He..he..he.. Pak Ukat slalu saja punya jawaban. Syukurlah sukses ngantenan putra ragilnya, 15 jan lalu.
Gini Mas Vicky. Science itu dari kata natural scienec (indah, bagus, teratur, pokonya ya yang apik-apik). Yang tidak indah-teratur, ya tak scienec, maka tidak science. Benda terlihat teratur (yang lalu katakan sebagai science) bagi seseorang, benda itu bagi orang lain , kalau saja juga bisa melihatnya benda itu, belum tentu sebagai teratur (yang maka terlihat benda itu bukan science). Pelangi memang indah bagi yang bisa melihatnya. Bagi yang tidak bisa melihat (misal buta), maka pelangi tak indah, tak science. Natural scienec adalah melibatkan adanya keteraturan benda (physics). Jadi mesti ada benda (physics-nya) pada science. Tak ada science yang tak melibatkan parameter physics. Ada ? Benda physics tak peduli itu indah atau tidak, maka dalam cakupannya. Yang tak indahpun juga di cakup dalam penelitiannya. Namun memang tak ada benda yang tak indah, bagi yang tahu. Jadi semua benda ya physics, ya indah, ya scienec, ya science. Yang physics belum tentu science karena tak indah bagi seseorang yang melihatnya. Physics mencakup semua science dan juga daerah di luar science. Semua science akan melibatkan fisika. Janganlah mau disebut sebagai fisikawan kalau saja tak mau mencakup semua science yang ada sekarang. PHYSICS (huruf besar), ini termasuk dan tak terbatas pada : fisika atom (kimia), fisika bumi (earth science, geologi, geophysics), fisika ruang angkasa (astronomi), fisika life (biologi), kedokteran (physician), psikologi, ekonomi, politik, hukum, seni, teknik, dll, sebagai redefinisi kata "physics" (huruf kecil), dari kata physics yang di pikir orang umumnya saat ini (Maryanto, 2005). Difinisi baru itu adalah kata physics yang saya rasakan atas kata physics di masa Yunani jaman Aristoteles itu. Tak ada angka keramat, termasuk angka 70. Angka pereode gelombang 70 km itu kalau satuannya lain, misal mile, maka pereodenya tidak 70 lagi. Keteraturan pereodik lah yang sebut indah, atau yang menjadikan 70 itu angka science. Apakah angka 70 tidak persisten? Sejak dulu, angka 70 ya itu saja. Konstan. Belum pernah menjadi angka lainkan? Kalau ada perubahan pereode jarak 31 km menjadi 70 km, yang ini melibatkan pengkuran alam, yakni natural yang scienec itu, dan juga kalau ada misal semula 4 sesar menjadi 10 sesar sekarang, maka ya itulah sciencecnya, scince-nya. Konstan, persisten. Ga gitu Mas Vicky ? Nah: Jadi apa iya 7 itu scientific ? Bukankah angka 7 itu ada pada keteraturan urutan angka? Urutan itu, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 (tujuh), 8, ... Tujuh ini ada pada urutan yang ada keteraturannya, natural yang scienec, maka disebut science. Tujuh akan ada, atau berarti, kalau saja ada angka lain. Tujuh adalah kata prima, hanya bisa habis di bagi oleh bilangan itu dan angka 1. Semakin kecil angka primanya, kemungkinan semakin banyak muncul di alam. Gitu Mas ? Daftar ukuran dari ukuran: 1 preelementari partikle, 2 bacteri, 3 manusia, 4 bumi, 5 solarsytem, 6 galaksi, dan 7 universe. Tahukah itu suatu ukuran akan mantab meningkat lebih besar, apabila kelipatannya 10 pangkat 7 disetiap peningkatan tingkatan itu ? MAR (Mass size Accomplishing Range) Scale, perlihatkan hal itu. Dan berapa level mantab semuanya itu yang terlihat dan dirasakan manusia ? Ya, ada 7 tingkat system mantab. Itukah yang di sebut 7 langit ? Kurasa tidak. Dari yang kelihatan , disebut MassSeen itu, masih mungkin ada yang lebih kecil lagi MassALIT, juga ada yang lebih besar lagi dari universe, MassAGUNG. Karena science hanya MassSeen, maka yang lain itu masih bisa di sebut "bukan science", walau ruangan itu sudah ku lihat kini. Wassalam, Maryanto. -----Original Message----- From: Ukat Sukanta [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 02, 2006 7:13 AM To: [email protected] Subject: RE: [iagi-net-l] Patahan Madura Kalau Pak Maryanto pasti ada jawabanya udah ada semua, betulkan kan Mar, 7 x 4 ...bisa 31. Salam, US -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Pak Maryanto Kalau saja angka keramat 70 ini bernuansa science, mestinya kan sifat2 sains itu akan konstant atau "persistent" dalam jangka waktu yg lama. Nah kita tahu bahwa plate itu bergerak, tentunya jarak menjadi sesuatu yg tidak konstant. Pernah suatu saat hanya memiliki periode 31 Km, pernah suatu saat hanya ada 4 patahan dsb. Jadi apa iya 7 itu scientific ? RDP On 2/1/06, Maryanto (Maryant) <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Awang, kalo boleh, minta japri dong papernya. Saya cari CD IAGI BDG > itu belum juga ketemu. > > Netter. > Menarik diskusi ini. Kemungkinan akan banyak sesar sejajar dengan RMKS > ini. Sepuluhan sesar setiap basin dugaan kami. Juga ada NS, sebagai > tempat pertemuannya NS dan EW adalah posisi gunung-gunung aktif di Jawa. > Jarak gunung-gunung dari Slamet, Dieng, Sumbing, Merapi, Lawu, Arjuno, > Bromo, Jember (Raung?), dan Ijen, adalah 70 km +- 10 Km. Sepuluh bagian > itu membentuk Basin CE Java. Sesar NS ini kemungkinan terusan dari > transfrom fault di Mid Ocean Ridge South IndiaAustralia Plate, yang 50 > km +-10 Km. Semakin ke utara, maka di katulistiwa menjadi 70'an km itu. > > Gelombang Primer adalah gelombang kompresi-ekstensi. Gelombang ini di > gambarkan sebagai Intensitas kompresi-ekstensi, yang lalu saya sebut > Gelombang ARIF (Alternating compression-extension pereodically in space > and time Results in Imaging a Form of wave from a center point, > Maryanto, 2005). ARIF menggambarkan jumlahan intensitas gelombang dengan > pereode kelipatan 10. Satu gelombang sinuoidal, misal pereode 700 km, > maka terdapat 10 gelombang dengan amplitodo lebih kecil dengan pereode > 70 km. > > ARIF pusat Laut Banda (East cyclone tectonic) menyebar dari titik Laut > Banda ini. Jarak 700 km adalah jarak Basin, misal CE Java, W Java > S.Sumatra, Central Sumatra, North Sumatra. CE Java hanya di pengaruhi > Cenozoic, NW Jawa S. Sumatra Cretaceous, CSB Jurasic, N Sumatra > PermianTriassic. > NS Fault itu juga ada di CSB, tunjukkan posisi sub basin (misal Aman, > Kiri, TMedan, dst, sepuluhan. Juga CSB ada 10 NW_SE Dari paling selatan > di Dalu-Dalu-TigapuluhHigh-Bangka. Deduksi ini maka akan berlaku sebagi > jarak gunung-gunung, seluruh gunung di Circum Pacific dan Medeteran. NS > ini juga kontrol jarak gunung di Sumatra. Lalu 7000 km adalah sekitar > lebar megaplate. > > Gerak East Cyclone Tectonic dari PermianTriasic, Jurasic, Cretaceous, > Cenozoic adalah mula-mula berturut-turut di Bangka, Kalimantan1, > Kalaimantan2, dan Laut Banda. > > Skala dari partikle hingga Universe, kelipatan sepuluhan, disebut MAR > (Mass size Accomplishing Range) Scale. Ini cakup MassSeen (yang > kelihatan itu), juga introduce lebih kecil MassALIT (Mass Among sizes > Lower limit Identified Talked matery), hingga lebih besar universe > MassAGUNG (Mass Above size of Gently Universe Named Geometry). Aman tuh > nanti ku crita. > > Salam, > Maryanto. > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

