Seperti dikatakan Pak Rovicky dalam pencarian sumber energi tidak kalah pentingnya juga pencarian SDE alternatif selain Migas. Ada tiga SDE yang erat hubungannya dg Kebumian , Batubara , Migas dan Geothermal . Selama ini Migas menjadi Primadonanya lha wong SDE ini yg paling fleksibel sbg SDE ( transportasi,penerangan, pemanasan) dan yang paling diminati oleh investor oleh karena itu Migas ini yg paling maju, baru akhir akhir ini setelah terbatasnya SDE ini baru yang lain dilirik. Dalam RUU Energi yang lagi digodog DPR ada yang namanya Intensifikasi SDE yaitu pencarian SDE melalui survey dan eksplorasi guna meningkatkan cadangan ( Mungkin ini yang mendorong temen temen di Konsursium EP laut dalam untuk memberikan kontribusinya dalam menghadapi krisis energi) , dan ada deversifikasi energi ( penganeka ragaman SDE , jadi disamping yang sudah ada perlu dicari yang lain untuk mempertahankan security energy nya ). Istilah Energi alternatif itu kelihatannya kurang pas ( alternatif kan artinya bisa dipakai bisa nggak ) mungkin yang lebih cocok istilah Subtitusi ( energi pengganti), misalnya dalam pembangkit listrik semua komponen BBM disubtitusi dg energi lain ( spt geothermal tsb ) ini akan lebih kuat kedudukannya. Sebetulnya peran para ahli kebumian ini sangat besar dalam dua program tsb , yaitu disamping meningkatkan cadangan SDE yang ada juga mencari SDE subtitusi tsb ( bagaimanapun keberadaan dan cara mengambilnya ketiga sumber energi diatas yang paling tahu para ahli bumi ini ) dan yang pasti kedepan tdk bisa ditawar tawar lagi kedua SDE subtitusi tsb akan sangat berperan. Dari Peta yang dibuat oleh Pusat Sumber Daya Geologi penyebaran Geothermal ini terdapat di lebih 250 lokasi mulai dari Sabang sampai Merauke, kalau ini dioptimalkan sebagai sumber energi lokal maka sudah cukup lumayan untuk mengurangi ketergantungan thd BBM , yang jadi masalah informasi yang agak detail belum ada , bahkan banyak Pemda Pemda yang tidak tahu kalau didaerahnya ada potensinya. Kalau kita lihat produksi Geothermal ( uap) dari Pertamina dan operatornya saat ini kira kira 137 MT/D yang dapat menhasilkan listrik kira kira dg Kapasitas 800 MW atau kira kira 20 juta KWh , kalau perKwh dihasilkan dari 0,28 liter BBM , maka dapat dihitung berapa liter kalau pakai BBM. dan pemakaian geothermal ini akan cepat dapat ditingkatkan seiring dg kebutuhan kapasitas pembangkitnya.Seperti diketahui Kapasitas terpasang listrik kita itu kira kira 25.000 MW saat ini ( kontribusi geothermal 3 % ) Sebetulnya kalau di sektor Migas itu teknologinya sudah sedemikian maju mengingat komoditi ini laku keras dipasaran, dan para industri berlomba lomba untuk bikin riset, kadang kadang malah riset riset yang dari pemerintah malah sulit untuk mengejarnya, coba sudah berapa banyak patent yang dihasilkan oleh perusahaan semacam shlumberger. istilahnya tinggal faktor keekonomian semata saja , tinggal beri incentif , regulasi tidak mbulat mbulet dan country risk nya kecil dengan sendirinya sudah akan berkembang pesat.dari darat sampai laut dalam.

ISM

----- Original Message ----- From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 20, 2006 3:55 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] konsorsium riset migas kelautan nasional Re: [iagi-net-l] seminar bandung 150306


As far as I know ETTI concern till to day .... aku setuju dengan Pak
Syaiful. Bahwa mungkin saja ETTI masih konsentrasi untuk "migas".
Namun yg diungkapkan Ferdi ini merupakan sebuah tantangan untuk
"Pengeloaan Energy" secara menyeluruh di Indonesia. Bisa saja ETTI
atau perlu lembaga lain.

Memang saat ini penanganan atau pengelolaan energi di Indonesia masih
saja berkutet disisi "suppy", salah satunya menigkatkan eksplorasi
serta mencri sumber alternatif lain (geothermal dll). Namun penanganan
sisi sisi "demand" atau "usage" masih sangat lemah.

Coba saja tengok lebih dari 40%, listrik yg dihasilkan di Indonesia
ini masih menggunakan energi migas. Nah geothermal hanya menyumbang
sekitar 800MW listrik (2.5% kebutuhan listrik) dan hanya memanfaatkan
4% dari 20,000 MW of geothermal potential Indonesia ! padahal potensi
cadangan geothermal Indonesia 40% dari cadangan geothermal dunia !
Kalau 20,000MW potensi ini disetarakan dengan migas bisa setara dengan
8 milyar barrel !! Amazing huh ! Dan inipin hanya yang "high enthalphy
geothermal".
Jadi bisa dibayangkan kita bisa mengubah "ring of fire" yg
didengungkan sebagai "ring of disaster" menjadi "ring of fortune" ....
mungkin juga perlu diembel-embeli "KALAU MAU".

Dan sepertinya memang keputusan mengangkat dua BOD di Pertamina dengan
background gethermal bisa berpotensi menjadi titik belok yg strategis
dalam pengellaan energi nasional.

thats my dream !!

RDP

On 3/20/06, mohammad syaiful <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
waduh, subyek ini sebenarnya 'kan soal kontribusi lembaga riset. kalo yg
ditanyakan ttg ETTI, singkat saja ya: untuk hari2 ini, ETTI konsentrasi
'hanya' di bidang eksplorasi migas. utk nanti, waktu yg akan bicara.

terimakasih dan salam,
syaiful
*ETTI


On 3/20/06, [EMAIL PROTECTED] <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Akankah ETTI juga akan bergerak memberikan rekomendasi mengenai energi
> geothermal juga....kan cukup menarik juga apalagi
> sepertinya pemerintah mulai melirik energi alternatif ini...?
>
> Regards
>
> Kartiko-Samodro
> Telp : 3852
>
>
>
>
>                      "mohammad
>                      syaiful"                 To:
> [email protected]
>                      <mohammadsyaiful@        cc:       "Duddy Arifin" <
> [EMAIL PROTECTED]>
>                      gmail.com>               Subject:  Re: [iagi-net-l]
> konsorsium riset migas kelautan nasional Re: [iagi-net-l] seminar > bandung
>                                                150306
>                      20/03/2006 12:28
>                      PM
>                      Please respond to
>                      iagi-net
>
>
>
>
>
>
> Abah pasti terlalu cepat membaca informasi yg saya sampaikan tadi. > Justru
> pertanyaan2 Abah di bawah, adalah sudah menjadi masukan utk Tim
> Pertimbangan/Pengadaan Dana yg dikomandani kang Duddy Arifin dari P3GL.
> Artinya, masalah dana ini memang sudah dipikirkan dan silakan Abah utk
> menambahkan masukan/saran.
>
> salam,
> syaiful
> *ETTI
>
>
> On 3/19/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > >
> > Rekan Bang Ipul dan Ridwan
> >
> > Terima kasih atas quick response , dan selamat atas`terbentuknya
> > Konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional.
> >
> > Melihat namanya wooow Kereeen , melihat anggotanya woow yahuuud.
> >
> > Nah pertanyaannya : Konsorsium ini akan membawa duit -nya siapa ??
> >
> > Pemerintah ? Donor/Negara donor ? Bagian dari "riset" BP Migas, atau
> > siapa.
> >
> > Siapapun yang akan membiayai , mungkin perlu difikirkan dari sekarang,
> > karena konsorsium tanpa ada   dana akan berhenti ditengah jalan.
> >
> > Si - Abah
> > yang sok cerewed
> >
> > ________________________________________________________________________
> >
> > Abah, terimakasih atas perhatiannya terhadap kegiatan ini.
> > > Kang Syaiful, kalau diperlukan, bahan2 presentasi dapat
> > > juga dibagikan kepada rekan2 yang tertarik, supaya dapat
> > > mengikuti arah pembicaraan secara lebih utuh.
> > >
> > > Tenkyu, R i d w a n
> > >
> > >
> > > On Sun, 19 Mar 2006 19:57:41 -0800
> > >   "mohammad syaiful" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >>Abah dan rekan2 lainnya,
> > >>
> > >>Lokakarya bertajuk:
> > >>
> > >>*Kontribusi Lembaga Riset Pemerintah pada Pemecahan
> > >>Krisis Energi Nasional
> > >>Melalui Riset Eksplorasi & Produksi Migas Lepas Pantai*
> > >>telah berlangsung di markas P3GL Bandung dan diikuti oleh
> > >>53 peserta dari 18
> > >>institusi (BPMigas, BPPT, CRC, Elnusa, Ephindo, ETTI,
> > >>IAGI, ITB, Lemigas,
> > >>LIPI, Lundin, P3GL, PND, PSDG, PSG, SCU, Tekmira,
> > >>Wilnon).
> > >>
> > >>Dengan bahasan tajuk di atas, masing2 institusi diberikan
> > >>kesempatan utk
> > >>memberikan presentasi (termasuk masukan/saran/dsb),
> > >>kemudian pada siang hari
> > >>dilanjutkan dg diskusi lanjutan. Telah disepakati bentuk
> > >>kerja-sama dg nama:
> > >>Konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional. Komandan atau
> > >>moderator yg dipilih
> > >>adalah Bp. Ridwan Djamalludin (BPPT). Disepakati pula ada
> > >>4 hal (pengelolaan
> > >>data termasuk regulasinya, akuisisi data, pengadaan dana,
> > >>dan pilot project)
> > >>yg dipandang diprioritaskan sbg kerja-nyata konsorsium
> > >>ini. Empat hal tsb
> > >>akan digodog oleh 4 tim dengan koordinator masing2 ialah:
> > >>Andang Bachtiar
> > >>dari ETTI (tim pengelolaan data dan regulasinya), Irian
> > >>Sitorus dari Elnusa
> > >>Geosains (tim akuisisi data), Dudi dari P3GL (tim
> > >>pertimbangan dana), dan
> > >>Bambang Wicaksono dari Lemigas (tim pilot project).
> > >>
> > >>Pertemuan berikutnya direncanakan pada 20 April 2006 di
> > >>Bandung lagi (LIPI)
> > >>atau Jakarta (BPPT). Komunikasi akan dijalin terus dengan
> > >>menggunakan
> > >>kelebihan di dunia maya.
> > >>
> > >>Semoga memberikan gambaran umum yg ingin diketahui Abah.
> > >>
> > >>terimakasih dan salam,
> > >>syaiful
> > >>*asisten moderator
> > >>
> > >>Mohammad Syaiful - Explorationist
> > >>Mobile: 62-812-9372808
> > >>Email: [EMAIL PROTECTED]
> > >>
> > >>Exploration Think Tank Indonesia (ETTI)
> > >>Head Office:
> > >>Jl. Tebet Barat Dalam III No.2B Jakarta 12810 Indonesia
> > >>Phone: 62-21-8356276 Fax: 62-21-83784140
> > >>Email: [EMAIL PROTECTED]
> > >>On 3/19/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > >>>
> > >>>
> > >>>     Rekan rekan ETTI
> > >>>
> > >>>     Bolehkah saya di infokan , laporan pandangan mata
> > >>>kegiatan 15
> > >>>     Maret 2003 di Bandung.
> > >>>     Siapa saja yang hadir, tipik yang dibicarakan ,
> > >>>mungkin ada
> > >>>     "hot" discussion dsb.
> > >>>     Maaf , tadinya mau datang tapi Mandor saya ngajak
> > >>>"nge-meeting",
> > >>>     jadinya ndak bisa pergi.
> > >>>
> > >>>     Terima kasih
> > >>>
> > >>>
> > >>>     Si - Aba
> > >>>
> ---------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>>
> > >
> > >
> > > ---------------------------------------------------------------------
> > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > >
> > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > > No. Rek: 123 0085005314
> > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > >
> > > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > > No. Rekening: 255-1088580
> > > A/n: Shinta Damayanti
> > >
> > > IAGI-net Archive 1: > > > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > > ---------------------------------------------------------------------
> > >
> > >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> >
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> >
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> >
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
>
>
>
> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
> recipient(s) named above.  It may contain confidential or legally
> privileged information and should not be copied or disclosed to, or
> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
> please contact the sender and delete the e-mail from your system.
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>




--
http://rovicky.blogspot.com/

--Writer need 10 steps faster than readeR --

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke