Pak Arief, Apakah semakin dalam LOT selalu membesar ? Adakah kemungkinan bahwa LOT akan mengecil pada level tertentu ? KArena perubahan lithology etc ... (?) Permasalahannya barangkali kita tidak sering melakukan LOT pada jarak/interval kedalaman tertentu yg relatif pendek, sehingga asumsinya semakin dalam LOT akan semakin besar. cmiiw
RDP On 5/8/06, Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalau benar bahwa balooning effect adalah akibat dari respon elastisitas batuan atas mud pressure (pump on vs pump off) --> terjadi pada elastic zone suatu material, maka seharusnya ballooning tidak terjadi pada kondisi pore pressure mendekati fracture gradient. Karena sepengetahuan saya, elastisitas suatu material justru berkurang saat mendekati plastic zone-nya. A R I E F B U D I M A N Pertamina - Eksplorasi Sumatra Phone : (021) 350 2150 ext.1782 Mobile : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63 -----Original Message----- From: M Fakhrur Razi [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, May 06, 2006 1:25 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi wah, masalah ballooning jadi tambah seru, Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan oleh kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient (fg) sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted interval (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore breathing ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk membayangkannya). karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika well dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika well dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti memiliki loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan saya, pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang menambah volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah jenuh terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan tertutup kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi). jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal terjadinya mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, sangat mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya fatal.....loss circulation) oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara: 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi pertimbangkan batas minimum pump rate yg dipakai LWD) 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?) 3. gunakan LCM 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol) mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para pendekar dunia persilatan lain yang mengkoreksi Razi --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------
-- "uniformity does not necessarily signify connectivity" --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi ---------------------------------------------------------------------

