Sebetulnya untuk kasus Bedugul ini sudah diadakan pencerahan pencerahan
/sosialisasi dari aspek teknis dan lingkungan termasuk pengaruhnya terhadap
kelangsungan air tanah didaerah tsb dari yang berkompeten, namun
persoalannya rupanya cukup komplek terutama kalau sudah dibawa ke masalah
religi/ritual tsb.ya akhirnya tidak ada ujung pangkalnya ( minimal sampai
saat ini ).Dan seperti diketahui persoalan persoalan ini muncul setelah
proyek itu berjalan cukup jauh ( Joint Opration Contract (JOC) sudah ditanda
tangani sejak Nopember 95 antara Pertamina dg Bali Energy . Moga moga hal
ini tidak terjadi di JOA Cepu yang baru mulai saja sudah kontroversial.
Awal April nanti Pusat Sumberdaya Geologi- Badan Geologi-Dept ESDM akan
melakukan sosialisasi panasbumi kepada para Bupati Bupati di Bali.
ISM
----- Original Message -----
From: "Amir Al Amin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, March 14, 2006 4:34 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] Gethermal Bedugul dan sistem airtanah
sebaiknya ditanyakan saja ke kawan di perusahaan geothermal yang sudah
berproduksi.
seperti gn.salak,dieng, kamojang, wayang windu......
Apakah ada pengaruhnya? Sepertinya selama ini adem-adem saja.
sebaiknya asosiasi panas bumi membuat pencerahan di bali.
tapi kalo soal religi, saya tidak bisa komentar...
On 3/14/06, hendri silaen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bang fajar,
Kalau sewaktu kuliah dulu kita tau kalau air (meteorik) itu mengikuti
siklus
hidrologi dan dalam konsep sistim hidrologi artinya ada aliran air dari
daerah yang menjadi recharge ke daerah yang menjadi discharge. Di daerah
geothermal khususnya kawasan gunungapi, maka dalam perjalanan di bawah
permukaan air dapat terpanaskan secara alamiah. Manifestasinya dapat
berupa
mataair panas, fumarol, dll. Munculnya manifestasi tersebut tidak lagi
hanya
sekedar mengikuti gradien hidraulik, karena ada pengaruh tekanan dan
temperatur. Jadi logikanya jika dalam suatu eksploitasi uap panas bumi,
akan
terjadi perubahan kondisi sistim hidrologi, khususnya air panas dan uap,
karena ada gangguan pada tekanan dan temperatur. Pertanyaannya apakah
gangguan tersebut akan mempengaruhi sistem tata airtanah khususnya yang
bertemperatur normal (dingin)? Untuk itu rasanya perlu dipelajari lagi
bagaimana situasi geologi di kawasan kaldera tersebut. Apa ada relasi
antara
reservoar panas bumi dengan akifer air dingin? Bagaimana dinamika aliran
air
di dalamnya? Bagaimana pengaruh gradien hidrolik, tekanan dan temperatur
dalam sirkulasi air di bawah permukaan? Bagaimana kesetimbangan kimia di
dalamnya? etc... mohon pencerahannya jg..
salam
hendri
yglagibelajarairtanahdigunungapi
On 3/13/06, Fajar Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Daerah Bedugul-Bali secara geologinya merupakan sebuah kaldera.
>
> Di cekungan kaldera ini, terdapat 3 danau dan tidak memiliki sungai
> sebagai sumber imbuhannya, secara hipotetik sumber isian danau ini
> adalah
> hujan atau airtanah. Dalam konsep hidrologi bisa dikatakan bahwa
> cekungan
> Bedugul ini adalah suatu sistem hidrologi yang tertutup.
>
> Akan sangat menarik apabila dalam penyusunan konsep eksploitasinya telah
> dilakukan simulasi bagaimana `gangguan` dari sistem pemanfaatan energi
> uap
> ini terhadap sistem hidrologi yang saat ini ada.
>
> Kebetulan saya pernah diskusi dengan salahsatu peneliti dari Udayana,
> bahwa saat ini di Bedugul sedang mengalami masalah sedimentasi yang
> cukup
> intensif di Danau Bratan, akibat perubahan tata ruang yang sedang
> berlangsung (minus PLTPB).
>
> Mohon pencerahannya....
>
>
> Salam,
> Fajar (8441)
> PS : Orang Bali benar-benar `eco-friendly`, bangunannya-pun tidak boleh
> lebih tinggi dari pohon kelapa tertinggi.
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
--
***********************************
Amir Al Amin
Operation/ Wellsite Geologist
(62)811592902
amir13120[at]yahoo.com
amir.al.amin[at]gmail.com
************************************
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau
[EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
Komisi Sedimentologi (FOSI) : Ratna Asharina
(Ratna.Asharina[at]santos.com)-http://fosi.iagi.or.id
Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi(sunardi[at]melsa.net.id)
Komisi Karst : Hanang Samodra(hanang[at]grdc.dpe.go.id)
Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo(soeryo[at]bp.com)
Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin(ridwan[at]bppt.go.id atau [EMAIL PROTECTED]),
Arif Zardi Dahlius(zardi[at]bdg.centrin.net.id)
Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono(anugraha[at]centrin.net.id)
---------------------------------------------------------------------