Tertarik Informasi terbaru yang menyatakan bahwa cekungan indonesia saat ini 
berjumlah 66 basin saya membandingkan dengan status basin & cadangan migas 
yang diterbitkan bersama oleh MIGAS,BPMIGAS,PERTAMINA,IAGI,HAGI dan IATMI 
tahun 2003 yang berjumlah 60 basin.  Saya dapatkan :
- ada beberapa basin  menjadi beberapa basin baru apakah itu sebagai sub 
basin atau basin lainnya; misalnya : Basin sibolga menjadi basin Meulaboh & 
Nias, Basin Bengkulu menjadi basin Mentawai ditambah satu sisipan basin 
antara basin mentawai dan central sumatra yang disebut Ombilin, basin sunda 
menjadi basin Asri, sunda dan sunda strait;
tetapi ada juga menjadi gabungan dari beberapa basin; misalnya basin 
Waipoga, biak, waropen & jayapura menjadi satu basin dengan nama 
Waipoga-Waropen
 
Sebenarnya  Kenapa sich,...musti bermacam-macam penamaan ? kenapa kita tidak 
bicara dalam satu bahasa sistim penamaan basin ?,...
 
- Dari status tahun 2003 sampai dengan saat ini , informasinya masih tetap 
menunjukkan bahwa :
  cadangan terbukti 4,72x.xx billion barel, apakah ini artinya tak ada 
produksi yang significan ?
  cadangan potensial ada peningkatan dari 4,653.xx billion ke 5,024.xx 
billion
  cadangan hypotetic dan speculative tidak mengalami perubahan. 
  Apakah artinya  ? apakah memang tidak ada usaha-usaha yang signifikan 
untuk meningkatkan status cadangan, atau memang datanya belum terupdate 
dengan benar ?
 
- Yang menarik bahwa ada sekitar 67 % basin indonesia masih belum 
berproduksi dan 
  85% dari basin-basin tersebut berada di laut. Dari sini Saya bisa mengerti 
kenapa konsorsium riset yang dicanangkan tanggal 15 maret kemarin mengambil 
tema "Konsorsium riset migas kelautan Nasional"  

Mohon Pencerahan dari para pakar , terimakasih

Kirim email ke