Sekali lagi "gurubesar" itu adalah jabatan, bahkan pangkat juga bukan.
Jadi terserah masyarakat atau yang bersangkutan mau memanggil APU itu prof. atau tidak. Kalau tidak salah dalam undang2 (entah no berapa) memang ada diselipkan antara tanda kurung istilah professor ; jabatan gurubesar (profesor). Nah mungkin dalam soal APU juga mungkin ada diselipkan istilah itu. Sama dengan Kyai, itu kan panggilan masyarakat pada seorang pimpinan pesantren. Kalau tidak salah di Jerman pemimpin suatu lembaga research juga dipanggil professor, entah panggilan entah gelar resmi. Di Amerika lebih lucu lagi, seorang full professor (jabatan) kalau punya Ph.D. dipanggilnya Dr. saja, sedangkan seorang assistant professor yang tidak punya Ph.D justru dipanggil Prof.
Jadi sekali lagi professor itu panggilan masyarakat saja.

----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, January 16, 2006 7:55 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Ahli Peneliti Utama DESDM Dilantik Menjadi Profesor Riset


>
 Pak Koesoema.

 Sebenarnya disitu masalahnya , apabila di Kampus , tidak ada SK untuk
 "gelar" Profesor apakah itu sama dengan "Guru Besar"?
 Kemudian apakah dengan dikukuhkannya gelar Prof`Riset , itu
 adalah penganti dari gelar APU ?(mungkin rekan dari LIPI bisa menjawab).

 Tetlepas dari gelar dan non gelar , sebenarnya yang adalah menentukan

 kiprahnya ybs dalam ilmu yang digelutinya.

 Kalau kita mau berfikiran positip , saya kira ini penghargaan dari Pe-
 merintah (dalam hal ini diwakili oleh LIPI sebagai institusi Pemerintah)
 agar riset di Indonesia lebih berkembang.

 Semoga saja .

 Si Abah.



 Sebetulnya prof itu bukan gelar akademis, tetapi sebutan atau panggilan
masyarakat pada seseorang yang mempunyai jabatan gurubesar (sama seperti
kyai atau ustaz), tidak ada dalam SK nya (paling tidak pada SK yang saya
terima dari presiden) kata-kata profesor ( atau maka dengan ini ybs berhak
memakai gelar professor, kata2 ini sama sekali tidak ada)Sekarang
kelihatannya masyarakat akan menyebut seorang Ahli Peneliti Utama juga
dengan panggilan prof.
RPK
----- Original Message -----
From: "ismail" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, January 14, 2006 6:29 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Ahli Peneliti Utama DESDM Dilantik Menjadi
Profesor Riset



Atau dibalik daripada mengharapkan pemerintah bergera, bisa nggak kita2
yg
muda ini bisa mencapai posisi tersebut tanpa harus mencapai usia diatas
pensiun rata2 55th. He.he..he....siapa yg peduli?
__________________________________________

Sangat Bisa , kenapa tidak
Dari yang dilantik kemarin ( >130 an ? ) banyak yg usianya dibawah 50
th.
Periset ( Peneliti) adalah jabatan fungsional ( dan banyak lagi jenis
jabatan semacam ini, spt perekayasa,widiaswara,kepustakaan , dll )  di
lingkungan pemrintahan ( ada jabatan fungsional ada jabatan struktural
spt
direktur,Dirjen,Kabag,dll ) dan gelar / tingkatan yg paling tinggi untuk
jabatan funsional peneliti/periset adalah APU (Ahli Peneliti Utama) dan
ini sudah ada sejak bertahun tahun lalu, Nah baru sekarang ( 2005 ini )
untuk pertama kalinya Gelar APU ini disetarakan ( diberi gelar baru )
Manjadi Profesor Riset ( Kalau dulu Ir,Bejo Msc APU , sekarang menjadi
Prof . Ir,Bejo Msc, kan tambah keren , jadi bagi yg telah punya APU bisa
menukarnya menjadi Profesor )
Untuk menjadi peneliti tsb, seseorang hrs mengumpulkan "Angka Kredit"
yang
diperoleh dari keaktifan masing masing untuk menulis, pembawa makalah,
mengikuti kegiatan kegiatan keilmuan , dll, semakin aktif semakin cepat
dapat APU tadi , jadi bisa umur 30 , 40 , atau lebih.makanya
"sertifikat"
sebagai pembawa makalah di pertemuan ilmiah/seminar menjadi sangat
penting
untuk "investasi" APU tsb.( tapi meskipun mempunyai "sertifikat"
segunung
namun bukan dari institusi pemerintah ya gak bisa dapat gelar "profesor"
tadi ).
Cuma yang aku agak ngeganjel , Profesor itu suatu gelar akademis atau
bukan sih ( profesor tapi tidak mengajar )
Mungkin ada yg tahu devinisi Profesor ?

Ism


salam,
PR
"salah satu murid P Prayit juga"

At 11:07 AM 1/13/2006 +0800, you wrote:
Selamat kepada Tiga Geoscientis .... Pak Suprayitno Munadi, Hardi
Prasetyo  dan Dra Mimin Karmini yg telah diinobatkan sebagai Profesor
riset di lingkungan DESDM.

RDP
"salah satu murid pak Prayit"
==================================
Jumat, 06 Januari 2006 - 14:40 WIB
Lima Ahli Peneliti Utama DESDM Dilantik Menjadi Profesor Riset

Lima orang Ahli Peneliti Utama (APU) dilingkungan DESDM pada Kamis
(5/1) kemarin telah dilantik oleh Ketua LIPI Prof Umar Anggoro Jenie
menjadi Profesor Riset. Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro mengharapkan
agar kelima Profesor Riset tersebut dapat menjadi teladan dan
motivator bagi para fungsional lainnya.

Kelima orang tersebut adalah Dr. Maizar Rahman, Dr. Suprajitno Munadi,
Dr. Hardi Prasetyo, Drs. M. Udiharto dan Dra. Mimin Karmini.

Dr Maizar Rahman yang lahir di Bukit Tinggi tahun 1948 memiliki bidang
penelitian Teknik Kimia. Meraih gelar Sarjana Ilmu Kimia dari
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1974). Anggota Dewan Pakar Dewan
Riset Nasional ini juga berhasil menyelesaikan gelar Docteur
d'Ingenieur, Bidang Petroleum Science/Teknik Kimia dari Institut
Francais du Petrole, Paris, Perancis.

Dr Suprayitno Munadi lahir di Kendal tahun 1948 dengan bidang
Penelitian Seismologi Eksplorasi. Lulus sebagai Sarjana Fisika dari
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (1973) dan Dipl. Ing. Geofisika
Perminyakan, French, Petroleum Institute serta melanjutkan ke Flinders
University of South, Australia hingga menggondol gelar Doktor bidang
Seismologi Eksplorasi.

Dr Hardi Prasetyo lahir di Yogyakarta tahun 1949. Memiliki bidang
Penelitian Geologi Kelautan, ia menyelesaikan gelar Sarjana Jurusan
Geologi di Universitas Padjajaran, Bandung (1979). Kemudian pengurus
pusat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ini melanjutkan ke
University of California, Santa Cruz, Amerika Serikat hingga meraih
gelar Doctor of Philosophy di bidang Earth Science.

Drs. M. Udiharto lahir di Banjarnegara tahun 1946. Memiliki bidang
penelitian Teknologi Proses. Sarjana Biologi (Mikrobiologi) lulusan
Institut Teknologi Bandung (1972) ini telah mengikuti pandidikan
lanjut bidang bioteknologi di Universitas Osaka Jepang. Selain telah
menghasilkan 58 karya tulis ilmiah, ia juga aktif dalam berbagai
kegiatan ilmiah baik di dalam maupun diluar negeri.

Dra Mimin Karmini lahir di Bandung tahun 1943. Memiliki bidang
penelitian Geologi Kelautan, ia lulus sebagai sarjana Geologi dari
MIPA, Universitas Padajajaran, Bandung (1975). Berbagai ekspedia telah
diikutinya antara lain Ekspedisi Snellius II, Ekspedisi Shiva,
Ekspedisi Barat, Ekspedisi Images IV, Ekspedisi Iphis III. Selain
sebagai anggota IAGI, Mimin juga aktif sebagai anggota Himpunan Ahli
Teknologi Maritim Indonesia.


--
--Writer need 10 steps faster than readeR --

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A.
Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------





---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke