Mas Andang kelihatannya bernostalgia saat meeting di jalanan jaman mahasiswa
dulu hhehehe

btw, saya usul ke mas andang supaya disampaikan di forum ..
Sejauh yang saya tahu ada Bappeda di tiap daerah sampai tingkat II....
Persoalannya apakah setiap daerah sudah menempatkan mitigasi sebagai seksi
tersendiri yang punya budget tahunan untuk menata daerah masing2 dari
potensi bencana, penanggulangan, aturan, serta system warning yang disiapkan
jika terjadi bencana ..... 
Jadi "tuntut-harus", setiap Bappeda mempunyai Divisi khusus Potensi Bencana
dan Penanggulangannya, mempunyai (meng-hire) SDM expert di bidang ini,
mengalokasikan budget tahunan untuk divisi ini, dan mendukung penuh
rekomendasi yang dikeluarkan divisi ini ...
Semoga tahun-tahun mendatang berita bencana menjadi berkurang dengan langkah
ini ... 

salam,
didik f
 


-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 06, 2006 15:15
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Outcome yang tidak seimbang: "Dari Bencana ke
Reformasi Agraria"


Mas Hendro, uraian tersebut terasa bernada simpatik mungkin karena gaya saya
MENULISKANNYA kembali. Tetapi kalau sampeyan ikut hadir dan merasakan
suasana diskusi di forum kawan-kawan tersebut, maka gaya-gaya egaliter
LSM-NGO akan anda rasakan cukup keras, mungkin hampir sama dengan gaya Mas
Parto - karena mas Parto ini sebenarnya juga dari WALHI Surabaya.

Idiom-idiom: "tuntut", "moratorium", "hentikan", "penindasan",
"keterpinggirian", "bisnis bencana", "korupsi utang", dsb bersliweran dalam
diskusi. Pokoknya sip-lah..... beda dengan suasana diskusi ilmiah di PIT
IAGI, HAGI, IPA, IATMI, maupun presentasi-presentasi di IJV, TCM, JOM, Share
Holder Meeting, maupun pre-pud meetings. Hehehehehehe.....

Salam

adb

----- Original Message -----
From: "Santoso, Hendro (hendroh)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, January 06, 2006 1:57 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Outcome yang tidak seimbang: "Dari Bencana ke
Reformasi Agraria"



Mustinya Dr. Suparto Wijoyo membaca uraian tsb dibawah yang menurut saya
jauh lebih simpatik ketimbang penailaian dia di Harian Analisa 4 Jan
2006. Sementara banyak pihak yang beliau sarankan untuk dimintakan
pertanggung jawaban, menurut saya Polisi juga bisa menuntut Dr. Suparto
Wijoyo secara hukum, karena sebagai pakar hukum lingkungan kok baru
terdengar komentarnya setelah bencana terjadi.

Salut kepada kawan-kawan di LSM-NGO atas movenya.........!!!

Salam
Hendro HS
Geologist 2 per 7 Merdeka.

-----Original Message-----
From: Andang Bachtiar [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, January 06, 2006 1:43 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] Outcome yang tidak seimbang: "Dari Bencana ke
Reformasi Agraria"

Setelah bicara di radio Ramako kemarin jam 8 pagi (atas nama geologist
merdeka, tentunya -- walaupun mbak Mega dari Ramako sering kepleset
memanggit saya sebagai Ketua Umum IAGI -- dan langsung saya

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke