Rabu 5 April 2006 21:45:56 WIB
IATMI Promosikan Coalbed Methane

MinergyNews.Com, Jakarta/b>-- Karena potensi cadangannya besar, Ikatan
Ahli Teknik Minyak Indonesia (IATMI) berinisiatif mempromosikan
coalbed methane (CBM) sebagai sumber energi alternative.

Menurut Ketua IATMI, Kun Kurnely, Indonesia memiliki cadangan CBM yang
cukup besar yaitu sekitar 350-400 triliun cubic feet (TCF) atau
ketujuh di dunia. Cadangan itu tersebar di berbagai cekungan yang ada.
"Potensi sumberdaya yang begitu besar ini harus kita kembangkan
menjadi salah satu sumber energi alternatif pengganti BBM," katanya
kepada wartawan hari ini (5/4) di Jakarta.

CBM adalah gas methane (CH4) yang terperangkap dalam microcope atau
pori-pori batubara melalui proses biogenic. Selama ini, CBM belum
dimanfaatkan bahkan dianggap sebagai masalah yang mengganggu dan
berbahaya bagi industri pertambangan batubara. Di dunia sendiri, meski
CBM sudah cukup lama dikenal, namun sumberdaya gas batubara ini baru
dieksploitasi dan diproduksi dalam jumlah besar leh
perusahaan-perusahaan bsar di Amerika dan Australia baru pada tahun
1980-an. Sedangkan China saat ini sedang mengembangkannya.

Sebagai kepedulian terhadap pencarian energi alternatif di tengah
krisis energi yang terjadi, Kun Kurnely mengatakan, IATMI berinisiatif
mengundang beberapa pakar di bidang CBM baik dari dalam maupun luar
negeri untuk mendiskusikan dan mencari solusi yang terbaik bagi
pengembangan CBM sebagai energi alternatif masa depan di Indonesia.

Rencananya, IATMI akan bekerja sama dengan PT Indomedia Gemilang
Komunikasi akan menyelenggarakan konferensi internasional (IndoCBM
Conference 2006) untuk lebih menyosialisasikan CBM kepada para pelaku
sektor migas. "Tujuannya untuk lebih mempromosikan sumberdaya gas
batubara permukaan Indonesia yang selama ini terkesampingkan menjadi
sumber daya gas alternatif," ujarnya.

Konferensi international yang akan diadakan selama dua hari yaitu pada
18-19 April di Ritz-Carlton Hotel, Jakarta itu akan mengusung tema
"Indonesia's Coalbed Methane Development: A Future Alternative Energy
for the Region".

Ketua panitia konferensi IndoCBM 2006, Hadi Purnomo mengungkapkan,
dalam panel diskusi ada dua topik yang akan dibahas yaitu masalah law
and regulation dan CBM sebagai energi alternatif di Asia. Sementara
topic dalam technical papers meliputi, proven technology, potential
market dan pengembangan bisnis CBM.

Pemerintah Siapkan Aturan

Mengenai masalah regulasi soal CBM ini, Dirjen Migas Iin Arifin
Takhyan menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan perangkat
regulasinya. "Karena pemanfaatannya lebih dekat ke sektor migas,
regulasi soal CBM akan menggunakan regim migas. Kita tengah siapkan
aturan mainnya, termasuk insentif agar investor tertarik
berinvestasi." Ketika ditanya bentuk investasinya, Iin mengaku,
masalah tersebut sedang dibahas.

Soal pengusahaannya, Iin mengatakan, jika cadangan CBM terdapat di
wilayah kontrak migas atau kontrak pertambangan, maka akan ditawarkan
lebih dulu kepada kontraktor migas atau kontraktor pertambangan yang
bersangkutan. Tetapi jika cadangannya berada di wilayah kosong, maka
akan dilakukan tender. (MNC-6)

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke