bisa saja tight itu valid, bisa juga tidak valid.

yang bikin valid adalah QC kita, kalau kita yakin job RFT test tsb
sudah sesuai prosedur dan kita bisa melakukan drawdown (DD) tetapi
tidak ada pressure yang build-up secara significant maka itu tight.

tight yang tidak valid lebih kepada kondisi hole, misalnya MW yang
ketinggian, DD/pump rate yang kurang variatif, atau bisa juga
kesalahan prosedur korelasi (yg ditembak bukan reservoir a.k.a shale).

tight yang saya temui ada 2 kondisi:
1. baca Hydrostatic Pressure (HP) - DD - ada build up yg relatif
kecil..misalnya kita DD ke 3000psia pressure build upnya hanya akan
sekitar 3000psia juga (beda-beda 100psia +/-). lalu kita DD ke
2500psia begitu juga pressure build up sekitar 2500psia +/- 100psia.
jadi berapapun kita DD dia seolah-olah memberikan reading yg dekat
dengan DD kita. DD 3000psia, 'FP' akan sekitar 3000psia...DD 1000psia,
'FP' juga akan sekitar 1000psia. kondisi begini adalah TIGHT
formation.

2. baca HP- DD - lalu dia menunjukan slow-build up.
untuk beberapa kasus kadang saya yakin bahwa Tight adalah kelas
(kasta) terendah dari Slow Build Up (SBU). bedanya hanya in-term of
time.kalau SBU kita tunggu sekitar 2 jam mungkin kita akan bisa reach
FP, tetapi untuk tight kemungkinan kita akan bisa reach FP sangat
kecil karena waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke FP bisa saja let
say 1 hari atau lebih. Tight di sini benar-benar dalam artian ada
mobility tetapi sangat kecil..jadi untuk sampai mampu reading FP yang
sesungguhnya dan meng-equalize FP formation dgn FP hasil reading di
tool akan sangat lama.
Good-Extrapolated-SBU-Tight adalah kedudukan berdasarkan peringkat
waktu kestabilan. Terkadang SBU ada yang bisa kita extrapolated (and
finally will be our valid FP) tetapi kadang SBU ada yang tidak bisa
kita extrapolated. Tight kadang bisa berubah menunjukan trend SBU,
tetapi kadang tight benar-benar tight.Pressure raise but we don't have
any idea at what value they will stop!

Sedangkan untuk pemikiran terhadap overpressure konteksnya adalah
mobility dari formasi.jadi bukan jenis litologi,litologi sand tidak
selalu memiliki mobility tinggi.kalau sand itu tight,walaupun FPnya
Overpressure tetap saja tidak akan terjadi apa-apa dengan well
tersebut asalkan tidak terlalu lama dibiarkan dalam kondisi Open Hole.

Jadi, kesimpulannya 'tight' dari RFT kasus Pak Franc bisa saja valid
dan bisa juga tidak valid.

Salam,
Natan

On 5/1/06, M. Fakhrur Razi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
ikutan komen pak Franc,

Mengenai analisa cutting>>>>> itu beneran ada calcareous fragment atau hanya
calcareous cement aja pak?  soalnya depth sekitar 10000ft, slightly
overbalance, overpressure zone, sandstone keras, cutting pastinya
kuecil-kuecil , drillingnya tahun 1970 lagi, pake rock bit yang baru aja
drill shale tebel, wah lengkap deh.....jangan-jangan mudloggernya salah
interpretasi, semen calcareous dibilang fragment calcareous.

Mengenai overpressure >> interpretasinya dari mana pak? ada bukti gak dari
mudlog? dari pernyataan pak Franc di email pertama tertulis kalo well ini TD
karena takut overpressure zone tapi sudah masuk 20 ft di sandstone persis
dibawah shale yang diduga sebagai caprock overpressure. >>> kok ya bagi saya
ndak logis, kalo memang shale yang diatas adalah caprock buat overpressure,
masuk satu - dua feet aja ke zone porous dibawahnya, well ini udah njebluk,
tapi terbukti kok wellnya gak terjadi apa-apa ya? malahan pak Franc bilang
kalo gas reading sand-nya kecil.
kalo diinterpretasikan zonenya udah balik ke normal pressure, bukti
overpressurenya dimana? connection gas/pump-off gas-nya ada gak pak? ada cut
mud kah?

Mengenai RFT data >>> secara teori, salah satu perbedaan mendasar antara RFT
dan MDT adalah bahwa RFT tidak bisa mengontrol pre test rate, ini akan
menyebabkan banyak 'tight' zone kalo kita pake RFT. Sebaliknya kalo pake
MDT, bisa jadi zone ini akan disimpulkan berbeda, sayangnya data core gak
ada, jadi kita gak bisa membandingkan antara real permeability dari core.
ingat, permeability dari RFT tidak bisa digunakan untuk menentukan nilai
permeability asli dari batuan, karena RFT sangat terpengaruh skin damage di
well itu, reservoir anisotropy dll. Ada SPE paper yang pernah membahas bahwa
nilai permeability dari RFT statistically lebih rendah dari permeability
asli si batuan itu sendiri.
untuk kasus pak Franc, kalo RFT bilang tight, memang si reservoir berarti
belum tentu tight, cuman kalo didukung oleh data cutting yang bilang
sandstone keras, sepertinya kok nyambung aja ya...

Respon seismicnya gimana pak? high amplitude plus bentuk build-up ya?
jangan-jangan ada flat spot tuh hehehehe .....


----- Original Message -----
From: "Franciscus B Sinartio" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, May 01, 2006 2:59 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] overbalanced drilling, gimana hasil test nya?{ was
Re: [iagi-net-l] Pressure data QC ...


> Pak Cikko, maksudnya perbedaan pressure antara formasi dan mud yang 800
> psi tidak merusak formasi?
> jadi hasil evaluasi yang menyatakan tight (tidak ada reading) adalah
> valid?
>
> overpressure nya ada di shale tebal yang ada diatasnya, awalnya saya
> menginterpretasikan hasil study/analisa beberapa tahun setelah drilling
> tsb. sebagai indikasi bahwa di sand ini zone nya sudah balik jadi normal
> pressure.
>
> besok saya lihat lagi datanya lebih detail, mungkin bisa share angka2
> lewat japri kali ya?
>
> Pak Nathan, dan Pak Gantok,
> sumurnya sudah plug and abandoned thn 1970an, dan tidak ada sidewallcore
> atau core yang lain, yang ada hanya data cutting (hasil interpretasi,
> karena sample nya sudah rusak).
> hanya satu sumur yang penetrate zone ini, di struktur ini.
> mungkin saya harus check tetangga, sayang nya lapangan2 tetangga milik
> perusahaan lain.
> saya akan coba diskusi dengan kawan2 yang lagi bikin regional study yang
> bikin regional profile dari Malay basin ttg temperature, pressure,
> velocities, density dst.
>
> terima kasih atas penjelasan nya.
>
> salam,
> frank

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke