Salam iagi,
Sebelumnya maaf, saya kurang mendalam dalam istilah vulkanologi.
Namun jika kita meninjau beberapa tahun lalu (90an) dimana terjadi bencana
merapi
atau umum disebut "Wedus Gembel", kemungkinan besar hal ini juga
diakibatkan oleh
adanya sumbat lava (ref. pak B.Priadi).
Nah yang menjadi pertanyaan sekarang adalah:
1. Apakah hal ini akan terjadi lagi yaitu megalirnya hawa panas yang
mematikan itu
ataukah memang akan terjadi letusan (explosive). Ini terkait dengan
beberapa tulisan
yang menyebutkan sifat letusan merapi tidak akan explosive namun berupa
aliran lava
dan hawa panas (wedus gembel). Apakah memang demikian?
2. Adakah rekan-rekan yang bisa menjelaskan bagaimana mekanisme awan panas
tersebut
dan apakah sifat letusan merapi demikian (tidak explosive), kenapa hanya
merapi?
Regards,
--------------------------------------------
EDY KURNIAWAN
Geologist - DKS/TUN/G&G
TOTAL E&P INDONESIE
Ph: 0542-53-3860
--------------------------------------------
|---------+---------------------------->
| | <[EMAIL PROTECTED]|
| | c.id> |
| | |
| | 04/15/2006 11:25 |
| | AM |
| | Please respond to|
| | iagi-net |
| | |
|---------+---------------------------->
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
|
|
| To: <[email protected]>
|
| cc:
|
| Subject: Re: [iagi-net-l] Guguran Lava Merapi
|
>-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------|
Sepertinya magma Merapi membeku membentuk plug-lava (sumbat lava) di
puncak/kepundan. Kemudian karena adanya tekanan gas di bawahnya akan
terjadi terobosan gas melalui rekah yang ada (pada lava), mengikis
sebagian lava dan terlontarlah hasil kikisan sebagai "guguran lava"
bpriadi
> Pak vicky,
> saya kurang 'ngeh' sama yang namanya "guguran lava"..
> yang saya tangkap maksudnya seperti piroklastik falls karena ada kata
> guguran.. atau lebih ke lava flow ? (saya rasa sih tidak..) mungkin
> diantara keduanya ya? tapi saya salut akan kegigihan rekan-rekan jogja
> (ugm, upn, dsb) yang selalu kekeuh dengan mengindonesiakan
> istilah-istilah keteknikan yang oleh orang lain cenderung diadopsi
> langsung dari bahasa inggris.. walaupun bagi saya (dan rekan-rekan
> yang tidak terbiasa) sering jadi harus di interpretasikan lagi dari
> kalimat-kalimatnya.. sayangnya untuk "guguran lava" ini saya tidak
> dapat men'detemine' artinya pak.. mohon pencerahan...
>
> hatur nuhun,
> have a nice, long, weekend...
>
> heru
> "First they ignore you, then they laugh at you, then they fight you,
> then you win." (Mahatma Gandhi op cit Robbie Williams, 2006)
>
>
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ada Guguran Lava, Merapi Ditutup untuk Pendakian
>
> Magelang (11/04/2006) - Gunung Merapi yang terletak di wilayah
> Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Magelang,
> Jawa Tengah, sejak Senin (10/4) dinyatakan ditutup untuk pendakian dari
> segala arah. Masyarakat dan penambang pasir dilarang beraktivitas dalam
> radius tujuh kilometer dari Gunung Merapi.
>
> Hal ini menyusul ditemukannya guguran lava baru di sekitar Pasar Bubar
> hingga ke Puncak Gunung Merapi. Aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini
> masih dalam status waspada.
>
> Peringatan ini secara resmi disebarluaskan Badan Penelitian dan
> Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) DI Yogyakarta lewat radio
> komunikasi ke masing-masing pos pengamatan Gunung Merapi, Minggu lalu.
> Salah satunya, berita itu disampaikan ke Pos Pengamatan Gunung Merapi
> Babadan di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
>
> Lava baru
>
> Ketika dikonfirmasi, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Subandrio pun
> membenarkan adanya peringatan tersebut. "Tepatnya sejak hari Jumat
> kemarin Merapi sudah ditutup untuk pendakian. Pada hari Jumat itu, saat
> saya mendaki ke puncak Merapi, ditemukan ada guguran lava baru di
> sekitar Pasar Bubar," ujar Subandrio.
>
> Ditemukannya guguran tersebut, menurut dia, perlu diwaspadai karena bisa
> mengancam keselamatan para pendaki. "Dikhawatirkan guguran lava ini akan
> menimpa para pendaki. Karena itu, untuk sekarang ini Merapi ditutup
> untuk pendakian," katanya.
>
> Berdasarkan peringatan yang disampaikan lewat radio komunikasi dan
> dibacakan oleh pengamat Geologi BPPTK DI Yogyakarta, Dewi Sri Sayuti,
> segala aktivitas warga dan penambangan pasir dalam radius tujuh
> kilometer dari Gunung Merapi harus dihentikan.
>
> Selain itu, bagi wisatawan dan pendaki dilarang melakukan pendakian dari
> segala arah. Hal itu dikarenakan sejumlah jalur pendakian di
> Gunung Merapi merupakan jalur aliran lava.
>
> Dewi Sri Sayuti melaporkan, berdasarkan pengamatan seismik, aktivitas
> kegempaan di Gunung Merapi juga meningkat dari 91 kali menjadi 96
> kali. Beberapa di antaranya pada hari Minggu tercatat terjadi 85 kali
> gempa permukaan, 6 kali gempa vulkanik dangkal, dan 5 kali terjadi gempa
> akibat guguran.
>
> Sedangkan pengamatan secara visual masih sulit dilakukan. Hal ini
> dikarenakan curah hujan di sekitar Gunung Merapi yang masih tinggi
> sehingga gunung ini selalu diselimuti kabut tebal.
>
> "Kalau dilihat dari jumlah kegempaan permukaan itu, memang cukup
> tinggi sehingga harus tetap waspada. Namun, masalahnya sampai sekarang
> kabut di Merapi itu sangat tebal sehingga sulit untuk dilakukan
> pengamatan visual," kata Subandrio menambahkan. (Sumber: Kompas)
>
> --------------------------------------------------------------------- To
> unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low
> rates.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------