Tulisan tentang Petronas:
   
Bangunan Petronas Twin Towers itu terlihat mencolok dibandingkan bangunan 
pencakar langit lainnya di Kuala Lumpur. Bangunan kembar milik perusahaan 
minyak Malaysia (Petronas) yang menjulang setinggi 482 meter (84 tingkat) 
itu-tertinggi di dunia saat ini-terkesan unik, berbeda dengan bangunan pencakar 
langit lainnya di dunia. 
Pembangunan bangunan kembar itu tampaknya merupakan salah satu cara bagi 
Malaysia mempromosikan Petronas ke dunia global. 

Petronas Twin Towers kini sudah menjadi simbol Malaysia. Melalui Twin Towers 
itu orang akan ingat kepada Petronas. "Ini adalah salah satu cara kami untuk 
memperkenalkan Petronas di dunia internasional. Bagaimana mungkin kita 
memamasuki pasar global, jika orang tidak mengenal kami," kata Faris Mustaffa, 
regional manager oil business Petronas. 

Ambisi Petronas menjadi salah satu pemain ternama di bisnis perminyakan dan gas 
dunia adalah suatu impian yang akan diwujudkannya melalui kerja keras dan 
profesional. Namun untuk menggapai impian itu bukan perkara mudah. 

"Banyak tantangan yang harus kami hadapi menuju salah satu pemain migas ternama 
dunia. Tapi, hal itu bukan suatu hal yang mustahil. Kami bekerja keras dan 
didukung oleh tenaga pofesional,"kata Azman Ibrahim, manager media relations & 
information department corporate affairs Petronas. 

Sumber pendapatan Petronas 2003 
Sektor Nilai % 
Produk minyak US$8,0 miliar 37,4 
Minyak mentah dan kondensat US$5,05 miliar 23,6 
LNG US$3,43 miliar 16 
Petrokimia US$1,53 miliar 7,2 
Proses gas US$1,37 miliar 6,4 
Perkapalan US$0,77 miliar 3,6 
Lain-lain US$1,2 miliar 5,8 
Sumber: Petronas 

Bahkan perusahaan itu termasuk dalam salah satu perusahaan migas yang mencatat 
laba tertinggi di dunia dan masuk dalam 500 perusahaan global versi Fortune. 

Di antara 10 perusahaan migas dunia, Petronas pada tahun ini menempati urutan 
ke-tujuh dari segi perolehan keuntungan bersih sebesar US$4,0 miliar, terpaut 
sedikit dengan CNPC (Cina) yang menempati urutan ke lima. 

Menurut data, turn over Petronas pada tahun buku yang berakhir pada Maret 2003 
tercatat US$21,4 miliar atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 
US$17,7 miliar. 

Keuntungan 

Sedangkan keuntungan perusahaan sebelum pajak tercatat sebesar US$7,1 miliar 
atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$6,4 miliar. 

"Kami harus agresif melakukan ekspansi ke luar negeri baik di sektor hilir 
maupun di sektor hulu. Jika tidak ekspansi ke luar negeri orang tidak akan tahu 
kami. Kami dari negara kecil. Tiada pilihan lain, kami harus go global," kata 
Faris 

Petronas kini masih memiliki hak ekslusif untuk melakukan ekpslorasi dan 
eksploitasi sumber daya alam Malaysia. Tapi, di sektor hilir Petronas harus 
bersaing dengan perusahaan migas dunia yang sudah berpengalaman ratusan tahun. 

"Siapa yang tidak kenal dengan Shell, BP, ExxonMobil. Mereka itu semuanya 
pemain migas dunia yang sudah lama berkiprah di bisnis migas. Kami [Petronas] 
baru berkecimpung di sektor migas sekitar 30 tahun," katanya. 

Meskipun Petronas dimiliki negara, tapi manajemen menjalankan kegiatan seperti 
perseroan terbatas. 

"Semua keputusan dilakukan oleh manajemen perusahaan berdasarkan pertimbangan 
business , sedangkan para komisaris yang terdiri dari unsur pemerintah hanya 
menerima laporan saja. Tak ada intervensi dari para komisaris terhadap 
kebijakan perusahaan,"kata Agil Samad, advisor oil business Petronas. 

Petronas kini tumbuh menjadi perusahaan minyak terintegrasi penuh di bidang 
perminyakan. Saat ini bisnisnya telah menggurita di sektor hulu mencakup 
eksplorasi dan eksploitasi migas sampai pada sektor hilir meliputi refinery, 
distribusi dan pemasaran produk minyak, perdagangan, proses gas, pengoperasioan 
jaringan pipanisasi gas, pemasaran LNG, produsen dan pemasaran produk 
petrokimia, perkapalan, mesin otomotif sampai kepada usaha properti. 

Perusahaan terus melakukan ekspansi ke luar negeri. Saat ini, Petronas memiliki 
sedikitnya 87 perusahaan milik sendiri, penyertaan saham dan perusahaan 
afiliasi di dalam dan luar negeri. 

"Kami memasuki sektor hulu dan hilir hampir di 35 negara, terutama di kawasan 
Asean, Asia, Afrika, Asia Tengah, Timur Tengah, Amerika Latin dan Australia." 

Menurut data, rata-rata produksi minyak mentah Petronas hanya sekitar 600.000 
barel per hari, kondesat 106.000 barel per hari, sedangkan gas 5,8 miliar cubic 
feet per hari. 

Cadangan minyak 

Sampai Januari 2003, cadangan minyak Malaysia mencapai 6,54 miliar barel 
(termasuk minyak mentah dan kondensat) atau menempati ranking ke-27 di dunia, 
sedangkan cadangan gas macapai 89 TCF atau menempati urutan ke-13 di dunia. 

Di bidang eksplorasi dan eksploitasi, Petronas Carigali Sdn Bhd 
bertanggungjawab untuk mencari migas di Malaysia dan luar negeri. Hingga kini 
Petronas sudah memiliki sekitar 60 productian sharing contract (PSC) dengan 
sejumlah perusahaan minyak internasional. 


Di luar negeri, Petronas Carigali Sdn Bhd aktif di hampir 25 negara di bidang 
usaha eksplorasi, sehingga berhasil menambah cadangan tambahan migas sekitar 
4,76 miliar barel setara minyak dengan rincian 42% untuk cadangan minyak dan 
58% untuk gas. 

Di sektor hilir, Petronas memiliki dan mengoperasikan kilang di Kertih dan 
Melaka. Kilang di Melaka terdiri dari dua train dengan kapasitas masing-masing 
200.000 barel per hari. 

Di pasar ritel dalam negeri, Peteronas telah mengembangkan jaringan distribusi 
600 SPBU dengan konsep layanan terpadu. Artinya, di setiap SPBU Petronas 
dilengkapi dengan mini market sehingga menarik konsumen untuk berkunjung. 

"Di SPBU tak ada proteksi bagi Petronas. Kami harus bersaing dengan ExxonMobil, 
Shell, BP, Caltex dan perusahaan multinasional lainnya yang sudah lama 
berkecimpung di usaha itu," kata Agil. 

Selain di pasar Malaysia, katanya, Petronas juga memiliki sedikitnya 2000 SPBU 
di luar negeri seperti di Afrika Selatan, Sudan, Kamboja, Thailand an Filipina. 
"Kami juga akan masuk bisnis SPBU ke Indonesia, tapi masih menunggu peraturan 
yang membolehkan asing masuk ke SPBU." 

Selain di binis migas, Petronas juga memasuki bisnis properti dengan penyertaan 
saham pada proyek Kuala Lumpur City Cente (KLCC), suatu proyek properti kota 
dalam kota yang akan menjadi pusat perdagangan dan keuangan di Malaysisa. 

Selain di KLCC, Petronas juga memilik saham sebanyak 40% pada Putra Jaya 
Corppration Sdn Bhd, yang mengelola kawasan permukiman kota masa depan Putra 
Jaya, sekitar 25 km dari Kuala Lumpur. 

Proyek Putra Jaya, yang dijadwalkan selesai 2010, menelan biaya sekitar RM20 
miliar. "Kontribusi Petronas terhadap proyek ini sangat besar," kata Faris. 

Ditanya keterlibatan Petronas pada perlombaan Formula One (F1), dia 
mengemukakan lebih merupakan strategi dari perusahaan untuk membangun image 
perusahaan di dunia internasional. 

Petronas, katanya, memilik saham pada perusahaan Sauber Petronas Engineering 
AG, yang bermarkas di Swiss. "Insinyur dari Petronas dikirim ke Sauber untuk 
mengembangkan mesin kendaraan balap F1. Melalui lomba F1 inilah Petronas 
dikenal di dunia internasional," katanya. 


[EMAIL PROTECTED] wrote:
  >

Awang

Saya jadi ingat pidato Bung Karno al mengatakan (dengan gaya oratornya
yang sampai sekarang belum ada yang menandingi) (kalau ndak
salah ):

"Saudara saudara ada pepatah bahasa kita yang menurut Aku kurang tepat
yaitu.................sedikti bicara banyak bekerja ............itu
salah......... yang bener adalah kita harus banyak bicara dan banyak
bekerja ...........dst "

Si-Abah


                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.

Kirim email ke