Mungkin perlu disosialisasikan kepada masyarakat.
Pada sosialisasi tersebut, pihak pemerintah (MIGAS,
BPMIGAS dan Pemda setempat) juga turut hadir dan
memberikan penjelasan. Juga hasil Community
Development dapat dibandingkan dengan operasional
perusahaan tersebut, apakah sudah seimbang atau tidak.

Pada sisi lain audit keuangan dari cost recovery
sebaiknya juga transparant kepada publik. Sehingga
tahu mana yang ekonomis dan tidak.

Jangan hanya mencari berapa persen keuntungan yang
dapat diambil sehingga terjadi sengketa di lapangan.

Demikian sedikit saran.

TAM

--- Prajuto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Iya betul padahal 85% duit pemerintah/ rakyat.
> 
> -----Original Message-----
> From: Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Rovicky Dwi Putrohari
> Sent: Wednesday, May 10, 2006 7:38 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [HAGI-Network] Who is in charge ?
> 
> Ternyata siapa yg lebih berperan (in charge) didalam
> operasi migas
> suatu daerah ditentukan siapa kontraktornya. Dalam
> hal setiap kegiatan
> walaupun logo BPMIGAS ada disebelahnya tetap saja
> nama kontraktor
> tetep lebih diakui. Padahal kita tahu bahwa biayanya
> juga nantinya
> masuk "cost recovery". Namun itulah keuntungan
> "operator" di Indonesia
> ini. Lah Departemen sosial saja memberikan
> penghargaannya ke
> kontraktor bukan ke BPMIGAS. Soalnya kalau BPMIGAS
> juga yg mendapat
> penghargaan nanti dibilang "jeruk minum jeruk".
> Namun ....  Itulah yg
> menyebabkan rakyat didaerah akan sangat mungkin saja
> beranggapan
> "program 'community development' itu adalah
> pemberian dari kontraktor
> ... pemerintah pusat mah ngga mau bantuin".
> 
> Sulit memang ... karena kalau toh akhirnya
> ditunggu-tunggu dananya
> turun melalui pemerintah pusat, apakah juga akan
> sampai kedaerah
> seefisien kalau lewat KPS ?...
> waaah mbulet juga deh ...
> 
> Disinilah "previledge" untuk mendapatkan "nama" bila
> menjadi operator.
> Lembu yg diperah sapi yg dapet nama ....
> 
> 
> RDP
> ============================
> 4/28/2006 8:02:11 AM
> PEMBERIAN PENGHARGAAN INVESTASI SOSIAL KEPADA
> KONTRAKTOR KONTRAK KERJA
> SAMA (KKKS) AMERADA HESS DAN KONSORSIUM NATUNA BARAT
> JAKARTA, 27 APRIL 2006
> 
> Pada hari ini, Kamis, 27 April 2006, 2 Kontraktor
> Kontrak Kerja Sama
> BPMIGAS yang terdiri: Amerada Hess yang beroperasi
> di Kabupaten
> Gresik, Jawa Timur dan Konsorsium Natuna Barat yang
> merupakan
> konsorsium dari ConocoPhillips, Premier Oil dan Star
> Energy yang
> beroperasi di Kepulauan Natuna memperoleh
> Penghargaan Investasi Sosial
> untuk kategori perusahaan tambang minyak dan gas
> bumi. Penghargaan
> diberikan atas keberhasilan kedua perusahaan
> tersebut dalam
> melaksanakan program Corporate Social Responsibility
> (CSR), yaitu
> salah satu program yang dilaksanakan agar perusahaan
> dan komunitas
> atau elemen-elemen dalam jaringan sosialnya bisa
> tumbuh dan berkembang
> bersama.
> 
> selengkapnya :
>
http://www.bpmigas.com/media-siaranpers-detail.asp?id=2006040110
> 
> 
> -- 
> "uniformity does not necessarily signify
> connectivity"
> 
> ------
> https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html
> ------
> 
> ------
> https://www.lists.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html
> ------
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)

Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti

IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke