer dari yang awam > > mengenai prosesing. > > > > Si Abah --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

