Rekan rekan
Wah belum ada yang mau share yag!!!
Iseng iseng saya buka google ada sedikit info , tapi postingnya
tgl 30 Juni 2004.
Isinya mengatakan bahwa Cina akan membangun dua proyek CTL dengan
bantuan satu perusahaan Afrika Selatan bernama SASOL.
Proyek ini akan didirikan di provinsi Ning Xia dan Shaan Xi,Sasol
telah mempunyai proyek CTL dengan produksi 150.000 BOPD (woow
besar sekali ya)
>> Ada yang tahu bagaimana perkembangan tadoyek di Cina tadi ?
Si- Abah
_______________________________________________________________________
Rekans
>
> Terus terang saya terkejut dengan kepeloporan Grup Bakrie ini,
> dengan keberanian ini dapat disimpulkan bahwa CTL secara ekonomis
> menguntungkan . (Masa sih Bakrie mau rugi ????).
> Pengetahuan saya mengenai CTL ini sangat kurang ,mungkin rekan
> yang mengetahui CTL , perbandingan-nya dengan CGM dsb,
> tolongdi"share".
> Cuma saya bertanya :"mengapa tidak kearah renewable energy ya ?" (se
> perti biodiesel dsb) . Akh , duit orang kok Si Abah ikut ngatur ya ???
> Bagaimanapun salut pada Bakrie !
>
> Si-Abah
>
> __________________________________________________________________________
>
>
> Bumi-Energi Akan Merger Juli
>> Ardian Wibisono - detikcom
>> Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berharap merger dengan PT
>> Energi
>> Mega Persada Tbk (ENRG) pada Juli 2006. Merger dua kelompok usaha
>> Bakrie ini akan dilakukan dengan mekanisme share swap atau tukar saham.
>>
>> "Untuk merger saat ini masih dilakukan kajian, kita akan mengajukan
>> share
>> swap bukan dengan mengakuisisi atau tender offer supaya tidak ada uang
>> yang keluar, karena uang itu akan digunakan untuk investasi," kata
>> Presdir
>> Bumi, Ari S Hudaya.
>>
>> Hal itu diungkapkan Ari dalam paparan publik yang berlangsung di Hotel
>> Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/3/2006).
>>
>> Ari belum bisa menjelaskan, jika merger terwujud siapa yang akan menjadi
>> perusahaan induknya, atau kah membentuk perusahaan baru.
>>
>> Aksi Bumi ini tidak berhenti sampai disini. Menurut Ari, dalam enam
>> bulan
>> ke depan Bumi masih akan melakukan tindakan korporasi material lainnya,
>> dengan melakukan akuisisi aset yang sejalan dengan strategi usaha Bumi.
>>
>> Bumi melakukan divestasi tiga anak usahanya yaitu PT Kaltim Prima Coal
>> (KPC) sebesar 95 persen, PT Arutmin Indonesia sebesar 100 persen dan PT
>> Indocoal Resources Limited sebesar 100 persen, dengan total nilai
>> penjualan mencapai US$ 3,2 miliar.
>>
>> Perjanjian jual beli dilakukan dengan PT Borneo Lumbung Energi yang
>> merupakan afiliasi dari PT Renaissance Capital pada 16 Maret 2006.
>>
>> Usai merger, ungkap Ari, Bumi akan fokus pada bidang batu bara cair atau
>> coal to liquid (CTL). Proyek CTL ini akan mulai produksi empat tahun
>> kedepan setelah didirikan perusahaan gabungan. Rencananya pembangunan
>> akan
>> dilakukan pada pertengahan tahun depan.
>>
>> Selama proses pembangunan tersebut, menurut Ari, pendapatan Bumi
>> mayoritas
>> akan berasal dari produksi gas alam dan minyak bumi dari blok-blok yang
>> dimiliki Energi.
>>
>> Blok tersebut antara lain Blok Kangean, Blok Malacca Street, Blok
>> Brantas,
>> Blok Semberah, Blok Sungai Gelam, Blok Gebang, Blok Bentu dan Blok
>> Kerinci
>> Baru.
>>
>> "Setelah merger dilaksanakan, dalam jangka pendek pendapatan Bumi akan
>> bersumber dari pendapatan usaha dari kedelapan blok tersebut," tukas
>> Ari.
>>
>> Rencananya, proyek TCL akan didirikan di Sumatra Selatan (Sumsel). Ari
>> menjelaskan, perseroan telah mengakuisisi produsen batu bara di Sumsel
>> yaitu Pendopo Energi Batubara dengan nilai US$ 3 juta.
>>
>> Pertimbangan pembangunan di Sumsel, karena banyaknya jaringan pipa
>> Pertamina dan melimpahnya sumber suplai batu bara.
>>
>> "Kita sudah signing dengan Pendopo hari ini, nilainya sekitar US$ 3
>> juta,
>> rencananya di Sumsel kita akan membangun komplek industri batu bara
>> cair,
>> mulai dari tambang, pembangkit listrik sampai refinery. Untuk pembangkit
>> listrik bisa di dekat tambang dan refinery bisa di pantai," tutur Ari.
>>
>> Bumi menargetkan membangun pabrik TCL dengan kapasitas 80 ribu barel per
>> hari dengan biaya investasi sekitar US$ 3 miliar.
>>
>> Untuk memproduksi batu bara cair ini, dibutuhkan 47.500 ton batu bara
>> per
>> hari. Hasil dari batu bara cair ini bisa disuling menjadi bensin, solar,
>> minyak tanah, gas dan minyak bakar.
>>
>> Selain itu perseroan juga berencana membeli tambang emas di Palu dan
>> Gorontalo.(ir)
>>
>>
>>
>>
>> ===============================
>> Amir Al Amin
>> Operation / Wellsite Geologist
>> Mobile (62)811592902
>> amir13120[at]yahoo.com
>> amir.al.amin[at]gmail.com
>> ===============================
>> Send instant messages to your online friends
>> http://uk.messenger.yahoo.com
>
>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------