> Hallo semuanya,
> selamat berjuang untuk mempertahankan Cepu block.
>
> Tetapi ada satu lagi lapangan yang perlu diperhatikan yaitu lapangan gas
> D-alpha Natuna.
> Saya iseng iseng lihat salah satu dokumen tentang D-alpha Natuna,
>
> ini ada summary nya sedikit:
> +   1980, Pertamina dan Exxon buat kontrak dengan masing2 50 % sahamnyak


      Kalau tidak salah bukan Exxon tapi ESSO.
      Jenis kontraknya adalah JOA , jadi pemilik lahan disini
      adalah Pertamina . Ingat waktu itu UU yang berlaku adalah UU - Perta
      mina , jadi wilayah kerja diluar yang sudah menjadi daerah PSC
      dianggap dan dapat dimintakan menjadi daerah kerja Pertamina.

      Hal ini berarti , Blok ini dapat menjadi blok yang di"disupute" kan
      dan dipublikasikan sebagai " Daerak kerja Esso dengan cadangan ....
      ..... TCF tidak disetujui perpanjangannya , sehingga Esso menderita
      kerugian .......US$ , dan ini akan menyebabkan kondisi penanaman
      modal di Indonesia menjadi jelek " heheh ehehe

      Jadi yang paling berkepentingan sekarang adalah Pertamina , jangan
      sampai diinjak dua kali oleh Walter G Bush , jadi siapkanlah
      dari sekarang !!!!!!!!
      Anda punya asset minimal 45 TCF ,

      Si Abah
> +   1983, D-alpha Natuna ditemukan dengan perkiraan resources: 210 TCF gas
> (dengan komposisi:  71 % CO2,   28% Hydrocarbon (utamanya Methane) 0.5 %
> H2S, 0.5 % N2)
> berati CH4 volume nya kira2  45 TCF  (wow.........)
>
> + Basic agreement di tandatangani thn 1995,  disebutkan ada rencana
> (tetapi tidak jelas apakah ada komitment) untuk bikin 6 platform untuk
> produksi, enam platform treatment, 4 injection platform dan 2 accomodation
> platform.  dengan total perkiraan investment  USD 23 miliard.  CO2 nya
> akan  di Inject ke Carbonate reef, di sekitar Natuna.
>
> + untuk merealisasikan project ini pemerintah menunjuk:
>     * Prof Dr. B.J Habibie sebagai Kepala Tim,
>     * Drs. Faisal Abdaoe, sebagai Ketua Pemasaran (9 anggota)
>     * Ir. G.A.S Nayoan, sebagai Ketua penegembangan lapangan gas (8
> anggota)
>     * Ir. Wiriodidjojo, sebagai ketua pengembangan fasilitas pendukung (12
>

   Memang pernah akan dikembangkan , akan tetapi keekonomian waktu itu ,

   kelihatannya tidak mendukung .
>
> + dokumen internal suatu perusahaan minyak:  ada kemungkinan wilayah ini
> masuk dalam dispute antar negara. (Indonesia & Malaysia )?
>
> + Info dari Pak ADB waktu kunjungan ke KL,  kontrak akan segera berakhir,
> lupa tahun berapa Ndang ?  dan ini kontrak yang mana?

  Kalau PSC , kan standarnya 30 tahun , jadi kalau dihitung dari penanda-
  tanganan kontrak ya mestinya 2010 , tapi apakah kontraknya dimoratorium ?

>
> + dokumen internal dari suatu perusahaan minyak:  daerah injeksi CO2 nya
> di sebelah barat block South Sokang (sokang trough), diantara beberapa
> discovery dari Conoco.
>
> Kalau tidak salah disana tidak ada carbonate reef yang besar untuk
> menyimpan CO2 nya seperti yang direncanakan di awal proposal CO2
> sequestration nya.
>
> + pertengahan tahun ini pemerintah menyatakan akan mengembangkan lapangan
> D-alpha ini, tetapi setelah masuk dalam berita selama sebulan, lalu tidak
> ada berita lagi
> (ada yang tahu rencana selanjut nya?)
>
> + catatan dari suatu perusahaan : lapangan ini adalah reef build-up dengan
> beberapa episode dari bulid-up, jadi bukan hanya satu build-up besar.
>
> + pernah ada perusahaan(service co.)  yang menawarkan hasil porosity
> prediction dari D-alpha Natuna, saya lupa nama perusahaan nya, tetapi
> mereka katanya sudah punya datanya dan sudah bikin AI inversion dan multi
> attribute analysis, saya tidak tahu apakah pakai data 3D atau 2D seismic (
>  pertanyaan: apakah data 3D sudah ada

  Seingat saya setelah pemboran sumur ini belum ada aktifitas eksplorasi
lagi , jadi paling paling data  seismik 2 D.
>
> +gimana perhitungan resource/reserves nya?, apakah berdasarkan 2D seismic
> data, dan porosity yang dipakai pakai Montecarlo dengan suatu
> distribution?).  Kita harus ingat perihal reserve prediction dari offshore
> jawa Timur dan Offshore Sulawesi Tengah.
> Point nya adalah, apakah reserve nya memang sebesar 45 TCF?
>
> + seandainya ada sistem CO2 sequestration yang sudah memenuhi perjanjian
> Kyoto, maka akan banyak sekali lapangan2 disekitar Natuna yang akan bisa
> ekonomis jika bisa numpang setor CO2 nya ke sistem ini.
> paling tidak bisa hitung ke ekonomiannya tanpa harus membuat
> environemental cost nya ngambang dengan angka yang besar atau pakai
> decision tree untuk membuat estimasi biaya dengan memasukkan kemungkinan
> di "sue" karena merusak lingkungan.
>
>
> sekian dulu fakta (?) dari hasil kompilasi saya, silahkan di tambahkan
> lagi dan mari kita bantu pemerintah untuk kompilasi fakta dan analisa kita
> supaya tidak hanya mendengarkan dari sumber yang mungkin punya
> "kepentingan" terhadap lapangan ini.

  LHA KITA SEMUA BERKEPENTINGAN DONG ,ARTINYA KALAU ASSET INI DAPAT
  DIKEMBANGKAN , CADANGAN GAS KITA AKAN CUKUP MELONJAK.

  Si Abah.
>
>
>  fbs
>
> ----- Original Message ----
> From: Ariadi Subandrio <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, December 29, 2005 8:56:19 AM
> Subject: Re: [iagi-net-l] Incentives needed in Indonesia oil and gas
> search
>
>
> Abah,
>   yang pertama2 mengeluarkan statement (opini) adalah pers asing (REUTERs,
> Bloomberg, dsb). nah pers kita kan lebih merasa percaya diri kalau
> mengambil source-nya dari asing (pokok e bau asing adalah benar).
> Jadilah opini-nya tergoreng seperti yang Abah resahkan itu, dimana fakta
> yang terbalik itu menjadi kebenaran, bahkan "kebenaran"nya itu dipercaya
> oleh para pemegang otoritas dan lebih sedihnya "kebenaran terbalik" itu
> juga menjadi pegangan-e Pertamina, ini yang lebih amburadul. Sayangnya
> masalah Information Route seperti ini tak masuk dalam RUU Penyiaran,
> kita disibukkan dengan udel nya Sarah Azhari saja.
>
>   Bicara Cepu di Pertamina rasanya sama dengan bicara G-30S jaman
> Soeharto. Walau "hak"nya blok Cepu adalah hak Pertamina, tapi semua
> bungkam, semua gak ada yang bicara pada proporsi yang sepantasnya,
> sesuai haknya, semua nurut pada Tim Pemerintah yang suaranya dianggap
> seperti Dewa yang gak pernah punya salah, Tim yang tak pernah tau dunia
> bisnis minyak itu. Tak ada yang mengkritisi rencana2 yang
> digembargemborkan ExxonMobil. Tak ada yang bicara review biaya POD
> hingga 2 Milyar Dolar lebih didaerah onshore yang secara infrastruktur
> sangat matang itu. Tak ada yang mempersoalkan foreigners EM kudu naik
> chopper dari Juanda ke Bojonegoro. Tak ada yang memberikan pendapat atas
> biaya H2S mengakibatkan cost operation sampai 2 kali lipat, dsb, dsb.
>
>   Haruskah nungggu Hugo Chavez? atau Ahmadinejad?
>
>
>   lam-salam,
>   ar-.
>
>
> [EMAIL PROTECTED] wrote:
>   > >> Incentives needed in Indonesia oil and gas search
>>> Date: 19/12/2005
>>>
>>> --------------------------------------------------------------------------
>> ------
>>>
>>> Indonesia must find new ways to attract foreign investors to search for
>>> Warnika said he hoped for a breakthrough soon in the dispute over who
>>> will operate the Cepu field, Warnika said.
>>>
>>> The field on Java island, which has the potential to raise Indonesia's
>>> output by 20 percent, is one of Exxon's biggest undeveloped fields with
>>> estimated recoverable reserves of 600 million barrels of oil
>
> Rekans
>
> Coba baca kalimat diatas , betapa jahatnya pers yang menjadikan
> masyarakat (termasuk masyarakat awam di Indonesia) , jadi beranggapan
> bahwa lapangan itu adalah miliknya ExxonMobil dan bukannya milik
> Pertamina.
> Ya , jelas investor lainnya menganggap ini suatu hal yang negatip,
> dan ini bahkan digembar gemborkan seolah olah Pertamina meminta sesuatu
> yang bukan haknya.
>
> Kita sih tahu bagaimana a real story -nya , akan tetapi setelah dimasak
> oleh pers , dan dimatangkan oleh oknum oknum (termasuk dari pemerintah)
> sehingga seolah-olah justru Pertamina yang menghalangi proses ini.
>
> Kan lucu , Pertamina diobok obok oleh kawan sekampungnya ,dengan alasan
> alasan macam macam sedangkan Exxon Mobil dengan bantuan pemerintahnya
> secara leluasa melakukan kampanye "company image"na dikoran koran.
>
> Andaikan Bung Karno masih bisa mendengar dialam baka sana ............
>>> mungkin beliau akan menyesal wafat terlau dini , Wallahualam
>
> Si Abah.
>>>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Shopping
> Find Great Deals on Holiday Gifts at Yahoo! Shopping
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
> (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
> [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke