Pernyataan Direktur EP Hestu Bagyo dalam acara BUMN Forum yg ditayangkan MetroTV sangat menyentak hampir semua praktisi migas Indonesia. Peryantaan bahwa secara institusional Pertamina tidak mampu mengelola Cepu ini seolah sebuah pukulan tangan kanan yg muter mengenai muka sendiri. Namun ini bisa saja bukanlah sebuah pukulan "lawan" tapi ini justru cubitan tangan kanan kita ke bokong sendiri supaya sadar apa yg sedang terjadi.
Tentunya Pak Hestu Bagyo tidak serampangan saja memberikan pernyataan "tidak mampu", barangkali ada sesuatu yg ingin beliau ungkap lebih jelas lagi. Ini yang menarik. Kita tunggu saja kalau beliau berbicara di depan DPR. Terlalu emosi dan berspekulasi malah membuat semua jadi runyam. Banyak yg akhirnya menyatakan apanya yang tidak mampu ? teknikal, finansial, dan apa maksudnya institusional ?. Tentunya banyak orang-orang Indonesia yg berteriak lantang bahwa "kita mampu mengelola Cepu !", entah siapa yg disebut kita, dan apa yg dimaksud mampu. Kalau saja institusional yg dimaksud Pak Hestu bagyo sebagai aggregat ketidak mampuan mari kita lihat apa saja yg ada dalam institusi sebuah bisnis migas. Untuk mempermudah kita bagi bebrapa kelompok dalam sebuah institusi migas - Teknikal (Core bisnis) - Support - Management dan bisa ditambah satu lagi : - Environment (external support) Karena aku ada di sisi teknikal aku babar ini dulu ya Teknikal Yang dimaksud sisi teknikal core ini adalah GGE (geology, geofisika dan Engineer, termasuk downhole hingga surface facilities). Tentunya banyak yg tidak meragukan kemampuan teknikal utk mengelola blok cepu. Tapi kita tengok teknikal ini paling tidak ada dua sisi "brain ware" manusianya atau "hardware" peralatan yg dimiliki, juga kalau mau ditambah software (aturan serta protocol yg tersedia). Nah sisi manusia atau brainware mungkin jelas tidak meragukan lagi. Untuk "hardware" atau peralatan bolehlah kita "membeli" dari luar seandainya tersedia di pasaran. Kalau belum ada tentunya harus menyediakan sendiri. Namun dalam kasus pengelolaan blok cepu ini tentunya tidak ada teknologi secanggih NASA yg akan diperlukan. Aturan serta protokol menjalankan sebuah project tentunya dimiliki setiap istitusi bisnis migas. Hanya saja ada standart yg harus dipenuhi. Mulai dari standar keselamatan (safaty), kesehatan (health) dan lingkungan (environment). Nah tergantung standard mana yg harus dipakai. Disini nantinya biaya (cost) akan berbicara dalam operasionalnya. Secara sepintas jelas kemampuan teknikal Pertamina tidak ada yg meragukan. Dan saya yakin sekali banyak diantara diantara personal bangsa Indonesia ini yang mampu mengelola Cepu. Apakah Pertamina memilikinya ? Apakah Medco, ataukah EMP ? semua juga bangsa Indonesia. Tetapi dalam kasus Cepu ini hanya Pertamina dan EM yg sering dianggap ada didalam gelanggang. Sebenernya ada sisi yg positip buat pertamina atas pernyataan pak Hestu Bagyo. Pak Hestu hanya menyatakan Pertamina belum mampu secara institusional namun banyak sekali ahli2 teknis Indonesia yg tersengat bokongnya. Paling tidak di milist profesional seperti ini. Tentu hal ini menunjukkan bahwa merekapun merasa "bagian" dari Pertamina. Buat Pak Dirut Pertamina saya hanya menyampaikan satu "Pertamina masih memegang citra Indonesia, buatlah para ahli teknis ini bangga !" Selanjutnya yg dibawah dibabar besok pas whik en aja sambil nge-BLOG... :) - Support - Management dan bisa ditambah satu lagi : - Environment (external support) rdp -- http://rovicky.blogspot.com/ --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina (Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id) Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id) ---------------------------------------------------------------------

