Senanglah dapat pencerahan dari Pak Y.S. Yuwono, sehingga tahu detil
difinisi awan panas, lahar, aliran lava, dll. Betullah dugaan Pak
Yuwono, karena kerja di oil company, maka "lupa" istilah itu, dari
sebelumnya belum pernah dapat ilmunya. Karena lebih banyak ilmunya dari
wartawan, sehingga malah itu yang lebih "nyantol". Di tunggu koreksi
lain.

Detik.com sebutkan Merapi pernah gempa th 1954, 1961, 1969, serta 1994,
2001, yang ternyata durasinya dalam satuan tahun: 7, 8, 7, 21 (=3x7),
dan 7. Nadanya memang ada siklus 7 th pereode gempa Merapi. Banyak di
sebutkan juga tahun lain, dengan rentang yang panjang. Sementara ini,
berita TV siang, sebutkan sekitar 12 gunung di Indonesia aktif di minggu
lalu, dimana di minggu purnama. Merapi kini menurun aktifitas
kegempaannya, sehabis minggu purnama 11-18 April. Gaung kepemerintahan
malah sedang aktif akibat info kenaikan status Merapi, dengan banyak
persiapan seandainya gempa benar terjadi. Semoga saja tak menimbulkan
korban seandainya gempa benar terjadi.

Salam,
Maryanto.     

-----Original Message-----
From: Y S Yuwono [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, April 19, 2006 5:40 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Ada Guguran Lava, Merapi Ditutup untuk
Pendakian

Sedikit pencerahan.

Saya selalu sedih bila ada geologiwan Indonesia masih merancukan
istilah-istilah kegunungapi-an, kalau yang menulis pernyataan para
wartawan saya masih maklum. Contoh misalnya yang ditulis rekan Maryanto
ini, karena kerjanya di Oil Company mungkin sudah lupa membedakan : awan
panas, lahar (dingin, panas), dan aliran lava.

1. Awan panas (jw. wedhus gembel) = "glowing cloud" =  "nuee ardante",
adalah produk erupsi gunungapi yang berupa semburan awan bersuhu tinggi
(bisa mencapai 500 C atau lebih), komposisi utamanya adalah gas, uap
air, dan material padat debu atau lapili. Awan panas ini bisa
disemburkan vertikal membentuk kolom atau tiang, bisa disemburkan
lateral sehingga mengalir dengan kecepatan amat tinggi di permukaan
tanah. Kerusakan yang ditimbulkan amat besar, karena kecepatan dan
tingginya suhu, bisa membakar apa saja yang dilandanya, termasuk manusia
, hewan, tumbuhan. Endapannya umumnya membentuk tuf, tuf lapili, welded
tuff , yang sering mengandung arang ("charred wood"), arang ini dapat
dimanfaatkan untuk sample radiometric dating C14.

2. Lahar (dingin): dari Bhs Jawa, tapi sudah menjadi istilah
internasional dan dikenal luas di kalangan ahli volkanologi
internasional, adalah aliran air (air hujan, salju yang meleleh) yang
bercampur rombakan tefra yang masih lepas-lepas, berasal dari bagian
atas tubuh gunungapi mengalir dengan kecepatan dan densitas yang tinggi
sehingga mampu melanda dan membawa serta bongkah batu berdiameter sampai
2 meter, bahkan rumah dan jembatan bisa dibawanya!!! Suhu lahar adalah
sama dengan suhu di sekitarnya, endapannya adalah breksi lahar dengan
fragmen yang sudah subrounded.

2. Lahar panas: sama dengan lahar (dingin) hanya saja suhunya di atas
suhu sekitar. Lahar panas HANYA dapat dihasilkan oleh gunungapi yang
mempunyai DANAU KEPUNDAN seperti G. Kelud, sedangkan G Merapi tidak
punya danau kepundan sehingga tidak mungkin menghasilkan lahar panas.
Suhunya tidak akan mencapai 100 C, suhu yang meningkat ini akibat dari
air danau kawah yang dipanaskan oleh magma di bawahnya sebelum erupsi,
pada saat terjadi erupsi (tidak usah terjadi ledakan). air yang telah
panas ini akan meluap bercampur dengan tefra (selanjutnya seperti pada
proses lahar dingin), dan membentuk endapan lahar. Lahar panas ini tidak
akan menghanguskan tumbuhan atau makhluk hidup seperti pada awan
panas!!!!, karena suhunya "hanya" di bawah 100C.

3. Aliran lava ("lava flow"): adalah magma yang keluar dari permukaan
dan mengalir dipermukaan, bisa di darat, bisa di dasar laut. Ini adalah
betul-betul material magma (cairan silikat) bersuhu tinggi, bisa
mencapai 1300C!!! dan akan menghanguskan apa saja yang dilewatinya.
Hasil endapannya adalah batuan estrusif yang masif atau brecciated. Jadi
yang sering terlihat sebagai aliran berpijar dari kepundan (crater) pada
waktu malam saat terjadi letusan gunungapi adalah ALIRAN LAVA dan BUKAN
lahar panas.

4. Istilah GUGURAN LAVA sudah sangat umum dipakai di bidang volkanologi,
yaitu adalah identik dengan ROCK FALL tetapi khusus terjadi pada puncak
gunungapi, terjadinya adalah sbb.: lava yang sudah mendingin menjadi
batuan volkanik (misalnya andesit) di puncak gunungapi membentuk "sumbat
lava" 
("volcanic plug") yang bisa menutupi seluruh atau sebagian lubang
kepundan, tergantung bentuknya, bisa berupa kubah ataupun tiang.
Biasanya terjadinya guguran lava dalam skala yang besar mengindikasikan
akan terjadi erupsi, karena adanya peningkatan desakan magma dan tekanan
gas dari bawah, mengakibatkan sumbat lava ini mengalami deformasi,
terangkat, retak-2 dan akhirnya rontok membentuk guguran lava. Jadi
BUKAN lava pijar yang gugur????!!!!

Salam magmatologi
Yatno (YSY)


----- Original Message -----
From: "Maryanto (Maryant)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, April 17, 2006 7:25 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] Ada Guguran Lava, Merapi Ditutup untuk
Pendakian



Rabu, 12 April 2006, sehari setelah Bung Ben kasih gratis bundled paper
di Bandung itu, saya diskusi dengan Pak Panut di Pos pengamatan gunung
Merapi Kaliurang, selama separoh dari 7 jam. Pagi jam 8:30 hingga 12:00
itu masih status Waspada. Sorenya di sebut status Siaga. Pengungsian
dilakukan pada penduduk sekitar radius 4 km, ke kantor Camat Pakem,
radius ~10 - 14 km dari puncak.

Saya mencari siklus dominant lain selain siklus SALAM di erupsi Merapi.
Setelah erupsi pereode 7 th (1994, lalu erupsi 2001), kini (durasi 5
th), kubah sudah menggunung, dan retak.  Data yang ada anjurkan korelasi
adanya peningkatan gempa pada bulan Purnama (tgl 15 komariah) dan Bulan
Mati (tgl 1 komariah) +-3hari. Bulan purnama 15 Rabiulawal, bersesuaian
hari Jum'at 14 April 2006. Minggu Bulan Purnama artinya tgl 12-18
Rabiulawal, Selasa 11- Selasa 18 April.

Tak banyak kegiatan gempa sebelumnya, dan banyak kegiatan vulkanisme di
minggu itu di Merapi, temasuk Dieng ~140 km barat Merapi, dan G. Semeru
~210 Km timur Merapi. Gempa tektonik 4 M katanya ada di Rabu-Kamis 12-13
April lalu di selatan Merapi. Palung laut kedalaman 7 km terdapat di
Selatan Merapi, adalah terdalam dari palung barat Sumatra, Jawa,
Nusatenggara, lalu lebih dalam lagi 8 km di Laut Banda si "pusat cyclone
tectonic timur" ini. Kalau saja siklus bulan itu mendominasi siklus
gempa Merapi, kemungkinan minggu ini, mulai hari ini, akan lebih sedikit
gempa di banding minggu lalu.

Wedus gembel (kambing berbulu gembel), mempunyai bulu mengombak. Awan
piroklastik, hitam, panas, mirip mengombaknya bulu kambing gembel,
minggu lalu sering nongol maximum 200 m ketinggiannya. Awan panas ini
yang paling jauh jangkauannya, karena tergantung arah angin, serta
kecepatan gerak anginnya. Lahar panas, lava mengalir, terjauh di gempa
22 November 1994 sampai Kaliurang 6.5 km dari puncak. Acara penganten di
rumah berjarak 1 km sebelah barat Kali Boyong Kaliurang itu, terkena
awan panas 200-300 derajad Celcius lahar panas atawa lidah api ini,
membakar pohon bukit Turgo-Plawangan, menghanguskan orang, sekitar 70
orang meninggal dominannya di rumah penganten itu.

Magma Strato Merapi lebih mudah mengendap (dibanding lava Mid ocean
ridge, kayak Hawai, tipe Shield), sering hanya 1-2 km mengalir awalnya
setelah gempa besar. Lama-lama menggunung, menutup kawah, seperti
terjadi kini, lahar tak mengalir, tekanan semakin akan meninggkat, dan
ketika jebol, terjadilah gempa, maka "wedus gembel" amat tinggi bisa
1km, lahar mengalir jauh, bisa mematikan tadi.

Nah, gunung ini membahayakan dong ?
Lebih enak hidup di tempat tak ada gunung ?

Rata-rata kedalam laut, bukan batas megaplate, ya 4000 m. Kalau tak ada
gunung artinya, ya hidup di kedalaman itu kan ? Buat terowongan untuk
hidup ? Indonesia umunya hidup di batas megaplate ini. Merapi
ketinggiannya dari muka laut ~ 3000 m (eh 2968 m versi Andreastuti,
2000, atau 2911 m versi Kompas 15 April 2006) dari muka laut. Tinggi
gunung ini artinya sekitar 7.000 m dari dasar laut itu.  Batas konvergen
megalempeng hasilkan banyak deferensiasi mineral jadikan adanya emas,
perak, tembaga, dll, juga tanah subur. Berasnya lebih enak (beras Pakem
no.1 sejak 1860'an). Daerah subur Klaten, tanah dari Merapi dan juga
dari G. Lawu, ku lalui perjalanan Jogja-Solo Kamis kemarin, ambil alih
kwalitas beras kini. Ada orang Indonesia yang mau katakan belum pernah
makan dari hasil tanah vulkanik ?

Dari puncak Borobudur di Juma'at-nya, sambil nikmati salak pondoh,
terlihat puncak Merapi seperti mengarahkan lahar ke candi, juga arah
barat-baratdaya-selatan. Banyak dam sudah dibangun untuk mengarahkan
lahar panas, juga lahar dingin (eh pasir dominannya). Termasuk bedungan
pinggir kali (sungai) Boyong, yang jadikan restoran Boyong Kalegan
(Pakem), bekas luapan banjir lahar-dingin 1966'an itu, jadi tempat enak
untuk santai. Kemurahan pasir juga batu, bahan bangunan ini amat besar
nilainya. Penduduk yang jauh dari gunung mungkin heran melihat kampung
di dekat gunung, termasuk Pakem itu, dengan enaknya memakai batu untuk
membuat "pager" (pagar jalan kampung), batas-batas pekarangan, sawah,
ladang. Tembok satu rumah besar gunakan batu (bukan batu-bata), dengan
batu di ambil gratis dari pekarangan 3 m x 5 m saja, dan pasirnya gratis
dari sungai pinggir kampung. Pokoknya gunung volkanik amat-amat membuat
enak, ga' mau pindah. Tekan saja efek yang amat sedikit tak mengenakkan
(gempa) itu, jadikan semua hal menjadi eunak buanget. Volcano
International Gathering, UPN September, harapkan dapat hasil menarik.
Tak begitu ?

Salam,
Maryanto.

Heru :"First they ignore you, then they laugh at you, then they fight
you, then you win." (Mahatma Gandhi op cit Robbie Williams, 2006).

========
From: Ben Sapiie
Sent: Saturday, April 15, 2006 4:59 PM

Apakah mungkin kali ini Merapi benar2 marah?  atau hanya sekedar siklus
tahunan (Sakit kambuhan).  Mungkin rekan-2 IAGI yang mengamati gempa
maupun volume gas di pos MERAPI dapat mengupdate informasi ini untuk
kita.  Tentu saja kalau memang berbeda dengan informasi di media masa.

BS




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------



-- 
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.3/316 - Release Date: 4/17/2006



---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke