Sebagai referensi salah satunya bisa dibaca Laporan Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) tahun 2002 dengan judul "Analisis Dampak Ekonomi PT. Kaltim Prima Coal (KPC)". Beberapa poin dapat dicatat a.l.: 1. KPC dan kegiatan pertambangan batubara lainnya memberikan kontribusi lebih dari 74% dari PDRB (Pendapatan Domestik Bruto) Kabupaten Kutai Timur. 2. Multiplier output total akibat pertambangan batubara KPC sebesar 1,878. Artinya setiap milyar nilai ekspor batubara yang diproduksi KPC menciptakan output perekonomian di semua sector ekonomi di Kaltim senilai 1,878 milyar rupiah. 3. Penyerapan tenaga kerja langsung yang sekitar 6000 orang, menimbulkan penyerapan tenaga kerja tidak langsung akibat kegiatan KPC sekitar 71.000 orang. 4. Royalti (bagian Pemerintah) adalah 13,5% dari produksi batubara. Dan masih banyak poin penting lainnya.
Disamping royalty perusahaan juga harus membayar pajak-pajak sesuai peraturan, diantaranya Pajak (Pph) badan perusahaan adalah progresif (s/d 35% sampai dengan tahun ke 10 operasi produksi), dan mulai tahun ke 11 tariff pajaknya adalah flat 45% dari penghasilan (ini adalah tariff pajak tertinggi di Indonesia). Disamping masalah ekonomi di dalam laporan itu juga diuraikan mengenai "dampak social dan lingkungan". Salam, Laung -----Original Message----- From: ismail [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, January 08, 2006 10:54 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Bejana pikir explorasi indonesia Subject: RE: [iagi-net-l] Bejana pikir explorasi indonesia > Mas Ndaru dan rekans, > Saya mau nanya: apakah sudah ada studi mendalam dan jujur, bahwa dengan > adanya investasi (baca: penambangan) endapan mineral/batubara di Indonesia > terutama oleh asing, menguntungkan bangsa kita, di pandang dari sisi > ekonomi (pajak, royalti, etc), sisi lingkungan, dan sisi community > development-nya ==================================== Pertanyaan yang sama juga bisa ditujukan untuk Industri Migas.( karena sama sama mengelola SDA ) Kalau kita baca koran beberapa hari ini, kan ramai ttg adanya statmen tentang adanya penylewengan besar besaran di kontrak kontrak pertambangan . Bahkan adanya usulan untuk memasukan kata kata " Meninjau kembali kontrak kontrak pertambangan yg ada sebelum di berlakukan UU Pertambangan ( mineral/batubara)" dalam RUU yg baru nanti. Bisa bisa industri pertambangan semakin terpuruk. Belum lagi nanti kalau melebar ke industri yang lain ( Migas) juga di "utak-atik", apalagi yang mempermasalahkan / tdk setuju dg UU Migas juga tidak sedikit.Begitu ada yang melontarkan di Senayan , bisa bisa langsung di Pansuskan. apalagi ini "jaman reformasi." (Karena UU merupakan payung hukum/acuan aturan dibawahnya ( PP.Keppres,Kepmen,Perda) Mau kemana :industri geologi" kedepan ? ( Mungkin perlu juga ada "partai Geologi" atau "Fraksi Geologi" barangkali ) Ism +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Subject: RE: [iagi-net-l] Bejana pikir explorasi indonesia > Mas Ndaru dan rekans, > Saya mau nanya: apakah sudah ada studi mendalam dan jujur, bahwa dengan > adanya investasi (baca: penambangan) endapan mineral/batubara di Indonesia > terutama oleh asing, menguntungkan bangsa kita, di pandang dari sisi > ekonomi (pajak, royalti, etc), sisi lingkungan, dan sisi community > development-nya. Untuk yang terakhir ini, apakah program community > development-nya seimbang atau lebih bermanfaat bagi rakyat sekitar > tambang, ketimbang beban kerusakan lingkungan dan "kerusakan" budaya yang > mau tidak mau mereka harus terima. Terima kasih pencerahannya. > > Salam, Arif > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Yahoo! DSL Something to write home about. Just $16.99/mo. or less --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

