maneh kesambet setan Merapi nya Cep....:-) ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, April 20, 2006 11:33 AM Subject: Re: [iagi-net-l] ETHO-GEOLOGICAL FORECASTING
> Bagaimana caranya,....? > > option 1, Di bom nuklir,.... pilihan sensistif dimana Amerika sekarang > sedang getol2nya melarang negara2 "teroris" mempunyai nuklir > > option 2, Di bor ala Armageddon,....ada yang tahu harga rig untuk > merapi,....? > > option 3, statistical approach, suruh setiap orang untuk melaporkan setiap > mimpi aneh (kecuali mimpi basah tentunya), kalau semakin hari semakin > banyak yang melapor artinya merapi sudah siap mbledhos, semacam early > warning system begitchu,... yuu > > salam > > > > > > |---------+----------------------------> > | | "Bambang Murti" | > | | <[EMAIL PROTECTED]> | > | | | > | | 04/20/2006 04:59 | > | | PM | > | | Please respond to| > | | iagi-net | > | | | > |---------+----------------------------> > >--------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------| > | | > | To: <[email protected]> | > | cc: | > | Subject: [iagi-net-l] ETHO-GEOLOGICAL FORECASTING | > >--------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------| > > > > > Heboh mengenai bencana, sebetulnya yang ditakuti kalau Merapi mbledhos > itu apanya sih? Wedhus gembel-nya, atau lahar dingin-nya atau > lain-lainnya ? Atau kombinasinya? > Malah punya pemikiran, kalau Merapi ndak mbledhos-mbledhos, gimana kalau > di bledhos-kan sekalian? Ini kalau minjam istilah-nya pak Bush, > pre-emptive strike. Jadi, kita bisa lebih confident dalam mengumumkan > kapan Merapi bakal mbledhos, gitu ? > BSM > > -----Original Message----- > From: Awang Harun Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, April 20, 2006 2:18 PM > To: [email protected] > Subject: RE: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL > FORECASTING > > Erupsi Galunggung tahun 1982. > > Masalahnya, bagaimana kalau binatang2 penghuni kawasan puncak gunungapi > semakin langka, tentu pengungsian binatang2 ini tak selalu bisa kita > pedomani. > > Salam, > awang > > -----Original Message----- > From: Yudi S Purnama [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, April 20, 2006 2:01 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ?--> ETHO-GEOLOGICAL > FORECASTING > > Rame ngebahas kapan Merapi erupsi, jadi inget "etho-geological > forecasting." > Pertamakali saya baca kalimat itu di Koran Kompas, sesaat setelah > tsunami di > Aceh. Yang saya tangkap, inti dari etho-geological forecasting itu > adalah > adanya hubungan sebab akibat antara PERILAKU BINATANG YANG TIDAK > BIASANYA > dengan GEJALA AKAN TERJADINYA SUATU BENCANA KEGEOLOGIAN. Yang saya tahu > jenis bencananya adalah gempa dan erupsi gunungapi. Silakan rekan > lainnya > yang lebih kenal dengan topik ini untuk memaparkan lebih lanjut (atau > dipresentasikan di Unconventional Geology-Pakanbaru 2006). > > > > Nenek saya, saat itu masih ada dan menetap di Tasikmalaya, pernah cerita > > bahwa sekitar dua minggu sebelum Gunung Galunggung erupsi (tahun 1983) > banyak sekali hewan yang turun gunung. Dari cerita itu, bagi saya, yang > paling menarik adalah jangka waktu sebelum erupsinya yaitu DUA MINGGU ! > > Nah, kaitannya dengan Si Merapi ini, apakah memperlihatkan gejala yang > sama? > (banyak hewan yang turun gunung?). Kalau ya, sangat menarik karena > gejala > perilaku hewan akan memperkuat penjelasan geologi. Kalau tidak,.. nah > itu > yang akan tambah bikin pusing vulcanologist. > > > > BTW, apakah ada ahli geologi, yang ngurusin bencana geologi, yang > menggunakan cara berpikir etho-geological forecasting dalam pekerjaan > mereka? > > > > > > Salam > > Yudi > > > > ----- Original Message ----- > From: "Arief Budiman" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, April 20, 2006 11:06 AM > Subject: RE: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ? > > > Moga2 aja, Sri Sultan mengeluarkan "sendiko" itu setelah mendapat > informasi > dari Jl.Cendana Yogya > > > > A R I E F B U D I M A N > Pertamina - Eksplorasi Sumatra > Phone : (021) 350 2150 ext.1782 > Mobile : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63 > > > -----Original Message----- > From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Thursday, April 20, 2006 10:15 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Kapan Merapi Meletus ? > > On 4/20/06, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Merapi bakalan meletus 10 - 14 hari mendatang demikian sendiko > > pendito Raja NgaYogyokarto Hadiningrat,Sultan Hamengku Buono > > Kaping sedoso (demikian di Detik .com.)Apa wedus