>

  Vick

  Apakah Anda "politics phobia"


  Si-Abah

________________________________________________________________________


  mas Bambang Pujas,
> Asset negara tentunya jauh lebih besar, namun kita berkumpul menjadi
> satu negara berbendera merahputih, tentunya berbeda dengan kita
> berkumpul dibawah naungan perusahaan. Dibawah naungan perusahaan kita
> ini "buruh", dibawah naungan negara kita ini "bangsa/warga".
>
> Nah sekarang kita tengok dari aspek kekuatan mengatur (mengontrol).
>
> Asset atau kekayaan negara Indonesia ini tentunya suangaaat buesar.
> Namun pemerintah Indonesia ini "miskin" dalam artian nilai uang yg
> dapat dipakai untuk "bermain-main" menjalankan ketatanegaraan yg
> sangat terbatas. Namun kekayaan negara Indonesia ini tersebar di
> jumlah penduduk yg 300juta. Dan sayangnya tersebar tidak merata ya.
> Nah, kalau saya bandingkan dengan negara serumpun Malesa (wedian knapa
> aku ini slalu nengok malesa sih :), maka Malesa ini pemerintahnya
> kaya, sehingga memiliki kekuatan untuk mengontrol (power to control).
> Sedangkan pemerintah Indonesia hanya memiliki sedikit uang utk dipakai
> "bermain-main".
>
> Perusahaan (entitas bisnis) memiliki kekayaan (uang) cukup besar, dan
> semuanya dibawah kontrol Board Directornya. Bahkan bisa saja disini
> lebih besar dari nilai yg dipakai pemerintahan Indonesia. Namun tetep
> saja asset totalnya jauuuh lebih kecil dari negara (karena negara
> memilki teritorial, sedangkan perusahaan tidak memiliki teritorial.
>
> Nah saya yakin suatu saat nanti entitas bisnis ini akan menembus
> batas-batas negara, sedemikian sehingga negara tidak memiliki kekuatan
> kontrol apapun terhadap anggota-anggotanya (rakyat dan penyelenggara
> negara). Bisa saja rakyat ini menjadi loyal ke perusahaan ketimbang
> loyal ke Negara.
>
> Sebenernya yg kita ributkan selama ini hanyalah "nafsu" untuk
> mengontrol dan mengatur jalannya kehidupan. Tidak dimilkinya kemampuan
> mengontrol diri sendiri ini yg disebut sebagai terjajah (tidak
> merdeka). Saya sendiri merasa di Indonesia ini kemampuan ilmiah
> akademis tidak memiliki kekuatan kontrol lagi, justru politisilah yg
> lebih banyak mengontrol. Segala sesuatu dipolitisir. Segalanya menjadi
> membuyat.
>
> rdp
>
> On 4/5/06, B. Pujasmadi < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>  Kalo pendapatan sebuah perusahaan lebih besar dari pendapatan negara,
>> apa itu artinya? Negara salah urus, atau sumber daya yang lemah?
>> Padahal aset negara kita mestinya jauh lebih besar dari asset
>> perusahaan sekelas Exxon.
>>
>>   BPJ
>>
>> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>   Lah kalau budgetnya saja sudah berlipet-lipet dari APBN kita ....
>> makanya
>> kita ndak ada apa-apanya dimata EXXON :(
>> Mnurutku salah satunya ya jangan sesekali memasukkan Exxon dalam
>> percaturan
>> politik kenegaraan. Mboh gimana caranya ...... pokoke setiap entity
>> bisnis
>> dihadapi dengan bisnis juga. Jangan sampai Politisi deal bisnis, wah
>> pasti
>> ambyarr deh ....
>>
>> Tapi aku rasa suatu saat nanti yg disebut dengan "NEGARA" juga akan
>> hilang
>> dengan sendirinya seperti hilangnya kerajaan dalam perjalanan sejarah
>> manusia. Jadi siapa nih yang harus dibelain kalau toh negara juga
>> lenyap.
>>
>> RDP
>> "are we the Saudi's of geothermals ?"
>> *=========================>
>> PERINGKAT PERUSAHAAN
>> ExxonMobil Terbesar di AS*
>>
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke