Adeventurers & Mountain Climbers.... kelompok pecinta alam di Malang,... aku
jadi anggotanya sejak SMA 1975 .....

adb

----- Original Message -----
From: "Sanggam Hutabarat" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, January 18, 2006 1:26 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Fw: AMC pemetaan potensi longsor daerah Malang
Raya


>
> AMC itu opo Ndang.. NGO? btw salut dgn aksinya
>
> sgm
> --
> At 01:16 PM 1/18/2006, you wrote:
> >Kepada kawan-kawan IAGINET,.... mohon posting berita terlampir bisa
> >dijadikan pertimbangan acuan untuk melakukan kegiatan nyata disekitar
> >tempat anda semua, sehingga sumbangan langsung kita ke masyarakat jadi
> >lebih mengena dan terasa.
> >
> >Salam
> >
> >Andang Bachtiar
> >Exploration Think Tank Indonesia
> >
> >----- Original Message -----
> >From: Andang Bachtiar
> >Sent: Wednesday, January 18, 2006 1:01 PM
> >Subject: AMC pemetaan potensi longsor daerah Malang Raya
> >
> >
> >Setelah melalui pertemuan-pertemuan pendahuluan baik di Jakarta maupun di
> >Malang, akhirnya terbentuk Panitia bersama AMC-IAGI-Unibraw untuk
> >melakukan Pemetaan dan Sosialisasi Antisipasi Bencana Longsor/Banjir di
> >Malang Raya, yang kick-off meeting-nya dilakukan kemarin 17 Januari 2006
> >di Sekretariat Sementara AMC Jl. Bunga Merak 25 (rumah Marcillinus /
Mercy).
> >
> >Hadir kurang lebih 20 orang dalam meeting tersebut yaitu:
> >AMC: Kukuh (Ketua, Jkt), Yayang (JKT), Marci (Sby), Daponk, Herland,
> >Saiin, Koco, Agus Rawon, Farid, Yoto, Yoga, . sopo maneh yo? lali aku..
> >Unibraw: Adi Susilo, Sunaryo, Joko Wiyono & 5 rekan mahasiswa,
> >IAGI: (diwakili Yayang & Marci)
> >lain2: Mubin (simpatisan) Retno (bojoku)
> >Hadir pula wartawan2 dari Radar Malang, Kompas, dan Jakarta Post
> >(hasilnya: hari ini di halaman G Kompas Jawa Timur termuat berita
terlampir).
> >
> >Dalam kick-off meeting kemarin didiskusikan beberapa hal:
> >
> >A. Tujuan:
> >1. Melakukan pemetaan daerah berpotensi longsor/banjir skala operasional
> >(25.000 s/d 10:000) yang bisa dipakai secara langsung oleh aparat
> >pemerintahan (kabupaten/kecamatan/desa) untuk perencanaan tata-ruang,
> >jalur evakuasi, pembuatan shelter dan operasional penanggulangan apabila
> >bencana benar-benar terjadi. Peta-peta potensi bencana yang ada selama
ini
> >dari pemerintah hanya berskala strategis yaitu 1:100.000 yang tidak bisa
> >digunakan secara langsung oleh masyarakat / aparat level bawah (dusun,
> >desa, camat) untuk action.
> >2. Memberikan contoh kepada pemerintah (eksekutif&dpr) bahwa mereka harus
> >lebih tanggap dalam mengantisipasi bencana dengan melakukan "real action"
> >yaitu pemetaan-pemetaan skala detail tersebut, dimana dalam hal ini
contoh
> >tersebut diberikan oleh / berasal dari INISIATIF MASYARAKAT (pecinta
alam,
> >asosiasi profesi, mahasiswa, dan perguruan tinggi). Hal ini terkait
dengan
> >lemahnya tanggung-jawab pemerintah dalam mengimplementasikan
> >prinsip-prinsip yang sudah terkandung dalam startegi kebencanaan nasional
> >yang diadopsi dalam paradigma BAKORNAS PB, yaitu lebih mengedepankan
> >antisipasi/pencegahan daripada penanggulangan darurat. Tetapi
kenyataannya
> >sampai sekarang sulit sekali dilakukan proyek-proyek
> >pemetaan/peneliatian/mitigasi bencana, karena , selain banyak dana
bencana
> >diperebutkan dan dijadikan lahan KKN ... kasus akhir 2005 ttg
> >makelar-makelar anggaran benacana di DPR sampai menyeret-nyeret Irma
> >Huitabara tsegala .... sifat dasar kekuasaan pemerintahan kita sekarang
> >ini lebih ke SHORT TERM action, bukan kepentingan jangka panjang.
> >Akibatnya banyak sekali DPRD-DPRD yang meremehkan dan mencibir dan
> >akhirnya menolak pendanaan proyek2 yang bersifat jangka panjang
> >penyelamatan rakyat dari bencana tersebut karena yang mereka lihat hanya
> >hasil yang berupa peta2 dan rekomendasi, bukan hasil fisik seperti
umumnya
> >proyek2 infrastruktur dan ekstraksi komoditi dsb.
> >3. Mensosialisasikan hasil pemetaan dan rekomendasi langsung kepada
> >masyarakt dan pemerintahan dari berbagai level, mulai dari dusun, desa,
> >kecamatan, kabupaten, dan provinsi, lsm/ngo lainnya, dan tentunya PERS.
> >
> >B. Constraint:
> >1. Kerjasama dilakukan antara 4 organisasi, AMC, IAGI Jatim, Lab
Geofisika
> >Unibraw, dan AAPG Student Chapter Unibraw. Ekspertis kita terbatas pada
> >teknis geologi longsor (IAGI), teknis rintis medan, ekspedisi dan
pemetaan
> >(AMC), support laboratorium, data base dan analyses (lab Geofisika
> >Unibraw), dan tenaga-tenaga muda perintis medan (AAPG Student Chapter
> >Unibraw). Walaupun synergy/kolaborasi ini membuahkan suatu tim yang
> >positip, tetapi kita juga bisa menganggapnya sebagai constraint karena
> >kita belum punya organisasi pendana yang significant, organisasi yang
ahli
> >dibidang persuasi sosial kemasyarakatan, ahli2 surficial (pertanian,
> >kehutanan), dsb. Karena pada dasarnya permasalahan bencana longsor/banjir
> >adalah permasalahan multikausal, multisektoral, jadi makin lengkap tim
> >kita akan makin yahud hasilnya. Nah, dalam keterbatasan inilah tim
> >gabungan ini musti jalan
> >2. Time-frame: kita hanya punya waktu paling lama 2-1/2 bulan untuk
> >melakukan semua pekerjaan dalam rangka mencapai tujuan diatas, karena
> >momen durasi musim hujan yang besar (menurut BMG) akan berlangsung hanya
> >sampai akhir Februari, dimana setelah itu intensitas akan menurun sampai
> >akhir Maret 2003. Mumpung pikiran, perasaan, berita, dana, dan kekuatiran
> >orang masih terfokus pada kemungkinan2 bencana seperti Jember, Singosari,
> >Banjarnegara, Purwakarta, dll, maka inilah saatnya (momentumnya) untuk
> >melakukan sesuatu sehingga effek kegunaannya langsung terasa ke
masyarakat
> >(termasuk efek pembelajaran politisnya bagi kalangan eksekutif dan
> >legislatif kita).
> >3. Pendanaan; sampai saat ini dana "bantingan" berasal dari sisa dana HUT
> >AMC yang rencananya akan diberikan sbg sumbangan ke Jember (+/-2,5juta);
> >terus waktu itu terpikir oleh Zeggy, saya dan Piang untuk mengusulkan
> >penggunaan dana itu secara lebih effektif dan effisien bagi usaha
> >ANTISIPASI BENCANA langsung di tempat kita sendiri yaitu di Malang Raya.
> >Nah, karena setelah itu Pak Ketua Kukuh setuju, maka diinfokan ke Daponk
> >untuk menahan pengiriman dana tsb ke Jember tapi diperuntukkan bagi modal
> >awal kegiatan ini saja. Setelah itu kita mendapatkan komitmen 5 juta
> >(3juta sudah dikirim) dari BPC, dan juga minimal 15juta dari mas Kusnio
> >yang ada di Surveyor Indonesia (memakai mekanisme bantuan sponsor dari
> >SI), dan juga penjajakan ke Kadin Jatim yang mungkin +/- 5 juta. Jadi
> >total estimasi dana yang bisa kita kumpulkan antara 25 s/d 27.5juta. Nah,
> >dengan constraint dana segitulah kita harus bergerak. Hal ini sangat
> >menentukan strategi operasi lapangan dan lebih2 penentuan daerah2
> >prioritas yang akan kita datangi untuk dipetakan.
> >
> >C. Sifat keterlibatan anggota dalam Tim
> >Dengan demikian Kepanitiaan atau Tim Gabungan ini diharapkan bersifat
> >VOLUNTARY, NO Professional fee, dan hanya menanggung biaya-biaya
> >operasional langsung yang terkait dengan kegiatan (baik rapat maupun
> >lapangan). Meskipun demikian, secara internal kawan2 AMC juga menyadari
> >bahwa sebagian besar aktifis2 AMC yang ada dalam Tim perlu juga
> >mendapatkan kompensasi tertentu karena mereka harus meninggalkan
pekerjaan
> >mereka sehari-hari untuk "membawa/membela" nama AMC diluar. Tetapi hal
ini
> >akan diatur tersendiri diluar aturan2 Tim oleh Ketua AMC langsung Pak
> >Kukuh. Ada ide juga untuk mengumpulkan sumbangan langsung dari anggota2
> >AMC, terutama yang di JKT dan luar Jawa, KHUSUS untuk memberikan insentif
> >kompensasi ini kepada mereka2 yang terlibat. Silahkan saja Pak Kukuh, Pak
> >Zeggy,.. untuk mengaturnya.
> >
> >D. Ulasan keteknisan singkat tentang Potensi Longsor/Banjir
> >Ada 4 jenis bencana longsor/banjir yang perlu dipahami untuk memudahkan
> >seleksi skala prioritas:
> >1. Banjir lumpur/batu di daerah catchment area suatu sungai yang
> >diakibatkan oleh faktor LONGSORAN dan CURAH HUJAN anomali (kasus Jember,
> >Pacet, Bahorok, Galado Sumbar dsb)
> >2. Longsoran lumpur & batuan dr  tebing/gunung yang tidak terkait dengan
> >banjir sungai atau catchment area tertentu (kasus: Banjarnegara)
> >3. Longsoran batu (rock-fall) tanpa medium lumpur atau air (kasus2 di
Pujon)
> >4. Longsoran disekitar dan yang diakibatkan oleh penambangan (kasus
> >Singosari? Jawa Barat awal 2005?)
> >Dalam hal ini Tim akan memfokuskan pada jenis 1 & 2 dari potensi bencana
> >tersebut.
> >Khusus untuk yang nomer 1 dan 2, ada 3 faktor utama yang menyebabkan
> >adanya bencana longsor/banjir tsb, yaitu:
> >1. Kondisi Geologi (Jenis batuan, morfologi, dan struktur:patahan,lipatan
dsb)
> >2. Kondisi Permukaan (Vegetasi, Hutan, Pemukiman, Perkebunan, dsb)
> >3. Kondisi Sosial-Ekonomi-Politik (Tata Ruang, aturan2, undang2,
> >kemiskinan, industrialisasi, ketidakpedulian politik dsb)
> >Kompetensi Tim Gabungan ini adalah pada nomer 1 (Geologi) dan sebagian
> >kecil nomer 2 (pendataan vegetasi, hutan, pemukiman dsb). Khusus untuk
> >faktor nomer 3,... dan sebagain juga yang nomer 2,.... Tim harus
> >berkoordinasi lebih lanjut dg komponen2 masyarakat lainnya. Untuk itulah
> >makanya dalam tujuan sosialisasi kita masukkan LSM/NGO sebagai mitra
> >sosialisasi kita (dan juga PERS)
> >
> >E. Pentuan Daerah Prioritas
> >Setelah dilakukan reconnaissance survey oleh Mercy dkk week-end yang
lalu,
> >dan berdasar input dari koran media massa dan masyarakat setempat, maka
> >ditentukan 6 lokasi sebagai target utama pilot project:
> >1. Desa Srimulyo, Dampit (sudah terjadi evakuasi masyarakat
mengantisipasi
> >bencana tapi perlu kita tolong dengan info keteknikan yang benar)
> >2. Desa Petung Sewu, nDau,
> >3. Belakang Songgoriti
> >4. Belakang Selecta
> >5. Cangar s/d ke Sumber Brantas
> >6. Daerah Pujon-Ngantang
> >
> >F. Program Kerja Tim
> >Di Laboratorium / Sekretariat:
> >1. Menyiapkan peta-peta lapangan skala 12.500 untuk dijadikan pegangan
tim
> >yang turun ke lokasi (direproduksi dari peta2 skala 25.000 yang kemarin
> >sudah dibeli sebanyak 9 lembar dari Bakosurtanal JKT - saya bawakan ke
> >Malang -)
> >2. Menyiapkan data dasar informasi berdasarkan GIS
> >3. Menyiapkan proposal, surat menyurat (ijin, surat jalan, surat pinjam
> >alat dsb)
> >4. Mengkoordinasi laporan-laporan dari Tim Lapangan (persiapannya berupa
> >pembuatan format2 pelaporan harian maupun mingguan per lokasi)
> >Di Lapangan:
> >1. Setiap Tim yang turun ke tiap lokasi akan beranggotakan minimal 6
> >orang, dibagi menjadi 3 sub-tim
> >1.1. Sub Tim Catchment Area memetakan titik-titik tertinggi disekitar
> >daerah/lokasi longsor, memetakan kandidat shelter area, membuat penampang
> >melintang catchment area, dan membuat panorama view fotografi dari
ketinggian.
> >1.2. Sub Tim Kultur/Infrastruktur memetakan kultur/infrastruktur
> >disepanjang aliran sungai utama dan beberapa sungai kecil yang menuju ke
> >hulu tempat potensi longsor.
> >1.3. Sub Tim Inti mendatangi tebing-tebing yang punya potensi longsor,
> >memetakan retakan-retakan, litologi, vegetasi, dan membuat sketch block
> >diagram yang memuat juga mekanisme potensi longsornya.
> >
> >G. Peralatan
> >Laboratorium: Komputer, GIS Softwares, digitizer, scanner, peta-peta
> >dasar, kertas-kertas, kalkir, alat tulis, dsb
> >Lapangan: GPS (3 untuk setiap Tim -- masing2 subtim bawa 1 GPS), Kamera
(3
> >untuk setiap tim -- masing2 subtim bawa 1 kamera), tali meteran 50m,
> >Jacobb's Stick, Teropong, Palu, Kompas Geologi, Buku Gambar, Buku
Lapangan
> >(Log Book).
> >
> >H. Skedul/Time-Frame
> >1. Untuk setiap lokasi minimal dipetakan dalam 2 hari, maksimal 4 hari (3
> >malam), sudah termasuk sosialisasi during action-nya ke masyarakat
setempat.
> >2. Karena jumlah personel, dana, dan waktu yang ada maka Tim Lapangan
> >dibagi menjadi 2, yaitu Tim Batu dan Tim Non-Batu; masing2 berisi 6
> >anggota plus 1 geologist.
> >3. Tim Batu akan mengerjakan 4 lokasi dalam waktu paling lama 2 minggu
(16
> >hari kerja), Tim Non Batu akan mengerjakan 2 lokasi (Dampit dan Dau)
dalam
> >waktu paling lama 10 hari (mob-demob antar lokasi lebih lama dr Tim
Batu).
> >4. Kegiatan Lab/Kesekretariatan sudah dimulaii dan diharapkan siap untuk
> >Lapangan sebelum hari Minggu 22 Januari nanti.
> >5. Kegiatan Survei Lapangan dimulai Senin 23 Januari, dan diharapkan
> >paling lambat 15 Pebruari sudah selesai semua (mungkin untuk Tim Batu
akan
> >ada break waktu mob-demob)
> >6. Hari ini Tim advance akan reconn ke Dampit (dipimpin Marcillinus)
> >7. Antara 15 Peb - 22 Peb AMC dan Tim Gabungan akan mengadakan sosialsasi
> >dan Press release ke berbagai pihak, sementara pembuatan laporan-laporan
> >terus berjalan dikoordinasikan oleh kawan2 dari Unibraw.
> >8. 22-28 Peb akan dilakukan penyusuran Sungai Brantas dari Pendem ke Buk
> >Gluduk untuk mengecek potensi banjir bandang 50 tahunan di kota Malang
> >(terakhir banjir bandang 1963)...hal mana terkait juga dengan laporan
> >akhir TIM yang akan memasukkan potensi tersebut dalam keseluruhan
> >rekomendasi kewaspadaan kepada pihak2 yang terkait.
> >9. Sepanjang Maret 2003 akan dilakukan sosialsisasi akhir dan (kalau
> >perlu) tour/trip dengan sponsor/wartawan ke lokasi2 yang kita survai.
> >
> >I. Struktur Organisasi:
> >1. Steering Commitee: Kukuh (Ketua AMC), Arief (Ketua IAGI Jatim), Adi
> >Susilo (Kepala Lab Geofisik Unibraw), Joko Wiyono (Ketua AAPG SC
Unibraw),
> >Andang Bachtiar (AMC/IAGI)
> >2. Project Leader: Agus S. Hidayat
> >3. Kesekretariatan / Keuangan / Adm Umum : Daponk, Farid, ......, .......
> >(lupa: ada 4 termasuk dr Unibraw)
> >4. Field Leader: Herland AR
> >5. Technical Leader (Marcillinus, Soffian Hadi, Agus semuanya dari IAGI
Jatim)
> >6. Expert Advisor & Database Support & Analyses: Sunaryo (Unibraw)
> >7. Tim 1 Batu 6 orang (3 mahasiswa, 3 AMC), Tim 2 Non-Batu 6 orang juga
(3
> >mahasiswa, 3 AMC)
> >
> >Demikianlah sekilas pintas berita dari Malang. (proposal lengkap dan
> >notulensi lengkap beserta gambar2 sedang diproses oleh Tim: Joko Wiyono
dll)
> >
> >Mohon dukungan kawan2 AMC semua
> >
> >
> >Salam
> >
> >Yayang
> >AMC-073
> >
> >
> >   ----- Original Message -----
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
> Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
> Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
> Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
> Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
> Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
> ---------------------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke