Koreksi mas Ismail, Geologi memang bukan matematika dan tidak 100% matematis, tapi dia adalah ilmu pasti. Sama dengan fisika, kimia, biologi, astronomi, Geologi adalah ilmu alam yg disiplin pada hukum alam. Hukum alam adalah hukum yg pasti karena dia taat pada hukum Tuhan.
Masalahnya adalah kita belum mampu memastikan kesimpulan yg kita buat berdasarkan data, alat/teknologi, dan menthods yg kita miliki. Begitu mas menurutku Btw, Lebaran haji pulang ke kadirejo gak? (jawab via japri aja mas) Salam, ARIEF BUDIMAN Pertamina - Eksplorasi Sumatra Phone : (021) 350 2150 ext.1782 Mobile : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63 Home : (021) 809 2618 -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, January 06, 2006 8:40 AM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Pakar: Banjir di Jember Bukan Bencana Alam > gelogiawan untuk memberikan rekomendasi yang benar-benar > akurat, sehingga kalau tidak dilaksanakan bencana itu > benar-benar datang. Dengan kata lain, geologiawan kita > harus benar-benar sakti..... ============================================================= inilah persoalannya, karena geologi bukan ilmu pasti, hanya bisa meramalkan saja Ism > >> Agak telat ngasih pe-er-nya brur,... >> >> karena pada hari pertama longsor terjadi Tim dari IAGI Jawa >> Timur sudah bergerak ke Jember dipimpin oleh Soffian Hadi >> dari PPIAGI Demisioner dan dikoordinasikan juga oleh >> Ikhsyat Syukur di Surabaya. Selain ikut membantu masyarakat >> di urusan emergency, kawan-kawan Jatim juga mencoba > mengumpulkan >> data dalam kaitannya dengan penyebab banjir bandang, lokasi >> daerah aman, > dan >> ikut memberikan penerangan kepada masyarakat dan >> pejabat-pejabat terkait sehubungan dua hal tersebut diatas. >> Soffian ikut mendampingi Gubernur > Jatim >> dan sebagian bahan yg dikumpulkannya dijadikan referensi >> dalam wawancara > dg >> wartawan saat Menko juga datang kesana. Dari monitoring >> lewat sms dg > kawan2 >> disana, sementara ini info awalnya adalah: >> - hutan lindung di atas / daerah hulu sungai masih bagus >> - sebagian hutan produksi di sepanjang daerah aliran sungai >> rusak SETELAH bencana (karena dilanda luapan banjir >> bandang) >> - curah hujan di 3 stasiun terdekat 115, 138, 179 mm pada >> catchment 4130HA lewat sungai "dangkal" sehingga >> mengakibatkan "destruction" >> - pemukiman dibangun di atas endapan aluvial purba bekas >> banjir-banjir bandang pada periode-periode sebelumnya >> - siaran khusus IAGI JATIM LIFE di radio Suara Surabaya >> SCFM tadi pagi jam > 7 >> tentang masalah Banjir Bandang Jember >> - besok pagi jam 7:00 Soffian akan membriefing Men LH, Men >> Hut, dan MenKes di Juanda sebelum mereka pakai chopper ke >> Jember. >> Selain itu ada informasi juga telah terjadi longsor di >> Banjarnegara dengan korban sudah mencapai 6 orang >> >> Note: >> Kalaupun Dr Suparto Wijoyo menyalahkan pemerintah karena >> bencana > lingkungan >> yang lebih ditekankan pada manajemen lingkungan yang >> amburadul (terutama dalam kaitannya dengan penggundulan >> hutan), mustinya ini diperluas ke masalah-masalah >> kebencanaan secara umum yaitu karena PEMERINTAH KURANG >> TANGGAP TERHADAP USAHA-USAHA MITIGASI BENCANA (GEOLOGI) >> termasuk mitigasi gempa, tsunami, longsor, dan letusan >> gunung api. Sesuai dengan hasil rekomendasi side-meeting >> IAGI di Surabaya 29 November 2005, ygmenyatakan bahwa >> Pemerintah belum mampu melindungi rakyat dari bahaya >> bencana-bencana geologi, maka IAGI perlu terus menerus >> menjalankan advokasi terhadap usaha-usaha mitigasi yang >> seharusnya dibiayai oleh negara/pemerintah > sebagai >> pelindung pengayom rakyatnya. >> >> Mari kita bantu usaha kawan-kawan di Jawa Timur. Berikan >> informasi yang > anda >> punya sebanyak mungkin ke [EMAIL PROTECTED] >> >> Salam >> >> adb >> >> ----- Original Message ----- >> From: "Rovicky Dwi Putrohari" >> To: >> Sent: Wednesday, January 04, 2006 4:17 PM >> Subject: [iagi-net-l] Pakar: Banjir di Jember Bukan Bencana >> Alam >> >> >> Kerjaan IAGI belum selesei, aku kasih PeeR baru ya. >> Gimana ? >> rdp >> ------------------------------------------------------------------------ --> -- >> ------------- >> HARIAN ANALISA >> Edisi Rabu, 4 Januari 2006 >> >> Pakar: Banjir di Jember Bukan Bencana Alam >> >> Surabaya, (Analisa) Pakar hukum lingkungan Dr Suparto >> Wijoyo menilai > banjir >> bandang di Jember yang menewaskan 57 orang , 800-an orang >> mengungsi, dan 500-an >> orang terisolir bukanlah bencana alam, melainkan bencana >> ekologi. >> >> "Itu bukan bencana alam, karena kalau bencana alam berarti >> kesalahan > Tuhan, >> apa >> mungkin Tuhan di-mejahijau-kan? Menurut saya, banjir >> bandang di Jember itu bencana ekologi dan karenanya Bupati >> Jember harus dimintai >> pertanggungjawaban," >> katanya kepada Antara di Surabaya, Selasa pagi. >> >> Menurut dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga >> (Unair) Surabaya itu, >> bupati atau walikota yang wilayahnya rawan bencana banjir, >> longsor, dan bencana >> lingkungan lainnya harus dimintai pertanggungjawaban. >> >> "Karena itu, saya minta Kapolwil dan Kapolda Jatim menindak >> secara hukum terhadap bupati dan walikota yang tak memiliki >> kebijakan untuk mencegah bencana >> lingkungan. Bagaimana pun, kepala daerah itu harus memiliki >> manajemen penataan >> lingkungan," katanya. >> >> Doktor alumnus Fakultas Pasca Sarjana (FPS) Unair Surabaya >> itu menyatakan banjir >> bandang di Jember bukan problem primer, melainkan problem >> ikutan yang diakibatkan buruknya manajemen lingkungan dari >> kepala daerah setempat. >> >> "Boleh saja, bupati atau walikota yang ada mengelak dengan >> menyebut kebijakan >> lingkungan yang salah merupakan warisan bupati atau >> walikota terdahulu, namun >> dia tetap dapat dikatakan bersalah, karena dia seharusnya >> melakukan > koreksi >> atas >> kebijakan yang salah," katanya. >> >> Manajemen lingkungan yang buruk, katanya, menyebabkan hutan >> menjadi > gundul. >> "Hutan menjadi gundul akibat dipotong setan gundul. Saya >> katakan setan gundul, >> karena orangnya tak tersentuh hukum. Dia tak tersentuh >> hukum, karena aparat-nya >> tak beres," katanya. >> >> Oleh karena itu, katanya, manajemen lingkungan yang buruk >> lebih tepat dikatakan >> sebagai bencana ekologi atau bencana lingkungan yang >> menuntut adanya pertanggungjawaban dari kepala daerah dan >> sejumlah kepala dinas. >> >> "Kepala dinas yang harus bertanggung jawab antara lain >> kepala dinas kehutanan >> (kadishut), kepala dinas tata ruang, kepala dinas >> pertamanan atau lingkungan, >> dan kepala dinas lainnya yang terkait dengan masalah >> ekologi," katanya. >> >> Sama halnya dengan bupati/walikota, katanya, para kepala >> dinas itu dapat saja >> mengelak bahwa mereka bukan pelaku di lapangan, namun >> polisi tetap dapat menjerat mereka dengan kesalahan mereka >> sebagai pemangku hutan atau > pemangku >> wilayah. >> >> "Jadi, polisi dapat menuntut kadishut secara hukum dengan >> adanya bencana banjir >> bandang dan hutan gundul sebagai bukti yuridis, apalagi >> bupati/walikota dalam >> konteks otonomi daerah juga menjadi pemegang otoritas >> kewilayahan," > katanya. >> (Ant) >> -- >> --Writer need 10 steps faster than readeR -- > > > --------------------------------- > Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or > less ___________________________________________________________ indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

