Semua konsen yang Prasida sebutkan adalah benar dan real adanya. Bahwa semua itu akan mungkin terjadi pada setiap investasi. Nah, pengembangan energi geothermal ini tentunya tidak direct related dengan problem-rpoblem yg muncul selama ini. Pemilihan jenis energi apapun akan memiliki probabilitistic yang sama utk menuai badai seperti karaha bodas ataupun problem bedugul.
Ya, variasi2 kasus yg Prasida sebutkan dibawah lebih bernuansa "investasi". Artinya setiap jenis investasi di Indonesia mempunyai risiko yg hampir sama. Namun ada hal pentng yg perlu dilihat adalah "part by part", atau bagian-bagian mana untuk mengurangi risiko ini. Nah dalam presentasi di IPA convention tahun lalu ada presentasi hasil survey dari PWC (Price WaterHouse Cooper) yg menyebutkan bahwa untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia ini "there is no silver bullet", tidak ada satu langkah yg paling dominan/tepat untuk diambil pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi. Yang pelu dilakukan hanyalah "Just DO IT as what we did". Tentunya ini mengajak ntuk terus melakukan hal-hal 'positip' yg selama ini sudah dilakukan. Karena tidak ada satu langkahpun yg "dominan" mengontrol membaiknya investasi. Memang menurut pembicara dari PWC ini mereka dapat melihat adanya "perbaikan" dalam 5-10 tahun sejak terpuruknya ekonomi Indonesia. Tetapi tidak diketahui dengan pasti apa yg menyebabkan investasi membaik dalam 5 tahun terakhir. Nah tentang temuan hasil BPKP ini ada beberapa hal yg menurutku perlu dilihat dan dicermati tentang "penemuannya". Apakah jumlahnya yg meningkat itu "yang diketemukan" atau yg riil terjadi memang meningkat ? Apakah sejak dulu BPKP menemukan hampir semua penyelewengan ? Kerja BPKP saat ini jauuuh lebih bagus dari dulu dalam mengungkap korupsi, artinya "jumlah temuan"-nya meningkat. Tetapi indikasi bahwa sekarang mall-mall semakin ramai, juga jalan semakin macet serta nilai rupiah menguat tidak bisa dipungkiri. Mnurutku ada indikator ekonomi yg kurang tepat untuk mengamati apa yg sebenernya terjadi. Dan yang saya yakini ... "we never know whats happening ... until we finished" So ..... Just DO IT ! RDP "duh ternyata hanaya soal duit ...upst !" On 3/22/06, Prasiddha Hestu Narendra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Picky, > > "aman" dari sisi tidak dibawa ke LN memang bener berikut efek multipliernya. > Tapi kalo inget2 "karaha bodas" yg telah lalu, dari sisi regulasi dan > kemauan pemerintah buat "ngatur dgn bener dari beberapa aspek" harus dibuat > "aman" juga. > kalo kita mau "berkaca", inget bbrp variasi kasus: > - buyat di Newmont > - PTM-Exxon di blok cepu > - Freeport > - baru2 ini pembakaran camp di Newmont > - demo masyarakat Bojonegoro (walopun mereka medukung dg beroperasinya blok > cepu) yg menuntut sarana fasum terutama akses jalan menuju banyu urip. > Alhamdulillah sekarang sudah selesai dg baik. > - mungkin masih banyak kasus yg tidak sampai ke media massa. > > Oh ya berita pagi kemarin di metro, hasil dari laporan BPKP menyebutkan > kalo tahun 2005 korupsi di Indonesia mengalami kenaikan kalo ndak salah > denger Rp. 22 trilyun (walah mentang2 BBM naik korupsi ikut2an naik juga) > dan negara dirugikan sampai 33 juta US$ > > > At 08:29 PM 3/20/2006 -0800, you wrote: > >Abah yg saya pikirkan adalah "aman" untuk tidak dibawa keluar dr > >Indonesia. Sehingga harus dimanfaatkan didalam negeri. Salh satunya ya > >untuk industri. Jadi industri harus dijalankan di sini dan multiplier > >effectnya sangat menguntungkan tentunya Indonesia. Artinya lapangan > >kerja tetap harus ada di Indonesia kan? Nah saya berpikir soal > >multpliernya ya tetep disini > > > >On 3/20/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > Vick > > > > > > Akh masa "aman" ? > > > > > > Ayam jantan makan jintan > > > Kaki Bush lagi kesemutan > > > Energi mah pasti tujuan > > > Kalau ada pasti jadi rebutan > > > > > > Si-Abah > > > > > > _______________________________________________________________________ > > > > > > > > > > > > geothermal "aman" dari ancaman "penjarahan" oleh negara-negara rakus > > > > energi ini ? > > > > selanjutnya : > > > > > > > > http://rovicky.blogspot.com/2006/03/aadg-ada-apa-dengan-geothermal.html > > > > > > > > rdp > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > > A/n: Shinta Damayanti > > > > > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------------------------------------------- > > > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > > > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > > > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > > > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > > > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > > > No. Rek: 123 0085005314 > > > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > > > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > > > No. Rekening: 255-1088580 > > > A/n: Shinta Damayanti > > > > > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > > > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > > > --------------------------------------------------------------------- > > > > > > > > > > > >-- > > http://rovicky.blogspot.com/ > > > >--Writer need 10 steps faster than readeR -- > > > >--------------------------------------------------------------------- > >To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > > >Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >No. Rek: 123 0085005314 > >Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > > >Bank BCA KCP. Manara Mulia > >No. Rekening: 255-1088580 > >A/n: Shinta Damayanti > > > >IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > >--------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > -- http://rovicky.blogspot.com/ --Writer need 10 steps faster than readeR -- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

