Pak Awang mau ikutan nanya, dalam suatu system strike slip,sering terjadi synthetic dan antithetic strike slip fault. nah pertanyaan saya apakah mungkin yang di amati Pak RDP ini adalah antithetic dari fault yang diamati Pak Awang? Nah Pak Awang dan Pak RDP apakah sudah men plot pengamatan masing2 ? mungkin aja bisa saling mengisi satu sama lain, apalagi kalau yang dibicarakan ada nya didarat sekarang. mungkin bisa di plot dan di check di lapangan apakah "yang dicari" tsb ada di lapangan.....
saya pernah baca suatu artikel mengenai fault yang disuatu tempat adalah left lateral, kemudian disebelah barat laut nya fault tsb jadi right lateral. kebetulan saya punya akses beberapa seismic data daerah tsb. setelah saya periksa ternyata, kedua fault tsb adalah berbeda dan merupakan konyugasi satu sama lain. Jadi satu adalah synthetic fault dari strike slip yang utama dan satu nya antithetic fault nya. setelah email2an dengan beberapa orang, maka saya baru sadar bahwa kekeliruan seperti ini lumrah terjadi, terutama kalau hanya memakai data outcrop yang terbatas. dan hal yang sering dilupakan adalah synthetic strike slip fault dan antithetic strike slip fault nya berpotongan di suatu titik. jadi sebagai contoh kalau lihat dipermukaan (atau di seismic 3D), suatu left lateral fault berada di sebelah barat dari suatu right lateral fault, maka setelah melewati titik pepotongannya maka left lateral fault nya ada disebelah timur right lateral faultnya. dan jangan left lateral faultnya di anggap menjadi right lateral fault. sayang tidak bisa kirim attachment, saya punya beberapa artikel mengenai strike slip fault yang bisa memberikan ilustrasi mengenai strike slip fault system ini. atau kalau sempat silahkan search strike slip fault di google akan muncul banyak sekali pilihan, pilih yang dari universitas, banyak yang punya deskripsi lengkap. (kalau yang eks Repsol-YPF-Maxus, dan kenal Andy Wight, pasti ingat gambar strike slip system yang selalu di bawa beliau ke peer review, untuk men check fault system dari interpretasi.) yang paling gampang adalah gambarkan suatu normal fault system yang saling berpotongan lalu balik sehingga Thau dominant nya ada di lateral bukan ke bawah. tambahan dari ulasannya Pak Awang, sering di 3D seismic data, malahan strike slip fault utama nya malah susah melihat nya, apalagi kalau fault ini hampir tegak lurus atau malah tegak lurus terhadap lateral. jangan lupa pakai timeslice untuk interpretasi. dan interpretasi dari synthetic fault dan antithetic faultnya mungkin akan sangat membantu. yang kerja di Sumatra & Jawa (yang ber jibun 3D seismic nya) pasti banyak yang tersenyum ingat pengalaman interpretasi masing2. seperti yang Pak Awang sebutkan strike slip system ini sangat kompleks, dalam satu strike slip system bisa ada normal fault, reverse fault, dan tentu saja strike slip fault (left lateral dan right lateral), folding, mungkin erosion. apalagi kalau ada structural inversion, reactivation dari fault, dst... belum lagi kalau ada growth fault yang ter aktifkan kembali (ini sangat umum di Jawa dan Sumatra). atau fault yang ada sebelumnya di potong oleh en-echelon fault. dan yang tidak boleh dilupakan bahwa ada (paling tidak) tiga masa "compression" yang dialami Jawa dan Sumatra, dan masing2 bisa menghasilkan suatu sistem strike slip sendiri2. atau ada yang teraktif kan lagi dari seseorang yang mabuk berusaha solve strike slip system suatu daerah,(belum nanti berusaha meyakinkan orang lain) fbs nb: saya pernah menanyakan disalah satu email, apakah fracture reservoir yang "ekonomis" umumnya ditemukan di strike slip system ?. kalau iya mungkin kita bisa lebih "terarah" cari fracture reservoir yang ekonomis. ----- Original Message ---- From: Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 02, 2006 5:10:36 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Patahan Madura : Left or Right or just Thrust inversion ? Pak Rovicky, RMKS adalah : left lateral fault sekaligus inverted zone. Kita pernah diskusikan ini beberapa tahun lalu, saat itu saya belum masuk detail ke mempelajari RMKS, saat itu pun saya bilang sinistral, dan setelah mempelajarinya dengan detail, saya makin yakin ini left-lateral. Kita berangkat dulu dari regional baru ke structural style-nya. Saya yakin bahwa RMKS terjadi di sisi lemah pertemuan dua basement (lihat gambar dari Simanduntak dan Barber, 1996 di paper itu). Data2 TD litologi sumur yang menembus basement mengkonfirmasi bahwa gambar itu untuk Jatim adalah benar. Lalu kita sorot penyebab regional RMKS. Saya menyebutkan gerak tekan ke barat oleh beberapa mikrokontinen yang membentur Sulawesi Timur. Dan, saya menyebutkan juga penyebabnya adallah subduction Samudra Hindia di bawah Jawa Timur yang punya vektor 10 deg NE (vektor ini dominan sepanjang Neogen-Kuarter). Mau tak mau, dua gaya regional ini bila mengenai sisi lemah batas basement itu akan membentuk sesar mendatar yang left lateral dan bukan right lateral. Kalau mau right lateral, maka subduction selatan Jawa harus ke NW dan benturan mikrokontinen harus ke timur. Sekarang kita masuk detail ke structural grainnya. Semua structural grain di wilayah Rembang, Madura dan Kangean akan masuk ke dalam unsur2 struktur strain ellipsoid sinistral bila kita sejajarkan PDZ (principal displacement zone) pada strain ellipsoid sinistral dengan trace utama RMKS. Kalau kita pakai strain ellipsoid yang dextral, maka semua arah struktur menjadi terbalik dan kita lihat tak ada strukur2 yang terbentuk hasil right-lateral wrenching, ada juga antithetic-nya, tapi tak dominan. Daerah2 kompresi atau ekstensi pada sesar mendatar akan terjadi bila ada kink/bending/bengkokan trace sesar yang restraining atau releasing. Melihat bahwa RMKS juga adalah inverted zone, maka yang lebih berkembang adalah restraining, ini dibuktikan juga dengan kehadiran flower structure yang dominan positif dibandingkan negatif. Karena RMKS telah overprinted, harus diakui memang kita sulit mencari bengkokan2 asal itu. Tentang tidak hadirnya lipatan en echelon yang terutama NW-SE atau juga SW-NE tetapi lebih banyak W-E, itu karena lipatan2 en echelon itu telah mengalami overprinting oleh mekanisme pure shear akibat subduction ke utara, maka trend2 lipatan yang semula en echelon terhadap RMKS menjadi hampir sejajar dengannya, mengikuti trend lipatan Jawa yang dominan W-E (arah Kendeng), ini saya namakan forced folds, itu mendokumentasikan dua mekanisme : yang semula simple shear ikutan en echelon RMKS, menjadi pure shear W-E oleh trend Jawa yang subduction-related. Seperti kita diskusikan sebelumnya, graben2 Eosen itu tak terbentuk oleh RMKS, tetapi betul RMKS mengaktifkan ulang, semakin tenggelam oleh mekanisme extension component pada strain ellipsoid sinistral, strain ellipsoid sinistral mengharuskan extension yang berarah NW-SE, sehingga akan menenggelamkan struktur Eosen yang ber-trend SW-NE. Kalau RMKS dextral dan berhubungan dengan pembentukan graben, maka semua graben Eosen itu akan NW-SE trendnya, bukan SW-NE seperti sekarang. Rejim kompresi di barat dan ekstensi di timur harus dilihat dari bengkokan asal sesar RMKS yang saya sebut di atas sudah overprinted. Di timur malahan inversinya paling kuat, kompresi karena di situ ada beberapa splay (di Kangean) yang bisa membuat sistem transpression duplex, maka wilayah ini sangat menderita kompresi inversi. Sedikit ekstensi yang berkembang di sepanjang RMKS ini. Harus diingat bahwa RMKS terjadi di dua sistem rejim sedimentasi yang berbeda : paparan ke slope. Di slope, umum terjadi normal fault karena gravitasi. Saat kena inversi memang ia akan mirip inverted normal fault. Tetapi saat kena flower struktur positif akan beda. Normal fault yang inverted tak akan berdivergensi ke atas (seperti kasus Baribis Fault di Jawa Barat yang terbentuk di batas paparan Jawa Barat dan slope Zone Bogor), tetapi seismic section di timur Madura jelas menunjukkan palm-tree structure, diverging ke atas, khas flower struktur (positif juga). Saya punya section regional panjang yang memotong tegak lurus RMKS ini, kuat menunjukkan flower structuring ini dan bukan sekedar inverted normal faults. Ada perbedaan besar Pak Rovicky kalau RMKS ini right-lateral, semua arah migrasi akan terbalik dari yang sekarang terjadi, semua arah pengendapan sedimen akan berubah, semua time of generation oil/gas akan berubah. Sebab generation dan migration migas di wilayah ini erat terkait dengan merosotnya Central Deep atau Ngimbang Graben akibat reaktivasi oleh RMKS yang sinistral. Buat saya, terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa RMKS Fault Zone is a left-lateral wrench zone, juga di beberapa tempat terinversi (wrench-associated). salam, awang Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Setelah mendapat paper kumplit dengan nya jadi banyak yg bisa didiskusikan nih. Pak Awang entah kenapa saya sejak awal melihat RMKS ini sebagai right lateral fault atau mungkin thrust inversion saja. Ada beberapa keberatan yg saya rasakan ketika melihat patahan ini left lateral. Patahan lateral tentunya memiliki daerah-daerah kompresi atau extension, namun saya tidak menemukan zona kompresi atau extension akibat pergeseran mendatar ini. Yang saya lihat pada lipatan-lipan kecil tersebut lebih banyak berarah barat timur ketimbang NE-SW atau NW-SE yg mungkin bukan dibentuk akibat pergerakan lateral. Juga kemenerusan Graben-graben Paleogene buat saya justru menunjukkan right lateral ketimbang lef lateral. Misal Pati-Tuban/Bawean Trough, Ngimbang - Central Deep, BD - JS5 Trough dst dst. Nah dari konfigurasinya ini saya lebih cenderung kemungkinan bahwa RMKS mungkin right lateral. Seandainya RMKS ini left lateral fault, apakah ada indikasi kompresi tektonik rejim di bagian barat dari blok sebelah utara atau extensi di bagian timur blok utara ? Kalau saya coba interpretasikan bentuk geometry "Flower Structure" tsb bisa jadi malah berupa inversi dari normal (lystric) fault. Dimana patahan yg sering digambarkan vertical ini mungkin sebagai detachment. References tentang pit fall dari flower structure ini cukup banyak. Nah yg saya masih belum tahu. Apa konsekuensi logis seandainya RMKS ini left lateral, right lateral atau inversion of listric fault ? Juga apakah ada perbedaan dalam petroleum system ? Salam RDP --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------- Bring words and photos together (easily) with PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail. --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

