> Terima kasih Kang Andang, masalah kebencanaan geologi (saya tdk > menggunakan terminology bencana geologi karena bisa dikonotasikan > geologi pembawa bencana) juga merupakan focus kepengurusan IAGI yang > sekarang, namun karena IAGI adalah organisasi profesi maka IAGI > mendekatinya dari sisi "geological scientific information" (bisa > dipahami oleh orang awam)yang disajikan kepada masyarakat maupun aparat > pemerintah. IAGI tidak akan melibatkan diri dalam hal non-teknisnya, > biar yang ini ditangani oleh organisasi social kemasarakatan disamping > oleh pemerintah, IAGI yang menyediakan informasi teknis. > > Salam, > LTH
Terminology geologic hazard sebaiknya tidak diinterpretasikan sesederhana itu, silahkan berkunjung ke http://geohazards.cr.usgs.gov/ Disana banyak disebut sebagai geologic hazard. Bahkan saya rasa nantinya bisa saja muncul bencana biologi yg tentunya tidak diterjemahkan biologi pembawa bencana. Disitu dibahas bagaimana geologist berkiprah secara professional menangani bencana geologi. Misalnya tanah longsor, gempa dll. Berbeda dengan Bencana Alam secara umum atau Natural Hazard dimana termasuk bencana angin ribut, yg tidak dimasukkan dalam bencana geologi. Memang istilah di US bukan "disaster". memang Hazard bukanlah disaster. Ada yg tahu perbedaan makna istilah ini ? Walaupun banyak juga juga yg menyebutkan : "A geological disaster occurs when natural geological processes impact on our activities, either through loss of life, injury, or economic loss." Tentunya bencana geologi ini bukan tanggung jawab IAGI sebagai organisasi. IAGI menyediakan sarana untuk anggotanya untuk selalu berkiprah secara "profesional" sesuai dengan tugas masing2. Kalau toh ada geologist yg bekerja di NGO ataupun pemerintah IAGI sebagai wadah keorganisasian tentunya mesti memfasilitasi semua pihak. Tidak sedikit juga geologist yang bekerja dalam organisasi sosial. Walaupun jelas IAGI bukan organisasi soasial, bukan NGO dan bukan badan pemerintah, tentunya anggota yg memiliki konsen sosial juga harus diayomi juga. Memang sudah menjadi hal yg berlebihan ketika IAGI menyediakan informasi teknis (pentedia data), karena penyedia sarana (data) ini justru tanggung jawab intansi (badan) pemerintah. IAGIpun sudah berlebih (dalam arti positip) ketika secara organisatoris aktif ikut mengadakan bakti sosial. Menurut saya (cmiiw), IAGI hanya organisasi profesi yg mendukung (encourage) setiap anggotanya utk berkiprah sesuai dengan "kaidah ilmiah kegeologian", dimanapun tugasnya. Kegiatan IAGI yg "berlebih" selama ini hanya disebabkan kurangnya institusi2 resmi yang bekerja secara profesional (=sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya). Bukan maksud saya menyatakan badan pemerintah yg kurang greget tapi memang kadang kala NGO lebih "nggregeti" kalau bersuara. Karena NGO memang bekerja dalam tataran itu. Salam RDP --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

