On 2/13/06, [EMAIL PROTECTED]
> Mau menanyakan ke rekan - rekan, bagaimana kita bisa mengetahui besarnya
> fracturation (fracturation degree) di karbonat dengan 3 D Seismic sebelum
> kita bor ...?

- scale and resolution !
Kalau bermaksud mengidentifikasi rekahan dengan seismic tentunya harus
disadari dahulu segala keterbatasan seismic dalam mendeteksi fracture.
Selama ini data rekahan yg diperoleh data sumur baik dari "core"
maupun image (OBMI/FMI/FMS) adalah yg berukuran kecil. Data dari sumur
ini dianggap yg paling "akurat" sebagai verifikasi keberadaan rekahan
yg mempengaruhi properties dari batuan (porosity and permeabilities).
Data seismic ini dilihat dan diolah sebagai data untuk melihat
kemenerusan sebuah "geological artefac" (termasuk didalamnya,
perlapisan, patahan dll) berdasarkan atas impedance contrast.
Kemenerusan ini sering kali terekspresi ketika melihat event2 seismic
utk keperluan structural mapping.

- Edge detection
Dengan prosesing tertentu data seismic dapat mengidentifikasi "ketidak
menerusan" sebuah bidang. Misal dengan edge detection algorithm yg
tentunya sangat banyak ragamnya. Kemenerusan/ketdak menerusan yg dapat
diketahui baik kemenerusan perlapisan maupun kemenerusan bidang2
lainnya. "Ketidakmenerusan" ini yg sering dipakai sebagai dasar utk
melihat fracture. Jadi tentunya akan ada yg bertanya-tanya apakah
basement yg masif tidak bisa terdeteksi dengan seismic ?.

Ketika aku di Shell (BSP) ada salah satu algorthm yang "mengukur"
batas-batas pinggir ini yg kemudian di plot pada rosset diagram serta
wulfnet sehingga kalau digabungkan dengan analisa sruktur geologi yg
ada akhirnya dapat diketahui atau diperkirakan mana arah2 dari open
fracture dan closed fracture. Ini sangat penting tentunya untuk
memperkirakan fluid flow direction.

- 3D azimuth detection
Setahu saya ada metode lain untuk mendetksi fracture selain melihat
kemenerusan ini yaitu dengan 3D azimuth AVO. Saya sendiri ngga begitu
mudeng detilnya, tetapi idenya adalah melihat secara tiga dimensi. Yg
hasilnya dapat berupa "fracture density" section atau map.

Ada cara lain ngga ya ?

> serta bagaimana mengetahui apakah suatu karbonat pernah mengalami expose ke
> permukaan sehingga diharapkan ada perbaikan porosity...?
>

wah yg ini aku blum bayak tahu, malah aku juga lagi sinau ini :)

hef e nais valintine day

RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina 
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), 
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke