Dear Gemstone Lovers IAGI,

Rebu nuhun Pak Rovicky atas bantuannya dalam menyosialisasikan KEPMEN No. 385 /MPP/Kep/6/2004 yang diterbitkan oleh Menteri Rini Soewandi 11 Juni 2004 yaitu tentang pelarangan ekspor bahan mentah atau bahan setengah jadi batumulia dan fosil kayu. Rebu nuhun Pak Arief yang tak bosan-bosannya menyemangati mang Okim untuk tetap konsisten di bisnis batumulia ini.

Mang Okim sangat bersyukur bahwa masalah batumulia dan fosil kayu Indonesia kini telah mendapatkan perhatian dari Departemen ESDM . Selama 15 tahunan terakhir, baru 3 Departemen yang memberikan perhatian yaitu Perindustrian dan Perdagangan ( berkat Bu Rini dan Dirjen beliau Pak Agus Tjahajana, sekarang Sekjen ), Pariwisata ( berkat Bu Myra P.Gunawan, Deputy Menteri, kini di ITB ) , dan Ristek ( berkat Pak Lilik Hendradjaja, kini Kepala Badan di Pertahanan ).

Mengenai perhatian Departemen ESDM, sebetulnya sejak sebelum tahun 1990 telah mengembangkan yang namanya Seksi Batumulia ( di Direktorat SDM Bandung ). Seksi ini memiliki cukup banyak tenaga ahli , dari S-1 , S-2, sampai S-3. Hanya sesuai dengan tugas dan fungsinya, kegiatan intinya sepertinya terbatas pada inventarisasi batumulia sedangkan penyelamatan asetnya tampaknya tak disentuh. Seksi ini kemudian dilikwidasi beberapa tahun yang lalu.

Oleh karenanya, ketika koran Pikiran Rakyat di Bandung memuat tulisan mang Okim berjudul : " Batu Permata Indonesia, Asset yang Hilang Tanpa Inventarisasi " ( PR, 15 April 1991 ), disusul kemudian dengan tulisan-tulisan lain yaitu " Nasib Batu Permata Garut, Emas di Negeri Orang, Batu di Negeri Sendiri " (PR, 18 Mei 1991 ), dan " Fosil Kayu Jawa Barat, Warisan Emas yang Terancam Punah " ( PR, 5 April 2000 ), dll nya, maka seolah tak ada satupun instansi terkait yang mempedulikannya. Demikian juga dengan pesan moral yang setiap tahun mang Okim tulis di kartu lebaran seperti " Selamatkan Fosil Kayu Banten " ( 1423 H ), " Ekspor Bahan Mentah Batumulia dan Fosil Kayu Telah Dilarang " ( 1425 H ), dll.

Rekan-rekan Gemstone Lovers IAGI,

Mengenai Seminar di Hotel Borobudur yang berthema " Batu Alam Dalam Berbagai Pesona " (posting Pak Rovicky ), sebetulnya mang Okim hadir juga dalam acara pembukaannya. Bahkan mang Okim duduk di podium dalam acara panel discussion bersama Pak Luluk ( Sekjen Dept.ESDM ) dan Pak Agus Tjahajana ( Sekjen Dept. Perindustrian ) . Sayang sekali ketika Pak Luluk memaparkan makalahnya, mang Okim yang sebelumnya telah berbicara, terpaksa pamit mundur karena jam 14.00 harus terbang ke Surabaya untuk menghadiri District Conference Rotary ( waktunya molor karena ada acara pembukaan pameran ).

Mengenai isi makalah mang Okim, selain menyinggung tentang vandalisme dan ekspor fosil kayu yang masih terus saja berlangsung, mang Okim singgung juga siih tentang harapan masyarakat agar Dept.ESDM lebih berperan aktif dalam mengatur dan mengamankan sektor hulu batumulia ( menyontoh Petrified National Park di Arizona dan Pelestarian Fosil Kayu di Thailand yang mendatangkan rezeki abadi kepada community nya). Selain dari itu, mang Okim mengeluhkan juga tentang model pembinaan kerajinan batumulia yang selama ini tidak berkelanjutan ( ganti menteri ganti kebijakan ).

Naah, itu dulu ya tanggapan dari mang Okim. Nanti mang Okim sambung lagi. Thanks sekali lagi untuk Pak Rovicky dan Pak Arief, Salam batumulia, mang Okim.




----- Original Message ----- From: "Arief Budiman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, May 05, 2006 3:20 PM
Subject: RE: [iagi-net-l] GemStone Lover : Menteri ESDM Inginkan Ekspor Batu Alam Dalam Bentuk Jadi


Ayo Pak miko,... maikaaaan




A R I E F B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, May 05, 2006 2:53 PM
To: [email protected]
Subject: [iagi-net-l] GemStone Lover : Menteri ESDM Inginkan Ekspor Batu
Alam Dalam Bentuk Jadi

Kamis, 04 Mei 2006 - 14:02 WIB
Menteri ESDM Inginkan Ekspor Batu Alam Dalam Bentuk Jadi

Potensi batu alam di Indonesia tergolong besar. Hanya disayangkan,
seperti disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala
Badan Geologi Bambang Dwiyanto, selama ini ekspor batu alam maupun
batu mulia masih dalam bentuk bahan mentah. Sehingga nilai ekonomisnya
masih rendah.

Dalam sambutannya pada acara Seminar 'Batu Alam Dalam berbagai Pesona'
di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (3/5) , Menteri Purnomo menyatakan
bahwa sesungguhnya untuk mengolah batu mulia tidak dibutuhkan
teknologi tinggi serta modalnya pun tidak besar. Untuk itu, Menteri
Purnomo mengajak baik kalangan swasta maupun pemerintah untuk
bersama-sama mengembangkan pengolahan batu mulia sebagai komoditi
ekspor.

Menurut Menteri Purnomo, pengembangan batu-batuan alam maupun batu
mulia sebaiknya dikelola oleh kalangan pengusaha kecil dan menengah
bahkan sebaiknya ditangani oleh masyarakat dimana tempat batu-batuan
alam ini berada. Alasannya, karena teknologinya sederhana sedang
modalnya juga tergolong tidak besar. Sehingga bisa mendorong
perekonomian daerah setempat.

Acara pembukaan seminar itu dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI JAYA
Fauzi Bowo. Hadir pada acara tersebut Sekjen Departemen ESDM Luluk
Sumiarso, Sekjen Departemen Perindustrian Agus Tjahyana serta sejumlah
pejabat Provinsi DKI Jaya. Selain seminar acara yang diselenggarakan
oleh Dinas Pertambangan Provinsi DKI Jaya ini juga diadakan pameran
batu alam bertempat dilapangan Banteng, Jakarta.

Sekjen Departemen ESDM Luluk Sumiarso yang menjadi pembicara dalam
seminar tersebut memberikan pendapat senada. ''Saya pikir peran
koperasi maupun UKM sangat tepat sebagai pelaku usaha batu mulia
ini,'' ujar Luluk. Untuk keperluan itulah Luluk menyebut agar
BUMN-BUMN bersedia menyalurkan dana PUKK kepada kalangan koperasi
maupun UKM untuk mengembangkan potensi batu alam ini.

Selama ini ekspor batu alam masih banyak dilakukan dalam bentuk bahan
mentah. Padahal, seperti juga diakui oleh Wagub DKI Fauzi Bowo,
setelah diolah di luar negeri produk batu alam jadi ini masuk kembali
ke pasar Indonesia. Sehingga selain nilai ekonomisnya rendah, maka
yang menikmati nilai tambah adalah pihak pengusaha luar negeri.

Besarnya potensi batu-batuan alam di Indonesia, menurut Purnomo, tidak
lepas dari posisinya yang berada pada suatu lokasi belahan bumi yang
dinamis memungkinkan adanya kejadian proses pembentukan batuan gunung
api yang menghasilkan jenis-jenis batuan sendiri. Sedang pembentukan
cekungan-cekungan membuat terjadinya batuan metamorphose. Selain itu
terdapat pula seuseki atau batuan indah.


--
"uniformity does not necessarily signify connectivity"

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke