On 4/6/06, oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Siap-siap saja, 5 juta tahun yad kita akan digugat anak cucu, karena mereka 
> tidak kebagian akumulasi hydrokarbon lagi akibat source rocknya sudah kita 
> sedot hari ini.
>
>   Just a joke...
>

Atau dibodoh2in ....

"Oil is too valuable to burn".

Masih ingat Shah Iran ? Sebelum terjadinya revolusi Iran tahun 1979,
dia sangat dikenal dengan kalimatnya "Oil is too valuable to burn".
Ya, bener minyak bumi terlalu mahal untuk dibakar

Hydrocarbon (HC) merupakan sebuah rangkaian Hydrogen dan Carbon yg
diperloleh melalui sebuah proses kimiawi yg terjadi secara alami.
Pembuatan HC sintetis disebuah laboratorium saja akan sangat mahal.
Bahkan mungkin impossible untuk membuatnya dalam skala industri.
Rangkaian Hydrogen dan karbon ini lebih banyak dijumpai sebagai proses
alamiah. Memecahkan rangkaian HC dengan pembakaran sangatlah mudah,
dan melalui "combusting" ini akan diperoleh panas atau kalor yg saat
ini merupakan sumber energi utama bagi umat manusia. Namun mungkinkah
kita merangkai rantai panjang atom C - Carbon ?

Minyak bumi sebagai salah satu rangkaian HC mempunyai potensi lain
yaitu sebagai bahan baku ethilene maupun polyethilene. Sebuah bahan
dasar bermacam-macam bahan yg ada disekeliling kita. Didepan anda saat
inipun bahan-bahannya dibuat dari bahan petrokimia. Tengok keyboard
anda, mouse anda, bahkan baju yg anda pakai tentu mengandung
bahan-bahan petrokimia. Yang bahan dasarnya adalah Minyak Bumi ....

Bahkan kalau anda tengok penghasilan Pertamina, saya yakin hasil
industri Petrokimia-nya sangat besar dibanding produk-produk lainnya.
Value added pengolahan minyak bumi untuk kebutuhan industri petrokimia
jauh lebih besar ketimbang refinery untuk kebutuhan BBM. Ini perlu
disadari bahwa kebutuhan energi dunia harus dipenuhi dari
sumber-sumber energi lain selain sumber dari hidrocarbon.

Andris Piebalgs Energy Commissioner A Common Energy Policy for Europe
EU Energy menyatakan bahwa nanti tahun 2045 harga minyak sudah terlalu
mahal dan sayang kalau hanya dipakai sebagai sumber energi. Dan beliau
menyatakan sudah saatnya menerima nuklir sebagai sumber energi yg
utama.

Jadi mengapa kita masih lebih mementingkan membakar minyak hanya untuk
memperoleh energi ?

   "Oil is too valuable to burn," the Shah reiterated. "When we run
out, what will we do? Fight each other for the last drop?"

--
 http://rovicky.blogspot.com/

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke