Persiapan pemerintah pusat dan daerah dan berbagai
pihak untuk menghadapi kemungkinan erupsi Gunung
Merapi telah dilakukan. Pengungsian sejumlah ribuan
penduduk dari beberapa desa yang berada dalam zona
bahaya telah dilakukan. Dan, 4 skenario evakuasi telah
pula disiapkan (Kompas online, Sabtu, 22 April,
06.30). Disebutkan pula bahwa untuk menghindari
simpang siur, wewenang telah diberikan kepada
Direktorat Volkanologi dan Mitigasi Gunung Berapi
untuk mengubah dan menetapkan status Gunung Merapi
menjadi lebih berbahaya atau bersahabat. Para ahli
gunungapi pun terus bekerja keras mengawasi aktifitas
Gunung Merapi. Dan, sekarang semuanya tinggal menunggu
waktu perubahan status Siaga menjadi Awas (Kompas
online, Sabtu 22 April 14.49). 

Dari berita-berita terakhir itu, tampaknya kita semua
telah siap untuk menghadapi erupsi Gunung Merapi bila
benar-benar terjadi.

Selama "menunggu" perubahan status itu sebenarnya ada
persoalan lain yang perlu perhitungkan. Pertanyaannya
adalah "Berapa lama kita harus menunggu?". Berapa lama
penduduk harus berada di pengungsian dengan segala
ketidak-nyamanan dan ketidak-pastian?, Bagaimana
dengan nafkah hidup mereka selama dipengungsian?,
Bagaimana dengan pengawasan terhadap keamanan harta
benda yang mereka tinggalkan selama mengungsi?

Setelah semua bersiaga dan menunggu. Tantangan
terbesar sekarang ada dipundak para ahli volkanologi
untuk memastikan apakah akan terjadi erupsi atau
tidak. Mereka harus dapat menjawab pertanyaan yang
nantinya akan muncul, yaitu: "Kapan kami boleh
pulang?", dari para pengungsi bila mereka mulai jemu
dan menjadi tidak sabar di pengungsian. 

Itulah tantang yang sedang kita hadapi sekarang. Daya
tahan dan kesabaran penduduk untuk tetap di
pengungsian. Kemampuan Pemerintah mengakomodasi mereka
selama di pengungsian. Kemampuan para ahli membaca
Gunung Merapi. Dan, kredibilitas Pemerintah dan
Ilmuwan serta keselamatan penduduk menjadi taruhannya.

Pada kasus erupsi gunung De Colima episode 1998-2000
di Meksiko (Gavilanes-Ruiz, 2000), evakuasi dilakukan
sampai 3 (tiga) kali. 

Semoga kita segera mendengar kabar baik dari Gunung
Merapi, sebelum kesabaran habis dan kredibilitas
runtuh.

Salam,

WBS

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke