Pak, kalau nggak salah, yang susah itu nentukan lubangnya dimana yang tepat supaya nggak nurunin tekanan dan temperaturnya ya..? Dan juga agar airnya ngalir ke lokasi pemanasan yang tepat? Lewat medium akifer yang tepat. Mungkin sebetulnya lebih baik recharge meteorik yang alami aja kali ya, biar kondisinya sama seperti saat eksplorasi. Atau karena supplynya turun dan demandnya meningkat baru pakai injeksi.
salam hs On 2/23/06, [EMAIL PROTECTED] < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > saya kurang tahu detailnya masalah geothermal ini... > tapi kalau masalah air yang digunakan apakah sebenarnya jumlahnya tetap > saja....? > air dimasukkan ke lubang ke luar jadi steam , dengan panas dan tekanannya > menggerakkan turbin, terus setelah tidak panas kan jadi air lagi... > nah air inikan bisa dipakai untuk diinjeksikan lagi...jadi loopnya relatif > tertutup.. > jadi energi ini sebenarnya bener - bener renewable dan bersih... > > Kalau masalah regulasi ini kok ya yang membuat segala sesuatu macet ya di > indonesia... > gara - garanya regulatornya lebih sibuk ngurusin paha sama dada > daripada > ngurusin regulasi energi sih... > > Regards > > Kartiko-Samodro > Telp : 3852 > > > > > "ismail" > <[EMAIL PROTECTED] To: < > [email protected]> > id> cc: > Subject: Re: [iagi-net-l] > Has World Oil/ GEOTHERMAL > 22/02/2006 09:07 > PM > Please respond to > iagi-net > > > > > > > > Meskipun panasbumi ini termasuk renewable, tapi ketidak pastian cadangan > mungkin juga ada, terutama kalau ada gangguan suplai air kedalam > dapur/ketelnya, ini bisa diakibatkan oleh kondisi lingklungan yg sudah tdk > kondosif , adanya penggundulan misalnya, dlsbg nya.Oleh karena itu > monitoring reservoar yg terus menerus mutlak perlu guna mempertahankan > performance nya.sehingga kapasitas pembangkitnya bisa dipertahankan. > Program program energi alternatif tdk akan berjalan kalau tdk ada regulasi > yang mendukungnya ( menarik investasi), dikita ini kan "orogansi " > sektoral > > ini kan kuat kuatan, ini yang kadang kadang menghambat pengembangan energi > alternatif tsb. > > Ism > > > > > > > > > This e-mail (including any attached documents) is intended only for the > recipient(s) named above. It may contain confidential or legally > privileged information and should not be copied or disclosed to, or > otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient, > please contact the sender and delete the e-mail from your system. > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina > [at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id > Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) > Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) > Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) > Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau > [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) > Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) > --------------------------------------------------------------------- > >