gembelnya sudah pada > lari > ya.... > > > > Ism > > Kadangkala kalau ada "sendiko" dari sultan atau kyai, pendeta, pastur, > bhiksu dll yg tidak didasarkan pada kaidah ilmiah ini terdengar lucu. > Memang bisa saaj sendiko ini sangat ampuh dalam penanggulangan atau > usaha mengurangi korban. Namun dalam jangka panjang tidak memberikan > keberdayaan masyarakat dalam mengenali kondisi alamnya. Bahkan lebih > ekstrimnya "tidak mendidik", walaupun bisa saja menyelamatkan nyawa. > > Darurat (emergency state). > Sebagai penguasa atau pejabat seringkali dalam kondisi yg sangat > "darurat" maka penjelasan ilmiah sudah bukan hal yg penting lagi, yg > penting selamat. (note: kondisi "darurat" ini bisa saja sangat > subjective). > Memang kalau rakyat masih hanya mampu bersikap menunggu > amaran/peringatan/berita dari "yang dipercaya" maka ucapan (sendiko) > dari sang raja akan lebih ampuh sebagai "komando". Keampuhan "komando" > ini akan terlihat dari pada kajian ilmiah yang "ndakik-ndakik" (detil > dan bertele-tele) bikin mumet malah ndak sempat menyelamatkan diri. > > Namun sangat disadari oleh para pendidik bahwa perlu saat-saat > tertentu untuk memberikan "ilmu" sehingga akan "berkesan". Saat-saat > genting akan memberikan usia penyimpanan memory yg lebih awet > ketimbang saat normal. > > Pemahaman terhadap kondisi rakyatnya ini (yg sering masih tertinggal) > sangat jarang dimiliki orang yg pinter. Yah wajar saja, scientist > biasanya hanya melihat secara alamiah apa-adanya, tidak berpikir > bagaimana manusianya, wong kondisi alamnya emang sudah gitu, mau > gimana lagi?. > > IAGI saat ini memiliki momen bagus untuk memperkenalkan pendekatan > ilmiah-akademis dalam menghadapi G Merapi secara khusus dan Gunung api > pada umumnya. Membuat tulisan di koran lokal, ceramah atau hal-hal > lain termasuk mengajak mahasiswa supaya lebih mengenal alam > sekitarnya. > Menjelaskan bahaya Gunung Api lebih bermanfaat buat Yogyakarta. > Seminar gempa dan tsunami kurang relevan dengan Jogeja. > > Duo- Pendekatan dua arah scientifik dan klenik. > Pendekatan dari berbagai arah barangkali akan sangat efektif dalam > menghadapi gejala alam di Indonesia ini. Pendekatan klenik akan sangat > diperlukan dalam kondisi gawat (emergency), juga peanfaatan > orang-orang yg berpengaruh misalnya "penjaga" G Merapi, dan juga Raja > atau Sultan penguasa di Jogja. SBY juga sudah meminta "prediksi" > ilmiah tentang kemungkinan letusan Merapi. > > Saya sendiri ketika membaca berita tentang perubahan status G Merapi > dua minggu lalu tidak secara khusus mengkaji ilmiahnya, lah wong aku > juga bukan volcanologist. Aku hanya merasa perlu memposting di IAGI > saja. Memang kadangkala ada "rasa" ketika mengamati perkembangan > status Merapi ini. Kayaknya gara-gara dulu sering "ngematke" gunung yg > satu ini. Ya dulu aku suka melihat Gunung Merapi dari atap rumah wektu > masih kecil di jogja, psst sambil main layang-layang :). > > > RDP > Quote ---- > Menurut Menko Kesra Aburizal Bakrie seusai rapat di Kantor Presiden di > Jakarta, kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran di > bawahnya, khususnya Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana > Kegunungapian, membuat prediksi kemungkinan terjadinya letusan Merapi > secara ilmiah. (Tim Kompas) > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > -- > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006 > > > -- > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.385 / Virus Database: 268.4.4/319 - Release Date: 4/19/2006 > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > ---------------------------------------------------------------------- > This e-mail, including any attached files, may contain confidential and > privileged information for the sole use of the intended recipient. Any > review, use, distribution, or disclosure by others is strictly prohibited. > If you are not the intended recipient (or authorized to receive information > for the intended recipient), please contact the sender by reply e-mail and > delete all copies of this message. > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > > > > This e-mail (including any attached documents) is intended only for the > recipient(s) named above. It may contain confidential or legally > privileged information and should not be copied or disclosed to, or > otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient, > please contact the sender and delete the e-mail from your system. > > > --------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > > --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

