Wah amat mantab komentar Pak Herman. Sangat bagus. Amat luas daerah yang belum di kuasai manusia. Geologi amat sangat penting. Karena di sinilah daerah yang paling mudah di jangkau rejeki yang ada. Skala besar pandangannya suatu ilmu akan melihat lebih mudah permasalahan, di banding kalau hanya mengetahui "lewat dalam" skala pengetahuan. Termasuk ilmu bumi, geologi. Kombinasi antar "ilmu dalam" dan "ilmu luarnya" akan menghasilkan pandangan, diskripsi, yang lebih baik. "ilmu luar" pun tak akan hasilkan sebagus kalau di banding dengan gabungan ilmu luar-dalam itu.
Ada yang tahu "Annual Discovered reserve" sebelum th 1930 ? Ini akan memperbaiki prediksi kedepan. Koreksi untuk tulisan BERKAH di bawah sono, tertulis "15 BOE" menjadi 15 GBOE (Giga Barel Oil Equivalen). Kalimat menjadi: Most probable annual discored reseve di puncak (th 2035), P10-nya sekitar 15 GBOE, P50 sekitar 30 GBOE, P90 sekitar 45 GBOE. Kemungkinan naiknya discovered reserve annually dari sekarang ke depan bisa di tunjang oleh adanya harga minyak yang mahal kini. Juga telah saya prediksikan tiga tahun lalu dan ternyata benar, bahwa jumlah pegawai mining akan naik. Padahal waktu itu situasi amat menunjukkan penurunan cepat jumlah pegawai dari 1990'an, banyak "lay off". Dari mana saja reserve yang mungkin di dapatkan ini ? Pada 70 th terakhir sebesar 1.7 TBOE proven reserve di dapatkan. Kedepan 70 th akan 1-2 TBOE probalility. Daerah Laut Thetis kemungkinan menyumbang terbesar. Laut ini mencakup Maroko hingga setidaknya Merauke. AAN (Anticline Arabian Nubian) slalu di sekitar katulistiwa, juga sejak kambrium. Sebagian daerah katulistiwa kini menjadi di Antartika, dan Kutub Utara, sebagai menyimpan banyak energi matahari (katulistiwa ) pada suatu sa'at. TAR Canada, yang telah di sebut Mas Awang, malah ada yang klaim 1.7 TBOE, akan di produksi dengan biaya 110 T.US$ (Terra US$) untuk selama 10 th kedepan. Daerah Kutub Selatan pun menyimpan banyak minyak di sebut Mas Awang itu kemarin. Klemme & Ulmishek 1991 sebut presentation world discovered reserve dari Kambrium yang sedikit (3 %) lalu naik pada Silur (10%), turun hingga PermianTriassik (5%) dan lalu naik hingga puncak di Cretaceous (30%) lalu turun di Cenozoic (12 %). Nah kami sebut bahwa lebih kecilnya minyak di ketemukan di Cenozoic di banding Cretaceous, salah satu kemungkinan adalah belum di ketemukan (lainnya misal karena belum matang). Pemetaan detil basin di Indonesia sangat akan menunjang untuk dapatkan "onother reserve" itu, terutama di Indonesia Timur, yang sedimennya ada setidaknya dari Karbonaferous. Nah Gelombang ARIF akan bisa membantunya. Hayo..., siapa menjadi penemu minyak mendatang ? Berenang. Selain Pita Lempeng Tektonik yang hanya 1 % tebal dari jari-jari bumi, pita mengapung diatas cairan, maka ada istilah bumi itu "berenang" di angkasa. Kata berenang lebih bagus diskripsinya dari pada istilah bumi "beredar" kitari Matahari. Empat energi utama : nuklir kuat, nuklir lemah, elektromagnetik, dan gravitasi. Massa adalah energi. Energi belum tentu massa. E=mcc. Temperatur universe rata-rata 2.7 K +- 0.3 K. Panas itu energi. Jadi tak ada ruang kosong dari energi. Pun massa di angkasa tertipis density ya tak pernah nol, akan ada positif besaran tertentu. Mereka menjadi kondisi fluida, cairan. Semua planet dan benda angkasa berenang. Ya arti kata berenang persis arti berenang dalam kalimat ikan berenang dalam cairan. Manusia berenang di atmosfer. Atmosfer adalah cairan yang paling cocok dengan yang di butuhkan manusia, tak di dalam air, atau di dalam massa yang lebih padat, atau lebih kurang padat atmosfer bumi. Salam, MAR -----Original Message----- From: Herman Moechtar [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, February 24, 2006 1:08 PM To: Maryanto (Maryant) Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift Thank alots pak Maryanto. Buat saya apapun teorinya termasuk plate tektonik dan salam sekalipun, semuanya untuk mempermudah studi dari basin. Yang penting buat saya dalam studi tersebut adalah: How basin fill ini ?. Hanya itu kira-kira. Yang sangat menyulitkan kita dalam studi basin itu adalah darimana kita memulainya. Menurut saya hanya satu jawabnya yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi suatu basin terbentuk dan diisi. Faktor yang dimaksud tersebut adalah faktor internal dan eksternal. Memang sebagian besar orang hanya melakukan dengan pendekatan faktor internal saja, seperti: proses sedimentasi, evolusi lingkungan, dan sebagainya. Pekerjaan ini menurut saya terbatas pada pakar geologi. Tapi jarang jang melakukan pendekatan terhadap faktor lainnya yaitu eksternal. Faktor inilah yang sebetulnya yang menyebabkan suatu cekungan terbentuk dan diisi (Tectonic, sea-level, climatic, and biotic evolution). Celakanya, ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, dan lebih celakanya lagi faktor tersebut bersifat independen. Yang sangat menarik adalah kata-kata independen tersebut, artinya faktor tersebut harus bisa dikorelasikan. Seperti, disatu tempat tektonik menonjol, ditempat lain hanya climatic, dan ditempat yang berbeda kontrol sea-level yang dominan. Nah, itulah yang dimaksud dengan geodinamika. Tentunya kalau ingin melangkah kesana mau tidak mau cycle, composite cyles on sedimentation (siklus-sekuen stratigrafi) betul-betul dipahami. Dan umumnya kita dapat menyebut mereka sebagai pakar kebumian apabila faktor eksternal tersebut menjadi acuan penelitiannya. Jadi hati-hati menyebut diri kita ahli geologi atau ahli kebumian. Ahli kebumian adalah termasuk geologi yang memahami disiplin lainnya (seperti astrogeologi, orbital stratigrafi) untuk kepentingan pengembangan ilmunya. Nah, pak Maryanto. Menurut saya teori Salam merupakan aspek ilmu kebumian yang tidak mudah dipahami, karena faktor eksternal perlu dipahami terlebih dahulu. Masalah tersebut diperumit lagi dengan istilah proses dan produk dari peristiwa bumi. Geologi umumnya paham terhadap produk dari peristiwa bumi tersebut, sayangnya selalu bicara dalam sekala waktu yang panjang (Mesozoik/ Kenozoik; Oligoen/Miosen; Oligosen Bawah/Atas, dan sebagainaya). Tapi hati-hati didalam Oligosen Atas ada (tiga) peristiwa yang kita kenal sebagai sekuen-stratigrafi. Dan didalam setiap sikuen, ada beberapa kelompok siklus mulai dari yang besar hingga yang terkecil. Jadi banyak hal-hal yang perlu kita benahi dalam pemahamam studi basin. Tapi kesimpulan saya dalam studi basin yang sangat penting adalah korelasi faktor eksternal tersebut. Akhirnya, saya harapkan kontribusi teori salam akan besar manfaatnya dalam perkembangan ilmu kebumian dimasa mendatang. Wassalam dan terima kasih. Herman ----- Original Message ----- ent: Friday, February 24, 2006 10:50 AM To: [email protected] Cc: Herman Moechtar Subject: RE: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift Wah diskusi semakin menarik. Tambahan kami berikut. Karena mau week-end, kami buat panjang. Cekungan akan gampang terlihat kalau ada sedimentasi di temukan sekarang. Yang tidak ada atau sedikit (tipis) sedimentasi akan kurang terlihat. Dari kontintal ke laut dalam, maka sedimentasi akan semakin tipis. Banyak cekungan yang belum di petakan, atau belum di ketemukan. Perjalanan waktu, semakin banyak cekungan di ketemukan. Banyak kasus yang telah bisa di jawab dengan teori Plate Tektonik, yang dimulai th 1968 itu. Kelemahannya adalah memandang plate tektonik yang ketebalan sekitar 70 km (lithosfer) itu sebagai benda rigid (kaku). "SALAM theory" memandang lempeng ini sebagai hanya pita mengapung di atas benda elastis atau cairan. Ini lebih bisa menjawab adanya "seamount" dan berbagai kasus ekstensi-kompresi pada dekat batas kontinental-oceanik di banding teori lempeng yang ada, juga global wrench fault theory. SALAM Calendar 2003, melihat fraktal skala waktu 7a, 70a, ..., 70 Ga, dan minornya, serta ada unsur pereodik jarak. Skala jarak-nya kini di perjelas dengan gelombang dari kelas atom ke lebih besarnya : 7 nm, 700 nm, ...., 70 E+28 meter (universe) dalam dunia MassSeen (Mass that are seen). Skala jarak ini adalah gelombang primer (kompresi-ektensi pereodik), dan dengan panjang gelombang yang fraktal itu. Ini di definisikan sebagai Gelombang ARIF (Alternating compression-extension pereodically in space and time Results in Imaging a Form of wave from a center point). ARIF wave: suatu jumlahan gelombang sinusoidal kompresi-ekstensi pereodik dengan amplitudo (intensitas kompresi-ekstensi) lebih besar untuk pereode yang lebih besar, dari panjang gelombang 7*10^n meter( n dari -14 hingga +28). Pada setiap satu gelombang, terdapat 10 "smaller period (para-wave)" gelombang dengan "smaller intensity amplitude". Daerah kompresi maka parawave punya panjang gelobang sedikit lebih pendek (misal 5 skala panjang) di banding daerah ekstensi (yang order 7 skala panjang). Lempeng Tektonik itu hanyalah 70 Km dan mengapung sebagai pita diatas cairan (atau benda elastis) bumi. Lempeng hanya sekitar 1 % tebalnya dari jari-jari bumi (6378 km di ekuator, 6355 km di kutub). Pita tektonik hanya memenuhi sebagai benda tipis terapung di permukaan cairan. Daerah ekstensi dan kompresi selalu berpasangan dan bisa saja bukan sebagai saling sebab akibat. Kami lebih suka sebutkan keduanya selalu ada dan pita hanya memenuhi bentuk permukaan cairan yang bergelombang ARIF itu. Hawai, salah satu "seamounth" dari sekitar 5 seamounth di Pacific di dugakan disini akan berjarak sekitar 7.000 km dari "main sea floor spreading" Pasifik. Gelombang cekungan (basin) 700 Km, terlihat mempunyai intensitas tinggi pada dekat pinggir batas megalempeng, jadikan ekstensi kelihatan lebih tinggi dibanding cekungan 700 km lain di : South China sea, Selat Makasar, North Banda sea, South Banda sea. Di setiap lokasi batas gelombang, intensitas ARIF lebih tinggi kontrasnya. Subbasin Bogor-SearuUtara-Kendeng, yang sekitar 60 km lebarnya, juga sub-sub basiun di CSB berjarak sekitar itu, adalah adanya kompresi gelombang ARIF diskordan (ketemu tegag) dengan pergerakan IndiaAustralia menekan Lempeng Sunda. Sedang jarak horisontalnya, misal arah timur-barat di Jawa, tak banyak kompresi dari timur barat. Ini jadikan jarak gunung-gunung, misal dari G. Slamet, Dieng, Sumbing, Merapi, ...., Ijen, adalah berajarak 70 km (tak 50-60 km arah utara-selatan itu). Terlihat jarak itu sekitar 70 km +-10 km. Semua gunung tadi membentuk 10 subbasin di sekitar 700 km lebar Cekungan JawaTengaTimur. Global tektonik. Jawatimur efek kompresi TukangBesi? Ada gelombang 700 km, yang ada para-wave kompresi-ekstensi 70 km, 7 km, ...., 7 nm. Sunda Plate Efek "escaping" kompresi IndiaAustralia convergen dengan EurAsia? Sunda Plate alami resultante gaya dari semua plate dunia, yang IndiaAustralia keutara, EurAsia ke timur dan tenggara, Pasifik yang ke BaratLaut atau kebarat. "escaping" itu bisa tak terjadi kalau saja IndiaAustralia keutara, dan EurAsia tak kearah timur (misal malah ke utara), atau Pasifik yang tak ke barat( tapi misalnya ke timur). Termasuk North Sea, semua global tektonik masih ikuti SALAM Calendar. Sejak terbentuknya Bumi 4.6 Ga, maka siklus 700 Ma jadikan sudah ada 7 supercontinent. Ini sesuai prediksi Condie, 1997 yang sebutkan beberapa superkontinent di beberapa prediksi SALAM itu. Trakir supercontinent ada di PermianTriasssik, 277 - 207 Ma. Masa ini adalah prerift di siklus 700 Ma. Lalu early rift di Jurasik (207-137 Ma), Maxrift di Cretaceous (137-67 Ma), Laterift di Cenozoic (67-present). Dari sequence Boundary itu maka satu sequence bisa di bagi empat pahase: seperempat masa ke 1 sebagai max kompresi hingga kompresi nol di prerift, lalu seperempat ke 2 dari prerift hingga laterift, lalu seperempat ke 3 mulai laterift hingga extensi nol atau stabil, lalu seperempat ke 4 dari stabil ke maksimum kompresi di SB. Setiap masa itu yang 70 Ma, ada compresi-ekstensi siklus 7 Ma, di mulai dari orogenesa3, orogenesa4, prerift, earlyrift, latesynrift, sagging, stabil, orogenesa1, dan orogenesa2). Cocok dengan sejarah NorthSea-nya porstingnya Mas Vicky-kan ? Setiap masa itu yang 70 Ma, ada compresi-ekstensi siklus 7 Ma, dimulai dari orogenesa3, orogenesa4, prerift, earlyrift, latesynrift, sagging, stabil, orogenesa1, dan orogenesa2). Sejarah detil tektonik cekunagn JatengTim ini ada di "SLEMAN" posting kami beberapa hari/minggu lalu. Sejarah NorthSea postingnya Mas Vicky: Berapa deviasi umurnya ? Analisa-ku ini cocok dengan global tectonic SALAM. Tidak begitu ? SALAM calendar cocok dengan any global basin history dan malah crita lebih detil siklusnya. BERKAH curve. BERKAH "Broad Estimation Reserve Keynotes Addressing Hydrocarbon annual discovery" curve. Ini adalah curve SALAM pada grafik Annual World wide oil discovery, dari data th 1930-2000. Siklus 7 th annual discovered reserve terlihat juga pada naik-turunnya discovered reserve itu. Grafik BERKAH, terhadap Average annual discovered reserve 7 th, amat sesuai, KORELASI SEKITAR 95 % ! Grafik ini prediksikan reserve akan di dapat meningkat dari sekarang, memuncak di 2035, menurun hingga 2070, naik lagi kemudian. Most probable annual discored reseve di puncak (th 2035), P10-nya sekitar 15 BOE, P50 sekitar 30 GBOE, P90 sekitar 45 GBOE. Lower discovery di prediksikan di "malaise" 1860 (awal otomobil di temukan sehingga hydrocarbon amat penting), 1930, 2000, dan 2070. Puncak annual discovered reserve di tengah siklus 70 annum-nya: 1895, 1965, prediksikan di 2035. Andakah yang akan temukan reserve lagi ? Asyikkk. Wassalam, MAR -----Original Message----- From: R.P. Koesoemadinata [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, February 23, 2006 9:32 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift Ikut nimbrung. Marine synrift memang ada, tetapi tetap berada di continental crust. North Sea itu berada di atas continental crust, juga seperti di Natuna Tetapi kalau berada di oceanic crust belum pernah dengar, biasanya langsung jadi terjadi spreading center. Jadi harus dibedakan antara oceanic crust dengan submarine seabed, yang bisa juga berada di atas continental crust. ----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Minarwan" <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]> Sent: Thursday, February 23, 2006 7:06 AM Subject: [iagi-net-l] Re: Marine syn-rift > Ini salah satu diskusi dengan Minarwan, geologist yg calon doktor di > Ustrali. > > > On 2/23/06, Minarwan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> Marine syn-rift yang dibicarakan Joe sama Chris memang marine synrift >> mulai dari early sampe late syn-rift Mas. Itu ada di halaman 891 dan >> 892. Contoh marine syn-rift source rock ada di North Sea dan Sirte >> Basin. Kalo dari North Sea Basin, source rock utamanya adalah Late >> Jurassic Kimmeridge Clay cuman aku gak ingat pengendapannya di setting >> apa. Mungkin juga source rock lain bisa juga. >> >> Uniknya Mas, John Underhill bilang North Sea itu udah pernah rifting >> pada periode Permian dan Triassic, lalu sejak Early Jurassic menjadi >> post-rist (thermal subsidence), kemudian ada doming sejak latest Early >> Jurassic sampe ke Middle Jurassic, lalu domenya kolaps, ekstensi terjadi >> lagi di Late Jurassic (Kimmeridge Clay diendapkan) sampe earliest >> Cretaceous. >> >> Cerita multiple rifting ini mirip dengan yang di Otway basin selatannya >> Victoria yah. Rifting pertama di kontinen, extensi kedua di marginal >> marine. >> >> Di situ ada papernya kok Mas, kalo Mas Vicky mau memburu marine synrift >> source rock ini. >> >> min >> --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

