Pak Amir,
Memang, primadona devisanya Thailand adalah batumulia ( jenis precious stones ). Tahun 1995 saja, ekspor gemstone negeri gajah ini setara dengan seluruh ekpor bahan tambang Indonesia non-migas. Mereka sampai melatih dan mempekerjakan narapidana untuk memenuhi target ekspornya ( barhasil diterapkan oleh Pak Bob Hasan di Nusakambangan ). Thailand memang punya Gemopolis alias pusat batumulia yang megah yang konon dibangun secara gotong royong oleh beberapa negara yang berkepentingan dengan keberadaan gemopolis tersebut. Gemmological Institute of America melebarkan sayapnya di Bangkok sejak tahunan yang lalu, dan sangat berhasil. Tahun lalu, Departemen Perindustrian mensponsori 2 sarjana geologi ( ex UNPAD/ITB dan UGM ) untuk belajar di Institute tersebut dan telah berhasil menggondol gelar Graduate Gemmologist ( 6 bulanan ). Mereka sudah ditempatkan di Martapura ( ikatan dinas 5 tahun ). Di Jakarta / Jatinegara, Sentra Pasar Batumulia Rawa Bening akan dirombak total menjadi Pusat Belanja Batumulia yang megah , lengkap dengan hotel 10 -an tingkat. Hal ini diungkapkan oleh Dirjen UKM dalam kesempatan tatap muka bulan lalu. Mang Okim sempat menyampaikan rasa bangga dan sekaligus rasa sedih. Soalnya, bangunan megah tersebut nantinya pasti akan menjadi pusat pasar batumulia untuk produk dari Cina, Taiwan, Korea, India, Thailand, dll. sedangkan dari Indonesia, bisa ngisi 5 % saja sudah untung. Masalahnya, pembinaan pengrajin sejak lebih 15 tahunan yang lalu, yang sudah ngabisin dana miliaran rupiah, ternyata tak mampu menghasilkan pengrajin unggul. Sebabnya ? Ya itu, ganti pejabat, ganti kebijakan. Sangat sedih deh, belum lagi yang mistik-mistik . Semoga sajalah kita suatu hari bisa jalan di arah yang benar. Salam batumulia, mang Okim

----- Original Message ----- From: "Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, January 12, 2006 4:54 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Gemology (Re: [iagi-net-l] Re: batu giok, salam dari jambi)


Saya dengar kalau Thailand itu
 menguasai pasar dunia per-gemstone-an. (Apa betul seperti itu Pak Miko?)
Bahkan batumulia dari Australia dan negara2 lain didatangkan untuk diolah.

 Institute Gemology Thailand, sering diiklankan setengah halaman koran.
 Juga mereka punya jurusan Gemology , yang terpisah dari geology
 di salah satu universitasnya.

 Saya iri juga melihat negara tetangga, kok maju benar gemstonenya.
Sementara kita masih banyak bergelimang dengan mistik, wahyu, ajimat...dlsb. Yang batunya pakai dibungkus2 kain putih, merah...bertulis huruf jawa, arab, ataupun china. Yang lebih berbau penipuan, dari pada bisnis yang sehat.

 Salam

Nataniel Mangiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Pak Miko, saya masih sempat ikut kuliah dari Pak Andri (Endapan
Mineral) dan memang waktu itu ada kunjungan ke show room Pak Miko. Dan
sebelum kunjungan kita dikasih kuliah pendahuluan tentang Batu Mulia
ini.

Menurut saya rekan-rekan mahasiswa waktu itu sangat banyak yang
interest dengan Batu Mulia ini. Bahkan ada senior saya yang namanya
Brur Dasep Sabarudin, beliau ini sempat mendalami dengan sangat serius
(sampai hunting di kaki-kaki lima) aspek geologi tentang batu mulia
dan tentunya mendalami juga aspek mistik nya. Brur Dasep ini
juga-kalau saya tidak salah-adalah mahasiswa ITB S1 yang pertama
thesis tentang Batu Mulia.

On 1/12/06, miko wrote:
Pak Amir Al Amin,
Institute of Gemology Indonesia sepertinya memberikan kursus gemology
program singkat atau sampai 6 bulanan ( untuk meraih gelar GG-Graduate
Gemologist ). Selain dari itu, pengelola Institut biasanya menerima
pekerjaan appraisal alias memeriksa dan mengeluarkan sertifikat batumulia.
Sejak beberapa tahun ini ITB membuka mata kuliah pilihan batumulia yang
dimotori oleh Dipl.Ing Andri S Mubandi. Mang Okim kadang-kadang diminta jadi dosen tamu. Selain dari itu, beberapa mahasiswa geologi ITB telah ada yang ambil thesis batumulia ( bukan jenis precious stones ). Hanya belum ada di
antara mereka yang terjun langsung di bidang batumulia. Hal ini bisa
dimengerti mengingat tawaran pasar yang begitu menggiurkan, sampai ribuan
dolar perbulan kan !. Bidang ini perlu dedikasi dan idelisme. Salam
batumulia, mang Okim

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------
Yahoo! Photos
Got holiday prints? See all the ways to get quality prints in your hands ASAP.


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke