Yang sulit menurutku menganggap "main ongkos" ini sebagai tindakan
"illegal". Kalau semuanya sesuai dengan aturan yg ada maka "main
ongkos" ini menjadi delik etika ketimbang delik legalitas.
Btw, setahuku PSC memang "membolehkan" cost recovery, pembatasan yg
ada adalah pembatasan prosentase dari total produksi (?revenue,
cmiiw).
Nah kecuali menyalahi kesepakatan PSC yga ada, barulah mungkin
diadukan sebagai aduan legal. Otherwise it is just "the leak of the
deal".

Disinilah saya selalu saja berpikir tidak sesederhana "depend man
behind the gun". Karena disini akan terlihat kalau GUN yg dipakai
tidak "fit" dengan THE MAN, maka si pembawa gun tidak dapat
mengoptimumkan "gun" yg dimilikinya. Ada hal penting yg perlu
dilakukan pembuat 'gun' dalam men-"design gun" yg sesuai dengan "the
man".

Kalau toh memang kita tidak mampu mengontrol "cost recovery" karena
sesuatu kendala, ya buat saja sistem tanpa "cost recovery", atau cost
recovery tidak berupa variance terhadap revenue. Tetapi variance
terhadap kemampuan kita sendiri. Bentuknya seperti apa? terus terang
saya ya belum tahu juga ... perlu mikir lagi.

rdp
===
Perkembangan dari PSC (tolong dikoreksi barangkali saya masih kliru juga :()
Generasi pertama (1965 – 1978)
   - cost recovery dibatasi sebesar 40%
   - bagian kontraktor adalah 35% bersih
   - DMO tanpa grace period

Generasi kedua (1978 – 1988)
   - tidak ada pembatasan cost recovery
   - bagian kontraktor adalah 15% bersih
   - investment credit 20%
   - DMO dgn harga pasar untuk 5 tahun

Generasi ketiga (1988 – sekarang)
    - mulai diberlakukan First Tranche Petroleum  (FTP)
      * diperkenalkan pada kontrak yg  ditandatangani 1988
      * besarnya 20% dari produksi (gross)
      * untuk menjamin Pemerintah menerima bagian hasil produksi
      * FTP nantinya akan di bagi juga antara Pemerintah dan Kontraktor
   - DMO bervariasi antara harga ekspor


On 3/27/06, Parada Devy S <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Menurut saya statement sdr. Brahmantyo ' karena 'main di ongkos' oleh
> operator bukan hal yang aneh di sistem PSC ini.' Perlu ditindaklanjuti.
> Karena 'main ongkos' bukan hanya ANEH, tapi juga melanggar hukum alias
> korupsi. Kalau punya bukti yang jelas laporkan saja ke BP MIGAS atau
> insatansi berwenang lainnya (BP MIGAS juga diaudit BPK). Semoga anda
> tidak'minder' melakukannya.
>
> Salam,
>
> Parada Devy S.
>
> -----Original Message-----
> From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)
> [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, March 24, 2006 8:04 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [HAGI-Network] [iagi-net-l] Bisnis migas, berjudi atau bukan ?
>
> Pak Ariadi betul tentang pentingnya cost control, karena 'main di ongkos'
> oleh operator bukan hal yang aneh di sistem PSC ini. Namun kurang fair kalau
> hanya menunjuk BPMIGAS untuk tanggung jawab pengawasan ini, karena
> PT.PERTAMINA sebagai pemilik participant interest sama besar dengan EMOI
> (45%) juga memiliki wewenang dan tanggung jawab besar dalam mengendalikan
> operating cost (termasuk sunk cost aneh yang mungkin akan di claim)
> Harapannya, siapapun rekan2 PT. PERTAMINA seconder/partner yang berada  di
> posisi steering commite, managerial, maupun teknikal JOA Cepu ini, juga
> peduli dan juga berani untuk mengendalikan cam-macam pemborosan dari awal.
> So, ga lempar 'bola panas' tanggung jawab controlling cost ke BPMIGAS
> semata.  Semoga 'Komandan2 Secondee' di JOA ini dapat diandalkan.  Nggak
> minderan geeto loh  !  he he he
> Salam
> Brahmantyo
>
> -----Original Message-----
> From: Ariadi Subandrio [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, March 23, 2006 11:07 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [HAGI-Network] [iagi-net-l] Bisnis migas, berjudi atau bukan ?
>
> Pak Vicky,
>   Dalam sejarah PSC Indonesia, yang "terakhir" mau menerima konsep PSC
> sebagai implementasi dari bisnis migas yang bersifat "judi" adalah Exxon
> yang notabene adalah sang raksasa Seven Sisters dengan mengambil blok
> Natuna, itu pun split-nya khusus (barangkali Abah bisa cerita banyak untuk
> hal ini). Para pemula-nya justru IIAPCO, Arco yang saat itu boleh di bilang
> mid class oil company. Jadi "judi" atau "tak judi" dalam premis yang anda
> sampaikan rasanya gak begitu laku di beberapa raksasa pemilik modal. Exxon
> mau ambil natuna juga setelah melihat MOBIL sukses di Arun.
>
>   Dalam konteks PSC Indonesia, reward untuk Cost Recovery adalah didasarkan
> pada kemauannya melakukan "gambling" dalam tahapan explorasi. Nah sekarang
> kalau ada kontrak PSC tanpa melalui tahap Eksplorasi apakah masih pantas
> memperoleh Cost Recovery, contoh paling aktual adalah : kontraktor Joint
> Operating Cepu (award Sept' 2005, award bukan dari Migas) yang notabene gak
> melakukan eksplorasi.
>
>   Pertanyaan besarnya adalah pada BPMigas yang kelak akan melakukan kontrol
> (manajemen) pada semua kontraktor PSC, dapatkah  tidak mengakomodasi biaya
> pra PSC (TAC) pada JO Cepu ?, Mengingat kontrak PSC-nya kan baru 6 bulanan
> lalu dan tanpa ada aktifitas eksplorasi sebab (yang melakukan eksplorasi
> adalah TAC, dulu Humpus kemudian Ampolex/Mobil/ExxonMobil)? apalgi kalau
> sunk cost nya juga mengklaim biaya pembelian ineterest pd Humpuss, masak di
> reward dengan cost recovery sih?
>
>   lam-salam,
>   ar-.
>
>
>
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Bisnis migas sering dikatakan sebagai bisnis berisiko, namun bisnis
> ini secara ekonomi jelas-jelas sangat menguntungkan. Apakah ada unsur
> gambling atau judi dalam bisnis ini ?
>
> Hanya bagi yg tertarik, selanjutnya :
> http://rovicky.blogspot.com/2006/03/mengapa-perlu-investor-yang-persistent.h
> tml
>
> rdp

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke