Rekan-rekan Gemstone Lovers IAGI, Yang pertama, izinkan mang Okim nyampein Selamat Tahun Baru 2006 dan Selamat Hari Raya Qurban bagi yang merayakan. Semoga perjalanan kita ke depan lebih mulus, penuh kedamaian dan kebahagiaan.
Yang kedua, mang Okim mohon rebu-rebu maaf karena telah menunda mengomentari tentang topik Mirah Delima ini. Persiapan mang Okim untuk memimpin Rotary Indonesia awal Juli 2006 nanti ternyata telah menyita begitu banyaknya waktu senggang mang Okim, sampe-sampe rubrik batumulia kita jadi tersendat-sendat. Bulan Februari depan insyaallah mang Okim dan neng Ai harus ke AS , ceritanya untuk ditraining. Dan sejak Juli 2006 sampai dengan Juni 2007, mang Okim akan banyak keliling Indonesia, ngunjungi 110 Rotary Clubs yang tersebar dari Aceh sampai Tarakan- Lombok- Makassar, dll. Pastilah rubrik kita akan tersendat lagi. Insyaallah usai mengemban amanah ini, kita bisa lebih lancar, kalau perlu bikin seminar khusus, kerjasama MBI dan IAGI, Amiin. Yang ketiga, mang Okim nyampein terima kasih kepada Pak Yatno Yuwono, Pak Iman Argakoesoemah, Pak Bondan Brillianto ( namanya ngambil dari kata berlian atau brilliant kah ? ), Pak Noor Syarifuddin, Pak Kartiko Samodro, dll yang telah memberikan masukan dan nasehatnya tentang topic kita ini. Yang keempat, inilah jawaban singkat mang Okim : 1. Cerita tentang mirah delima ajaib atau sering digedein dengan sebutan MD ( Mirah Delima ) selama ini lebih banyak menyengsarakan dari pada membawa rezeki bagi yang mencarinya. Mang Okim beberapa kali menghadapi kasus ini, baik di Serambi Batumulia ataupun di luar ( Bandung atau luar kota ). Kisah back ground temuannya juga hampir serupa, di tempat sepi / keramat, usai wiridan, dan lain-lain. Alasan kenapa dijual juga sami mawon, buat renovasi pesantren, buat bangun gedung yatim piatu, etc. Jenis bendanya juga macem-macem, ada yang disebut Mirah Delima, Mustika Delima, dll. 2. Mang Okim pernah ditawari oleh seorang karyawan bank terkemuka sebutir Mustika Delima. Katanya siih, disebut demikian karena dengan hanya dipegang saja sudah bersinar merah, sedangkan Mirah Delima harus pakai media air ( susu ). Ketika mang Okim pinjam dengan alasan mau dipotret agar bisa ditawarkan ke clients mang Okim, barulah terlihat adanya dua pasang titik kecil dengan kilap logam ( tembaga ) yang tak lain adalah terminal yang menghubungkannya dengan lampu dan battery mini di dalamnya ( komponen lampu arloji ). 3. Di kesempatan lain, seorang mantan bos pemasaran Pertamina ( konon pernah di Balikpapan, mang Okim tak kenal sebelumnya ) mengundang seorang pengusaha beken dan kaya raya untuk menyaksikan testing MD di rumah beliau di sekitar Cipaganti, Bandung. Si pengusaha yang akrab dengan mang Okim minta dikawani bersama dengan seorang doktor beken , ahli sejarah. Cilakanya, testingnya dimulai dulu dengan ngobrol ngalur ngidul (pukul 10 malam), dan tepat pukul 12 tengah malam, diawali dengan wudhu dan komat-kamit doa, maka ditestlah 2 butir MD yang dibungkus dengan kain merah 'keramat'. Dua buah gelas kosong yang kemudian diisi air aqua dan dicampur dengan susu instan dipersiapkan. Kedua MD diceburin hati-hati ke masing-masing gelas. Maka jadi merahlah si MD. Sebelum kedua MD dimasukkan ke air, mang Okim sempat melihat dua titik berkilap logam di permukaan MD nya. Dan di dalam air, sinar merahnya ternyata tidak penuh, ada noktah hitam yang menunjukkan bahwa batterynya telah soak alias lemah ! Walaupun demikian, si pengusaha beken dan doktor ahli sejarah berdecak kagum sambil membisikkan kalimat tauhid subhanallah. 4. Testing nomer 3 di atas yang dilanjutkan dengan ngobrol baru selesai pukul 1.30 pagi. Dalam perjalanan pulang, mang Okim ceritakan pendapat mang Okim, sesuai dengan apa yang mang Okim lihat. Mereka berdua masih tak percaya. Barulah mereka percaya ketika suatu hari mereka diskusi di Serambi Batumulia ( mau ngetes beberapa balok emas yang ternyata kuningan belaka ). Kebetulan pada saat itu ada anggota mang Okim dari Sukabumi yang sanggup mensupply MD ajaib yang ternyata dibuat dari heavy resin atau epoxy. Mau tau harganya ? Hanya seratus dua puluh lima ribu rupiah, 100 ribu untuk peralatan lampu dan resin, 25 ribu untuk patent atau HAKI nya ! 5. Itulah sekedar kisah awal tahun, sekedar hiburan menghadapi bencana lingkungan yang begitu menyesakkan dada ( mang Okim takut sekali melihat gundulnya bukit-bukit di Bandung Utara, dari Dago Atas sampai Padasuka-Cicaheum Atas, yang kalau hujan deras telah mampu menransport batu-batu kerakal misalnya di Jalan-jalan Setiabudi, Ciumbuluit, Pasir Kaliki, Cipaganti, Dago, Padasuka, Pasir Impun, dll ). Sekian dulu dari mang Okim, Semoga kita semua terhindar dari perbuatan syirik yang dosanya konon tak terampuni .Sampai ketemu di lain kesempatan, Salam batumulia, mang Okim. ----- Original Message ----- From: miko To: IAGI Cc: wijaya kusuma Sent: Thursday, December 01, 2005 7:20 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Kisah Sepotong Batu Mirah Delima / Jawaban Rekan-rekan Gemstone Lovers IAGI, Bersama ini mang Okim teruskan keinginan Bapak Wijaya Kusuma, siapa tahu ada rekan-rekan di IAGI yang dapat membantu. Nanti setelah ada masukan dari rekan-rekan , kita elaborate masalah mirah delima ajaib ini. Salam batumulia, mang Okim From: wijaya kusuma To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, November 25, 2005 6:37 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Kisah Sepotong Batu Mirah Delima / Jawaban Saya ingin membeli batu mirah delima, dengan catatan sebagi berikut: 1. Ster (kemampuan merubah warna air) 2. Anti cukur Kalau ada, saya mau membelinya. Salam, gus ------------------------------------------------------------------------------ Yahoo! Music Unlimited - Access over 1 million songs. Try it free.

