Mejuah-juah,

Kebetulan dulu saya pernah ditempatkan di Luanda, Angola pada tahun 1999-2001.
Saat itu, perang saudara masih terjadi dan memang membuat pekerja asing harus
siap dievakuasi sewaktu-waktu.
Saya dengar, sudah terjadi perdamaian (dalam artian: perang saudara sudah
berakhir) beberapa tahun yang lalu, dimana pimpinan tentara pemberontak MPLA
(Dr. Savimbi) tewas dalam pertempuran dengan tentara pemerintah.
Mata uang Angola adalah Kwanza (diambil dari nama sungai terbesar di
Angola)yang telah di-adjust. Dulunya US$ 1.00 setara dengan Kz 7,000,000.00
(tujuh juta), sehingga untuk membeli sebungkus Marlboro perlu membayar 10 juta
Kwanza. Sekitar tahun 2000, pemerintah Angola meng-adjust mata uangnya dengan
menghilangkan seluruh angka nol. Jadi, Kz 1,000,000.00 sebelumnya setara
dengan Kz 1.00 sekarang. Sehingga nilai tukarnya terhadap mata uang asing juga
mengikuti adjustment tersebut.
Karena perang saudara, sedikit sekali industri di Angola sehingga mayoritas
bahan sandang dan pangan merupakan produk impor dari Afrika Selatan, Portugal,
bahkan ada juga produk dari Indonesia.
Ini menyebabkan biaya hidup di Angola menjadi tinggi, terutama kalau kita
makan di restoran (yang di Indonesia masih tidak lebih baik dari rumah makan
Padang dalam hal kebersihan dan luxury-nya).
Sebaiknya membawa mata uang (bank notes) dolar Amerika ke Angola karena susah
sekali menukarkan mata uang asing lain ke Kwanza. Di beberapa tempat, penjual
menerima pembayaran dengan US$. Nominal kecil (i.e. US$ 1.00, US$ 5.00)
diterima mereka dengan nilai tukar yang sama dgn nominal besar. Pemerintah
Angola (saat itu) melarang orang asing untuk membawa mata uang Kwanza keluar
Angola. Dengan demikian, untuk mendapatkan Kwanza saat itu hanya mungkin di
Angola saja.
Kemungkinan besar masih ada rekan-rekan dari Indonesia yang bekerja di Luanda
saat ini, terutama rekan-rekan dari Schlumberger (wireline terutama).
Seharusnya kondisi di Luanda (terutama) cukup aman saat ini. Yang perlu
diwaspadai adalah malaria. Dan jangan lupa sebelum berangkat ke sana harus
mendapatkan vaksin yellow fever, yang bisa didapatkan di airport Halim, Jkt.
Petugas akan memberikan semacam kartu vaksin yang dikeluarkan oleh WHO dan
kartu ini harus ditunjukkan ketika tiba di airport Luanda kepada petugas di
sana sebelum kita melewati imigrasi.
Demikian dulu informasi yang bisa saya bagikan. Mungkin ada rekan IAGI yang
saat ini ditempatkan di Luanda dan ikutan mailing list ini bisa berbagi juga.

Salam,
Martinus

--- edison sembiring <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mungkin ada yang bisa bagi pengalaman atau sharing
> informasi tentang keamanan bekerja dan biaya hidup di
> Luanda Afrika.
> 
> Salam,
> /Sembiring, Edison
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com 
> 
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> 
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> 
> 


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke