Pak Rendra,
Sebelumnya mohon maaf, mang Okim mengopi tanya jawab ini ke milis IAGI karena
maksudnya memang untuk kalangan IAGI.
Mengenai giok super Dewi Ong Tien dan meja giok eks Kerajaan Sumedang, keduanya
kemungkinan besar tidak benar. Berhati-hatilah agar tidak menyesal nanti. Kalau
mau maju juga, bawa ke Bandung. Nanti biaya sertifikatnya minta dibayarin oleh
si penjual. OK !? Salam batumulia, mang Okim
----- Original Message -----
From: rendra irawan
To: miko
Sent: Thursday, January 12, 2006 12:53 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Re: batu giok, salam dari jambi
Terima kasih atas semua informasinya,...
Kalau boleh saya tahu. didaerah Cirebon disinyalir terdapat giok super
peninggalan dewi Ong tien,..apakah benar ?
Dan di Sumedang juga pernah saya dengar bahwa ada juga meja giok peninggalan
kerajaan sumedang,..apakah benar pak ?
atas informasinya saya ucapkan banyak terima kasih
Pada tanggal 1/12/06, miko <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Yth Pak Irawan, Selamat pagi !
Masalah giok super telah pernah mang Okim angkat di milis IAGI ini beberapa
waktu yang lalu . Giok super dengan sifat-sifat seperti yang mungkin Anda
perkirakan, khususnya yang tetap dingin walau dipanasi selama beberapa puluh
menit, demikian juga daya tembus cahaya sampai 25-35 cm, tentulah tidak mungkin
secara logika. Untuk kekerasannya, giok asli jenis nefrit ataupun jadeit
memang lebih tinggi dari paku baja.
Mengenai testing yang benar, mang Okim nyarankan agar dibawa saja ke ahli
batumulia / gemmologist untuk diperiksa. Testing pertama yang sering mang Okim
lakukan adalah tingkat kekerasan, berat jenis, goresan, kilap, dan teksturnya.
Test selanjutnya bisa indek refraksi. Kalau yang diperiksa bahan mentah, bisa
saja dibantu dengan analisa petrografi ( kasi saja ke ahlinya seperti Dr.Yuwono
di ITB ). Mang Okim bisa bantu kalau gioknya ada di Bandung. Mengenai harganya
? Untuk bahan mentah seperti New Zealand atau Wyoming Jades ( nephrite ),
memang ada standardnya, beberapa ratus dolar perkilo. Untuk giok super ? Kalau
benar ada tentu tak ada standardnya, semau gue, bisa puluhan ribu dolar
perkilo.......hanya mang Okim belum pernah menyaksikan sampai ada transaksi.
Seperti yang pernah mang Okim kisahkan, seuntai kalung giok jadeit ( imperial
jade ), 28 butir tanpa emas atau berlian, dengan warna seperti zamrud , bisa
terjual di balai lelang Christie sampai lebih 4 juta dolar. Semoga penjelasan
ini sesuai dengan yang Anda maksud, Salam batu mulia, mang Okim.
----- Original Message -----
From: rendra irawan
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, January 09, 2006 2:01 PM
Subject: [iagi-net-l] Re: batu giok, salam dari jambi
selamat siang,
saya mau tanya, apakah memang benar giok super itu ada di indonesia dan
bagai mana sistem pengetesan giok yang asli
apakah dengan sistem :
1. Dibakar dengan lilin selama 30 menit
2. Digores dgn paku baja
3. Disenter bias 25-35 cm
sebab saya mendengar bahwa giok super harganya bisa ratusan juta
rupiah,...
berapakah harga sebenarnya giok super per kg nya ?
mohon informasinya ya pak
salam
R. Irawan