Kang Vicky yg pengen tau banyak hal :) ,

Prinsipnya LOT adalah fungsi kompaksi batuan.
LOT mebesar ketika kompaksi batuan membesar.

Pada Pressure regime yg Normal : 
Semakin dalam (deeper), overburden meningkat, kompaksi batuan meningkat, LOT
meningkat.
Praktisnya semakin dalam semakin besar LOT.

Dalam kondisi abnormal pressure (under compacted) :
Pore pressure lebih tinggi dari normal pore pressure, kompaksi batuan lebih
kecil dari kondisi normal (seharusnya).

Semakin abnormal pore pressurenya (= semakin besar selisih dari normal pore
pressurenya), batuan semakin undercompacted, maka LOT semakin kecil.
Jadi dalam kondisi abnormal pressure, membesar atau mengecilnya LOT bukan
fungsi kedalaman.  Sama seperti balon, semakin mendekati titik letusnya
(=semakin under compacted), semakin kecil LOT nya.

Jangan lupa : 
1) LOT adalah penambahan pressure yg mengakibatkan bocornya formasi batuan,
bukan total pressure yg dibutuhkan agar batuan itu bocor.

2) Leak off point pressure < Fracture point pressure (2 titik ini tidak
sama)

3) normal compaction = pore volume sebanding dengan pressure yg ditimbulkan
overburden di atasnya dan lateral stress.  Dalam kondisi normal compacted,
pore pressure = hydrostatic pressure.  
Bila peningkatan overburden tidak dimbangi dg pengurangan pore volume yg
sebanding maka pore volume menjadi lebih tinggi dari normalnya, maka terjadi
peningkatan pore pressure melebihi hydrostatic pressurenya, maka batuan
dalam kondisi undercompacted (= lebih mudah dibikin bocor dan fractured)


moga2 jelas kang.

 
 
A R I E F   B U D I M A N
Pertamina - Eksplorasi Sumatra
Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
Mobile   : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63


-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Monday, May 08, 2006 4:36 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? ---> Challeng
ing! Drilling dengan mudweight tinggi

Pak Arief,
Apakah semakin dalam LOT selalu membesar ?
Adakah kemungkinan bahwa LOT akan mengecil pada level tertentu ?
KArena perubahan lithology etc ... (?)
Permasalahannya barangkali kita tidak sering melakukan LOT pada
jarak/interval kedalaman tertentu yg relatif pendek, sehingga
asumsinya semakin dalam LOT akan semakin besar.
cmiiw

RDP

On 5/8/06, Arief Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau benar bahwa balooning effect adalah akibat dari respon elastisitas
> batuan atas mud pressure (pump on vs pump off) --> terjadi pada elastic
zone
> suatu material, maka seharusnya ballooning tidak terjadi pada kondisi pore
> pressure mendekati fracture gradient.  Karena sepengetahuan saya,
> elastisitas suatu material justru berkurang saat mendekati plastic
zone-nya.
>
>
>
> A R I E F B U D I M A N
> Pertamina - Eksplorasi Sumatra
> Phone    : (021) 350 2150 ext.1782
> Mobile  : 0813 1770 4257 / (021) 70 23 73 63
>
>
> -----Original Message-----
> From: M Fakhrur Razi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Saturday, May 06, 2006 1:25 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [iagi-net-l] Balloning effect -- Rock Physics ? --->
> Challenging! Drilling dengan mudweight tinggi
>
> wah, masalah ballooning jadi tambah seru,
>
> Sepemahaman saya, Wellbore breathing atau ballooning lebih disebabkan oleh
> kondisi dimana margin antara pore pressure (pp) dan fract gradient (fg)
> sangat dekat. Jadi kondisi ini bisa terjadi di lingkungan depleted
interval
> (dimana fract gradient akan jauh berkurang) >>( pengalaman pribadi
> hahaha)......atau dilingkungan HPHT. Penyebab utamanya tentunya adalah
> charge and discharge yang terutama terjadi di area yang memiliki
> permeability (saya kurang percaya dengan pendapat bahwa wellbore breathing
> ini adalah karena kembang-kempis shale, karena cukup sulit untuk
> membayangkannya).
>
> karena margin yang sangat dekat antara pp dan fg itulah, maka jika well
> dalam kondisi static (pump-off) maka akan terlihat stabil, tapi jika well
> dalam kondisi dinamis (pump-on), maka well akan terbaca seperti memiliki
> loss circulation (dengan rate loss yang tidak terlalu besar). Dugaan saya,
> pada saat dinamis, akan terbentuk fracture-fracture kecil yang menambah
> volume borehole (karena nilai ECD yg dekat atau hampir sama dengan FG
> menekan ke formasi), kemudian pada saat statis, fracture2 yang sudah jenuh
> terisi oleh mud ini akan memuntahkan kembali mudnya ke borehole dan
tertutup
> kembali (ini hanya khayalan pribadi, kalo salah mohon dikoreksi).
>
> jadi dengan kata lain, ballooning ini adalah juga penanda awal terjadinya
> mudloss (kalo drilling diteruskan dengan mengabaikan ballooning, sangat
> mungkin fracture2 yang terbentuk semakin bertambah besar dan akibatnya
> fatal.....loss circulation)
>
> oleh karena itu, treatment ballooning ini bisa dengan beberapa cara:
> 1. menurunkan ECD ( bisa dengan menurunkan pump rate, tapi pertimbangkan
> batas minimum pump rate yg dipakai LWD)
> 2. pertimbankan untuk reduce MW (cukup sulit kali ya?)
> 3. gunakan LCM
> 4. set casing (kalo memang sudah tidak terkontrol)
>
>
> mudah-mudahan membantu memperjelas, kalo ada yg keliru silakan para
pendekar
> dunia persilatan lain yang mengkoreksi
>
> Razi
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
>
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
>
>


--
"uniformity does not necessarily signify connectivity"

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke