Apakah beasiswa konsorsium dapat digunakan belajar di dalam negeri? Maaf
saya kurang mengerti tentang konsorsium ini. Apakah ini berlaku untuk
seluruh bidang studi? Saya punya ponakan (cewek). saat ini dia baru
menyelesaikan satu tahun (2 semester) di ITB jurusan Pharmacy. IP nya cukup
baik (3,72). Orang tuanya kelihatannya berat sekali membiayainya. Ayahnya
telah meninggal 3 tahun yang lalu. Anak ini sangat cerdas. Sejak di SD
sampai SMA selalu sangat tinggi prestasinya. Apakah beasiswa konsorsium ini
berlaku untuk kasus seperti ini?  Pencerahan mengenai ini akan sangat saya
hargai.
Wassalam,
M. Untung
----- Original Message -----
From: "IPA" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wednesday, February 01, 2006 8:42 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Beasiswa Konsorisum KPS Masih Adakah?


Pada saat ini Beasiswa Konsorsium KPS untuk sekolah diluar negeri sudah
tidak ada dan digantikan oleh BSDN (Bea Siswa Dalam Negeri).  Karena dengan
BSDN Konsorsium KPS & BPMigas dapat memberikan beasiswa kepada lebih banyak
students.

Waktu yang lalu Beasiswa Konsorsium KPS untuk sekolah diluar negeri diadakan
dengan harapan bahwa pada masa akan datang para penerima bea siswa ini
bekerja di KPS2 di Indonesia dengan pengawasan BPMigas karena uang yang
dikeluarkan adalah "cost sharing" dari para KPS & uang negara.

Selain beasiswa tersebut diatas, tiap KPS mempunyai program "beasiswa" yang
sama sekali tidak masuk "cost sharing" tetapi dibiayai oleh head-quarters
dari KPS2 bersangkutan. Disini saya hanya bisa "share" pengalaman karena
kebetulan saat itu menjadi team leader scholarship untuk TOTAL Hd Qtrs. :
Sejak 2 tahun lalu TOTAL-Hd Qtrs. mempunyai "scholarship program" yang
langsung bekerja sama dengan UI dan ITB (sementara baru 2 universitas).
Kami menghadap Rektor dan Direktur kemitraan dan meminta universitas
memberikan lulusan baru yang mempunyai nilai IP tinggi, aktif dalam
pendidikan kemahasiswaan dan juga organisasi. Dari tiap universitas (setelah
disortir/diteliti) kami mendapatkan 20-40 orang, yang kemudian kami
interview dan review lagi. Setiap tahun rencananya kami akan mengirim 4 - 5
orang.
Para penerima beasiswa (karena tidak berhubungan dengan cost sharing) boleh
memilih sekolah/university yang di-idam2kan - tentunya kalau lulus test
sekolah tersebut.  Salah satu penerima beasiswa dari ITB memilih sekolah
SUPAERO di Toulouse dan sampai saat ini masih kuliah disitu untuk program
master-nya. Para penerima beasiswa-pun tidak harus bekerja di KPS yang
penting kembali ke Indonesia untuk membangun negara ini.

Untuk Konsortium KPS-BPMigas anda dapat berhubungan dengan HRD dari KPS2
sedangkan untuk scholarship langsung dari Hd.Qtrs. masing2 KPS (tidak"cost
recoverable") mungkin anda dapat berhubungan dengan bagian KOMUNIKASI
masing2 KPS karena ini termasuk dalam sustainable/community development dari
para Head Quarters di masing2 negara KPS yang bersangkutan.

Demikianlah sekedar sharing.

Sita
Indonesian Petroleum Association / IPA
Phone: +62 (021) 5724284, 5724285, 5724286, 5724161
Fax: +62 (021) 5724159, 5724259
Email: [EMAIL PROTECTED]
Website: http://www.ipa.or.id



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke